Dua Kutipan Mempesona dari Film-film  Christopher Nolan

Selasa, 4 Juni 2024 08:15 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Salah satu kekuatannya terletak pada kemampuannya menyaring tema dan ide yang kompleks menjadi momen ringkas dan berdampak. Itu terlihat pada percakapan tunggal si karakter misalnya. Nolan memiliki bakat merangkum esensi pesan inti filmnya ke dalam adegan yang menarik secara sinematik.

Film-film Christopher Nolan -peraih Oscar untuk Sutradara Terbaik 2024- memikat para penonton dengan skala yang luar biasa: narasi yang rumit, kedalaman filosofis, dan karakter yang berkesan. Di luar tontonan visualnya, film-film Nolan dipuji karena dialognya yang tepat dan menggugah pikiran, mengekspresikan kebenaran yang mendalam dalam bagian-bagian yang bermakna.

Salah satu kekuatannya yang luar biasa sebagai pembuat film terletak pada kemampuannya untuk menyaring tema dan ide yang kompleks menjadi momen yang ringkas dan berdampak. Baik melalui percakapan tunggal atau dialog tunggal, Nolan memiliki bakat untuk merangkum esensi dari pesan inti filmnya ke dalam adegan menarik yang mengkomunikasikan idenya secara sinematik.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dari konsep fiksi ilmiah yang memukau hingga refleksi mendalam tentang moralitas dan identitas, kutipan-kutipan berupa quote ini berfungsi sebagai jendela ke dalam kekayaan tematik dan kompleksitas naratif yang mendefinisikan warisan sinematik Christopher Nolan. Kutipan-kutipan ini merupakan mikrokosmos dari narasi yang lebih besar, yang mengundang penonton untuk terlibat dalam pertanyaan-pertanyaan yang paling eksistensial sekalipun, bergulat dengan dilema moral, dan menjelajahi seluk-beluk psikologi manusia.

 "Sebuah ide itu seperti virus: tahan banting, sangat mudah menular"

Dalam  film 'Inception' (2010), penjelasan Cobb (diperankan oleh Leonardo DiCaprio)  kepada Saito melalui ungkapan "Sebuah ide itu seperti virus: tahan banting, sangat mudah menular" membuat  panggung untuk plot film Inception menjadi kompleks. Saat dia menguraikan konsep awal, dia mengungkapkan dampak mendalam yang dapat ditimbulkan oleh pikiran terhadap realitas seseorang.

Momen ini sangat penting dalam memahami pertaruhan dari misi utama film ini dan risiko yang terlibat dalam memanipulasi pikiran manusia. Dengan menjabarkan konsepnya secara sederhana, Nolan memastikan para penontonnya ikut serta dalam perjalanannya.

Kutipan ini merangkum eksplorasi Inception terhadap realitas, persepsi, dan alam bawah sadar dan menandakan kesedihan yang membanjiri pikiran Cobb. Kalimat ini menunjukkan, id dunia nyata, penyelaman mimpi fiksi ilmiah masih jauh dari kenyataan. Keyakinan inti yang membentuknya masih berupa ide, baik atau buruk. Kata-kata Cobb adalah bukti interaksi yang rumit dan sering kali berbahaya antara pikiran terdalam seseorang dan realitas yang mereka bangun.

"Mereka tidak akan takut sampai mereka memahaminya. Dan mereka tidak akan memahaminya sampai mereka menggunakannya "

Dalam film Oppenheimer tahun 2023, kutipan "Mereka tidak akan takut sampai mereka memahaminya. Dan mereka tidak akan memahaminya sampai mereka menggunakannya " atau “They won’t fear it until they understand it. And they won’t understand it until they’ve used it.” mengerikan ini diucapkan oleh fisikawan J. Robert Oppenheimer (Cillian Murphy) saat ia merenungkan implikasi bom atom. Menangkap kesadaran yang meresahkan tentang kekuatan destruktif yang telah dibuka oleh manusia, kata-kata Oppenheimer berbicara tentang paradoks kemajuan teknologi dan kompleksitas moral yang menyertainya, menekankan perlunya pemahaman dan pengekangan. Penciptaan bom dan penggunaan bom selanjutnya adalah kehadiran yang menindas yang terasa di sepanjang film.

Disampaikan dengan penuh gravitasi oleh Cillian Murphy, kutipan ini menyintesiskan tema-tema film tentang penemuan ilmiah, tanggung jawab etis, dan potensi bencana dari inovasi. Penggambaran Nolan tentang Oppenheimer menghadapi sifat kemajuan yang bermata dua dan beratnya konsekuensinya.

Kalimat “They won’t fear it until they understand it. And they won’t understand it until they’ve used it.” menjadi pengingat yang tajam akan perlunya kebijaksanaan saat memegang kekuasaan, sebuah kualitas yang sering kali tidak dimiliki oleh orang-orang yang haus akan kekuasaan dan tidak dapat melihat alternatif lain selain bertindak. ***

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler