Dialog: Apa Sih Rahasianya Biar Gak Mudah Capek?

Kamis, 30 Mei 2024 12:12 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Coba baca terjemahan Al-Quran surat Al-Hijr (15) ayat 32 sampai 42. Disana dijelaskan Iblis tidak mampu menyesatkan orang yang ikhlas, bahkan Allah memuliakan orang ikhlas sebagai hamba-Nya yang terpilih.

"Bung, perasaan kamu gak capek-capek, padahal banyak orang yang meminta bantuan darimu? Apa, sih, rahasianya biar gak mudah capek?"

"Ikhlas bung, kalau kita dimintai tolong, niatkan dalam hati bahwa aku ini memang ingin meringankan bebannya. Kedua, kalau disuruh jangan mudah menggerutu, marah-marah, apalagi sampai berkata cape gawe teu kapake yang artinya sudah mah cape kerja tapi gak kepake. Marah-marah, ngedumel, banyak ngeluh ... itu bikin nguras energi, alhasil kita mudah capek deh, lelah jadinya."

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Wah, patut dicoba nih."

"Yang penting jangan lupa sarapan dulu, tetaplah badan kita butuh asupan energi."

"Ya jelaslah bung. Terus, saya ada pertanyaan lagi nih, apa sih keuntungan jadi seorang yang ikhlas dan penjelasan lengkapnya?"

"Coba baca terjemahan Al-Qur'an surat Al-Hijr (15) ayat 32 sampai 42. Disana dijelaskan Iblis tidak mampu menyesatkan orang yang ikhlas, bahkan Allah memuliakan orang ikhlas sebagai hamba-Nya yang terpilih, itulah keuntungan seorang yang ikhlas.

Jika dalam konteks Islam, tanpa mengharap pujian dan penghargaan dari manusia, jadi ia bergerak dalam suatu pekerjaan dengan penuh kesungguhan, hanya demi keridaan Allah semata, seakan-akan Allah menyaksikan perbuatannya, walau seakan tak ada seorang manusia pun yang menyaksikannya.

Kemudian ada pula referensi dalam Kitab Suci Bhagavad Gita bab 3 sloka 19 yang berbunyi:

Karena itu hendaknya seseorang bertindak karena kewajiban tanpa terikat terhadap hasil kegiatan, sebab dengan bekerja tanpa ikatan terhadap hasil seseorang sampai kepada Yang Mahakuasa.

Dalam konteks ajaran Hindu, kita dapat melihat bahwa perbuatan ikhlas adalah melandasi kegiatan kita sebagai kewajiban yang patut dilaksanakan, tanpa berharap dan mengikat diri dengan hasil kegiatan tersebut yang berupa upah materi dan pahala, ini merupakan prinsip dari Karma-Yoga.

Dari referensi Kristen pun terdapat di ayat Tawarikh 29:17 yang berbunyi:

Aku tahu, ya Allahku, bahwa Engkau adalah penguji hati dan berkenan kepada keikhlasan, maka akupun mempersembahkan semuanya itu dengan sukarela dan tulus ikhlas. Dan sekarang, umat-Mu yang hadir di sini telah kulihat memberikan persembahan sukarela kepada-Mu dengan sukacita.

Dari penelusuran dalam ajaran Buddha, ikhlas itu artinya membantu tanpa berharap balasan, dan referensi penguat yang mana Buddha sangat menghargai keikhlasan ialah Dhammapada, Syair 177 yang berbunyi:

Sesungguhnya orang kikir tidak dapat pergi ke alam Dewa. Orang bodoh tidak memuji kemurahan hati. Akan tetapi orang bijaksana senang dalam memberi dan karenanya ia akan bergembira di alam berikutnya.

Dan di ajaran Konghucu pun terdapat ajaran tentang ikhlas:

Ikhlas menerima yang mana kondisi jiwanya tiada beban saat menerima, lalu ikhlas memberi yakni setelah menerima dan memahami seseorang, kemudian ia baru memberikan perhatian dan apa yang dibutuhkan oleh seseorang."

"Nah definisi sederhana Ikhlas itu sebenarnya apa sih bung?"

"Secara sederhananya:

1. Yakni dengan sungguh-sungguh;

2. Menjadikannya sebagai kewajiban yang patut;

3. Persembahan sukarela penuh sukacita;

4. Tak mengharap balasan;

5. Menerima tanpa beban, dan memberi perhatian serta apa yang dibutuhkan seorang."

"Jika dikaitkan dengan ayat Al-Qur'an tadi ... bisakah dijelaskan secara logika, kenapa iblis saja tak mampu menyesatkan orang-orang yang ikhlas?"

"Logikanya, orang yang bersungguh-sungguh itu pikirannya fokus, dan hatinya selalu condong pada proses yang jujur (tidak curang dan tidak manipulatif), dan hasil kerja yang terbaik, dengan demikian totalitas yang hendak ia capai. Kalau sudah memenuhi syarat diatas, otomatis pikiran yang fokus sulit diinterupsi oleh bisikan iblis, hati yang penuh dengan kebaikan niat, sulit juga ditembus iblis. Dan inilah sebab iblis tidak mampu menggoyahkan pikiran dan hati seorang yang ikhlas tersebut."

"Bisa diberikan contoh nyata dalam pengaplikasian orang yang ikhlas ini?"

"Kita ambil sebuah kisah seorang penulis yang berdedikasi. Ia rajin menulis di blog jurnalisme publik dengan niat untuk berbagi kebermanfaatan, minimal seminggu ada 1 karya. Dia terus menulis dengan sungguh-sungguh dari hasil kontemplasi panjang, membaca referensi kredibel, dialog untuk menggali pengetahuan dan pengalaman orang banyak, lalu ia tuangkan berupa tulisan di blog tersebut.

Walau ia tak mendapat honor sekalipun dari karya-karyanya selama ia menulis berbulan-bulan, tapi melalui kesungguhan itulah, pada suatu hari ia mendapatkan pembaca yang banyak setiap harinya. Orang-orang banyak yang menikmati karyanya, bahkan mengamalkan isi dari karyanya tersebut.

Ia sebenarnya memiliki penyakit psikis yang langka seperti terkena guna-guna dari orang yang tidak suka pada keluarganya. Namun karena banyak doa indah dan mulia dari para pembacanya, secara berangsur-angsur, sang penulis itu mengalami kemajuan yang hebat dalam bidang kepenulisannya.

Dan pada akhir hayatnya, tulisan-tulisan yang ia torehkan, yang sudah terkumpul ribuan tulisan itu, telah memperkaya literasi negerinya hingga ke mancanegara. Alhasil ia memperoleh kebaikan di dunia, yakni hidup keluarganya yang ia tinggalkan terjamin kebutuhannya, dan di akhirat ia memperoleh kemuliaan yang kekal."

"Luar biasa! Begitu ya bung, jadi ingat pepatah Islami lainnya nih saya."

"Wow, apa itu?"

"Man jadda wajadda ... siapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan berhasil. Bukan yang paling tajam, tapi yang paling sungguh-sungguhlah yang berhasil."

"Mantaap!"

Cimahi, 30 Mei 2024.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Indrian Safka Fauzi (Aa Rian)

Hamba Allah dan Umat Muhammad Saw. Semakin besar harapan kepada Allah melebihi harapan kepada makhluk-Nya, semakin besar pula potensi dan kekuatan yang kita miliki.

1 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
Lihat semua