Kerajinan dari Limbah Stayrofoam bisa Menjadi Ide Bisnis Menguntungkan

Kamis, 21 Desember 2023 08:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

 

 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dampak Styrofoam bagi Manusia dan Lingkungan

 

PENDAHULUAN

            Sampah adalah material tidak terpakai lagi yang berasal dari hewan, manusia, maupun tumbuhan dan dilepaskan ke alam dalam bentuk padat, cair dan gas. Berdasarkan sifatnya sampah dibedakan menjadi sampah organik (dapat terurai), sampah anorganik (tidak terurai atau terurai namun membutuhkan waktu yang lama) dan sampah B3 (bahan beracun dan berbahaya). Kita tidak pernah lepas dari sampah plastik dan hampir setiap hari ada sampah sampah plastik yang kita buang. Hampir disetiap lokasi di mana terdapat aktivitas akan berpotensi memproduksi sampah, misalnya di rumah, di kantor, kantin, terutama diswalayan atau tempat umum lainya. Oleh karena itu jika kita tidak mengelola jenis sampah ini dengan baik maka sampah tersebut akan selalu kita temui di sekitar kita dan jumlahnyaa akan semakin banyak.

            Elvit Indirawati et al.,(2019) menyebutkan bahwa Ibu Kota Negara Indonesia sendiri, berdasarkan Badan Pusat Statisik (BPS) 2016 bahwa produksi sampah di Provinsi DKI Jakarta mencapai 7.099.08 m³ atau meningkat dari 7.046,39 m³ dari jumlah sampah yang bisa terangkut. Sedangkan sisanya dialam dan parahnya sampah yang tidak terangkut  sebagian besar mengalir ke laut didominasi oleh stayrofoam dan jenis plastik lainya. Selain itu, dampak  stayrofoam apabila terbuang keperairan akan mengganggu sistem darainase karena akan menyumbat saluran (Heltina et al., (2020)

            Stayrofoam banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari antara lain digunakan untuk dekorasi, bahan kerajinan  dan wadah penyajian bagi hidangan produk siap saji. Namun, pemanfaatan stayrofoam yang luas menjadi permasalahan bagi lingkungan berupa pencemaran. Stayrofoam yang dimanfaatkan dalam kegiatan pengemasan, alat rumah tangga, mainan, dalam bahan pelengkap menyebabkan penumpukanya sisa hasil pemakaian berupa limbah. Limbah stayrofoam sulit terurai dan sering kali menggunung di sungai. Bahkan limbah stayrofoam menghasilkan zat berbahaya ke udara.

            Jika konsumsi stayrofoam tidak diimbangi dengan pengelolaan limbahnya dengan baik maka akan timbul pencemaran lingkungan. Beberapa menelitian tentang pemanfaatan sampah stayrofoam dilakukan sebagai upaya pemecahan masalah pencemaran lingkungan. Misalnya : batako berbahan dasar stayrofoam komposit, batako ringan dari campuran semen dan stayrofoam. Beberapa telah menmanfaatkan limbah stayrofoam tersebut menjadi berbagai keperluan lain diantaranya sebagai bahan dasar mainan anak, bahan kerajinan dan bahan pembuatan lem atau perekat.

            Beberapa perusahaan memang mendaur ulang stayrofoam, namun yang dilakukan hanya menghancurkan stayrofoam bekas, membentuknya menjadi stayrofoam baru kembali dan dijual untuk wadah makanan dan minuman. Data EPA (Enviromental Prectection Agency) di tahun 1986 menyebutkan, limbah berbahaya yang dihasilkan dari peroses pembuatan stayrofoam sebagai penghasil limbah berbahaya ke-5 terbesar di dunia, dan menimbulkan bau kurang sedap serta melepaskan 57 zat berbahaya ke udara. Untuk itu perlu diupayakan cara penanganan  limbah stayrofoam dengan cara memanfaatkan kembali stayrofoam menjadi produk produk yang berguna dan dapat mempunyai nilai ekonomis sehingga dapat menjadi alternatif dalam pengelolaan limbah dan produk yang dihasilkan dapat dikomersilkan oleh masyarakat sehingga dapat membantu meningkatan perekonomian masyarakat.

            Selain bisa mengurangi sampah yang menumpuk tersebut, dengan membuat kerajinan juga bisa mengembangkan tingkat kreavitas bahkan jugaa bisa digunakann untuk mencari penghasilan tambahan, dikarenakan pada era modern seperti saat ini, material yang digunakan untuk membuat aksesoris fesyen sangat beragam dimulai dari material tekstil dan non tekstil. Produk yang akan dirancang berupa boneka salju yang terbuat dari stayrofoam, cara membuatannya juga sangat muda, yakni pertama-tama siapkan terlebih dahulu bahan stayrofoam yang akan digunakan, apabila sudah maka potong bahan tersebut menjadi beberapa bagian, yakni kepala dengan bentuk bulat dan badan cenderung dengan bentuk oval. Kepala mempunyai ukuran yang lebih kecil jika dibandingkan dengan badannya, selanjutnya sambungkan dengan menggunakan tusuk gigi dan bisa menambahkan syal atau topi untuk boneka salju tersebut.

Tak hanya mengelolah menjadi boneka salju saja tetapi masih banyak lagi seperti kerajinan hiasan gantung tata surya dari stayrofoam, cara pembuatanya juga cukup mudah, dimana hanya tinggal membuat pola tata surya pada stayrofoam, kemudian potonglah mengikuti pola yang sudah dibuat dan berikan warna, jangan lupakan untuk menambahkan space untuk pengaitnya.

            Sebagai warga masyarakat, untuk mengurangi efek kesehatan bagi tubuh menggunakan wadah pribadi dapat menjadi alternatif pengganti stayrofoam. Selain higientitas  yang lebih baik, menggunakan tempat makan sendiri juga mengurangi produk sampah. Dengan beberapa point diatas, wadah stayrofoam tidak direkomendasikan untuk digunakan sebagai wadah makanan secara langsung, karena bahan yang digunakan dalam stayrofoam yaitu polistiren mengandung zat karsinogen yang membahayakan tubuh karena zat tersebut dapat menyebabkan kanker dan berbagai dampak lainya. Limbah stayrofoam yang tak dapat diurai oleh alam merupakan masalah besar bagi lingkungan, sebab jika dibakar asap hitamnya menjadi polusi udara, tapi kalau dibuang bisa menjadi penyebab banjir. Tetapi kerajinan stayrofoam terdiri dari berbagai macam bentuk, baik itu miniatur, hiasan dinding, hiasan gantung dan masih banyak lagi untuk dijadikan peluang usaha.

            Harapannya, hal pengelolah limbah stayrofoam atau semacamnya dapat dikembangkan dan mendapat wadah bagi siswa, mahasiswa, dan masayarakat sebagai tempat untuk berkreasi dengan limbah plastik dan selain itu juga dapat menunjang perekonominan jika barang daur ulang tersebut laku di pasaran, dan masyarakat lebih kreatif dan inovatif  dalam memanfaatkan limbah stayrofoam sehingga limbah stayrofoam betul-betul bisa dimanfaatkan dan menjadi sumber pendapatan masyarakat serta masyarakat mampu menjaga dan mengendalikan kelestarian alam akibat dari semakin banyaknya limbah stayrofoam.

 

Refensi :

 https://www.romadecade.org/kerajinan-dari-styrofoam/#

 https://digilib.polban.ac.id/files/disk1/71/jbptppolban-gdl-arimarktaq-3512-2-bab1--8.pdf

 https://sdnungaran1.sch.id/berita/read/Dampak-Styrofoam-bagi-Manusia-dan-Lingkungan

 http://repository.uinsu.ac.id/18859/2/BAB%201.pdf

Bagikan Artikel Ini
img-content
anggalyna musyarofah

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler