Menjelajahi Berbagai Kepuasan Manusia dan Mengetahui Pemicu Kebosanan dan Kekecewaan

Jumat, 7 Juni 2024 14:03 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Apa saja macam-macam kepuasan manusia? Dan apa yang menjadi pemicu kebosanan dan kekecewaan?

Kebahagiaan dan Kepuasan

Kebahagiaan adalah kondisi kehidupan diri yang banyak dicari orang sedunia.

Jika kita belajar ilmu psikologi yang dibedah buku Atomic Habits karya James Clear, kebahagiaan dapat dicapai apabila hasrat terpuaskan, kepuasan itu sama dengan rasa suka manusia terhadap yang diinginkan itu ada, dikurangi keinginan yang telah terpenuhi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Rasa suka itu muncul karena adanya kesamaan-kesamaan terhadap sesuatu yang sesuai dengan referensi hidupnya, nilai-nilai yang dianut, aturan yang dipegang, kepercayaan yang dimilikinya, dan berbagai hal yang mencerminkan diri manusia tersebut. Simplenya, rasa suka itu hadir karena sesuatu yang dilihat dan dirasakannya itu "gue banget".

*Kepuasan = Rasa suka - Keinginan

Sementara jika dijabarkan tentang macam-macam kepuasan, berdasarkan pengamatan kehidupan yang saya lakukan, ada 5 jenis kepuasan, sebagai berikut:

1. Kepuasan inderawi, kepuasan yang melibatkan panca indera (penglihatan, pengecapan, penciuman, sentuhan kulit, dan pendengaran);
2. Kepuasan bendawi, kepuasan yang melibatkan benda-benda dan harta yang disukai dan diinginkan;
3. Kepuasan badan, kepuasan yang melibatkan olah badan guna mencapai kesehatan jasmani, juga melibatkan keterampilan badan guna menyelesaikan pekerjaan dan karya;
4. Kepuasan berkemanusiaan dan alam, kepuasan yang melibatkan interaksi sosial dan alam, serta penguasaan ilmu pengetahuan yang melibatkannya, guna mewujudkan kesejahteraan keduanya;
5. Kepuasan berketuhanan, kepuasan yang melibatkan hubungan kita dengan Tuhan, guna menggapai rida-Nya.

Berdasarkan zaman yang kini kita hadapi saat ini (terutama di tahun 2024), kepuasan inderawi dan bendawi paling banyak dicari orang. Sehingga siapa yang dapat menyediakan kepuasan ini, maka ia dapat menguasai zaman.

Dan terdapat kemungkinan saat pergantian kepemimpinan bangsa (di tahun 2024 ini), kepuasan masyarakat bergeser pada kepuasan berkemanusiaan dan alam, yang mana interaksi sosial dan alam, serta penguasaan ilmu pengetahuan menjadi yang paling dicari.

Pemicu Kebosanan dan Kekecewaan serta Solusinya

Jika kita mengetahui hal diatas, lantas mengapa manusia bisa merasa bosan dan kecewa?

Kebosanan dan kekecewaan dapat terjadi apabila terdapat kondisi:

1. Hadirnya ketidaksukaan
2. Mendapati hal yang tak diinginkan

Seperti contohnya seorang yang terbiasa membeli masakan lezat, tiba tiba ia merasa bosan dengan rasa yang itu-itu saja, ketidaksukaan itu tiba-tiba hadir, lalu ia berpindah ke lain pedagang guna mendapatkan masakan dengan varian lainnya yang diinginkannya.

Contoh lain, seorang yang bermain games gacha RPG, tiba tiba ia merasa bosan dan kecewa, karena selalu mendapatkan hasil gacha yang tidak disukainya, dan mendapati ranking yang tidak diinginkannya.

Maka untuk mengatasi kebosanan tersebut, pelaku usaha mesti melakukan inovasi, pembenahan dan pengembangan, juga memperhatikan siklus rasa. Seperti apa siklus rasa itu?

Contoh seorang pedagang menyediakan jadwal masakan pada setiap harinya seperti:

Jadwal masakan mingguan Warung Makan "Rame-rame".

1. Senin, soto ayam
2. Selasa, kupat tahu
3. Rabu, mie ayam
4. Kamis, ikan bakar
5. Jum'at, nasi goreng
6. Sabtu, rendang
7. Minggu, sate ayam

Dengan demikian pelanggan yang sudah bosan dengan satu masakan, bisa mencari masakan di lain hari untuk mengatasi kebosanannya, selama masakan itu disukai rasanya (lezat), dan sesuai dengan keinginan. Dan tentunya pedagang menjaga konsistensi rasa untuk mempertahankan kelezatannya.

Atau jika tidak menggunakan cara diatas, sahabat pembaca bisa menyediakan berbagai varian rasa yang menjadi favorit pelanggan pada hari itu juga. Misalnya sahabat menjual makaroni berbagai rasa (pedas, keju, BBQ, ayam bakar, jagung manis, dan original). Jadi pelanggan dapat menentukan varian rasa yang disukai dan diinginkannya. Dan jangan lupa untuk mendata varian mana yang paling digemari, dan mana yang kurang digemari, untuk menentukan stok varian di kemudian hari.

Sementara bagaimana dengan mengatasi seorang yang kecewa? Yakni dengan meyakinkan kembali dirinya bahwa apa yang kita tawarkan layak untuk disukai. Raih kembali kepercayaannya, dengan memberikan yang terbaik, dan jaga konsistensi rasa, agar mereka tetap setia tidak kembali kecewa.

Pertanyaan membantu untuk usaha anda

Mulailah dengan pertanyaan:

1. Apa yang paling disukai masyarakat saat ini?
2. Apakah saya berkemampuan untuk mengolah yang disukai masyarakat?
3. Bagaimana cara mempertahankan kualitas rasa produk/jasa agar terus disukai dan diinginkan?
4. Bagaimana cara meraih kembali konsumen yang terlanjur kecewa dan bosan?

Semoga bermanfaat!

Cimahi, 7 Juni 2024. 

 

 

Bagikan Artikel Ini
img-content
Indrian Safka Fauzi (Aa Rian)

Hamba Allah dan Umat Muhammad Saw. Semakin besar harapan kepada Allah melebihi harapan kepada makhluk-Nya, semakin besar pula potensi dan kekuatan yang kita miliki.

1 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua