Guyonan Duet Anies-Kaesang Bisa Jadi Kenyataan, Menang Telak di Pilgub DKI

Sabtu, 8 Juni 2024 06:41 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Keyakinan bahwa hanya Anies Baswedan yang bisa hadang hasrat dan mimpi Kaesang Pangarep maju di Pilgub DKI justru dibalas dengan cara guyonan yang sangat keji namun menantang. Usulan PDI-P untuk pertimbangan Anies Baswedan dibalas wacana duet Anies-Kaesang.

Langkah Kaesang Pangarep melenggang ke Pilgub DKI semakin mendekati kenyataan. Sejumlah alasan yang mendorong Ketum PSI tersebut semakin cerah peluangnya yakni aturan pembatasan batas usia minimimal Kepala Daerah sudah diganti oleh MA. 

Mahkamah Agung (MA) telah mengabulkan gugatan terhadap PKPU Pasal 4 Ayat 1 Huruf d . Pasal tersebut sebelumnya menjadi pasal sakral bagi para kontestan muda dengan persyaratan Pencalonan Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Dan/Atau Wali Kota Dan Wakil Wali KotaKota yang dibatasi usianya. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Adapun pasal yang digugat yakni isi pasal 4 ayat 1 huruf d PKPU 9/2020 yang berbunyi;

Berusia paling rendah 30 (tiga puluh) tahun untuk Calon Gubernur dan Wakil Gubernur dan 25 (dua puluh lima) tahun untuk Calon Bupati dan Wakil Bupati atau Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota terhitung sejak penetapan Pasangan Calon.

Seperti diketahui jika pasal pembatasan usia calon kepala daerah itu diajukan Ketum Partai Garuda Ahmad Ridha Sabana. Apa yang dilakukan oleh Ahmad Ridha telah menjadikan jalan konstitusional bagi Kaesang ikut serta dalam kontestasi Pilgub DKI. Bisa jadi terjadi konspirasi politik untuk bagi-bagi tugas melancarkan pencalonan Kaesang Pangarep di Pilgub DKI. 

 Waketum Garuda Teddy Gusnaidi menjelaskan gugatan pihaknya yang dikabulkan oleh MA. Dia mengatakan gugatan tersebut diajukan oleh Partai Garuda karena menilai isi pasal 4 ayat 1 huruf d PKPU Nomor 9 Tahun 2020 bertentangan dengan UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

Dukungan Gerindra

Sebagai mana diketahui Presiden Jokowi dalam Pilpres 2024 secara gamblang mendukung Paslon 02 ( Prabowo-Gibran). Dengan segala cara dan upaya sampai dituduhkan mengunakan kewenangan jabatannya Jokowi akhirnya berhasil memengaruhinya birokrat dan juga penyelengaraan pemilu. Akhirnya Paslon 02 menang telak satu putaran. 

Diyakini jika akhirnya Gerindra harus berhutang budi politik secara personal ke Jokowi. Sebagai balasannya Gerindra harus memberikan dukungan politik kepada anggota keluarganya yang akan maju di perhelatan Pilkada. 

Pilgub DKI

Seperti diketahui Kaesang Pangarep digadang-gadang akan maju di Pilgub DKI. Dukungan politik sudah santer dihembuskan oleh PSI sebagai partainya Kaesang Pangarep dan kali ini datang juga dukungan dari Gerindra. Melaui Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman berpandangan, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep adalah sosok yang cerdas, bukan sekadar anak Presiden Joko Widodo. 

Habiburokhman menambahkan jika Kaesang pun memenuhi syarat untuk menjadi calon gubernur di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) karena sosoknya yang cerdas serta rekam jejaknya sebagai ketua umum PSI.

Duet Dengan Anies 

Salah satu alasan penting ambisi Putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) maju din kontes Pilgub DKI karena bargaining politik yang cukup untuk mengusung dirinya. Diketahui dalam Pileg 2024 untuk pencapaian kursi di DPRD DKI PSI berhasil meraih 8 kursi artinya bukan omongan orang aja namun ditunjukan kekuatan politik dengan memiliki kekuatan kursi yang cukup banyak di DPRD. 

Berikut ini disampingkan daftar peroleh kursi di DPRD DKI: 

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB): 470.682 suara (10 kursi)

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra): 728.297 suara (14 kursi)

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP): 850.174 suara (15 kursi)

Partai Golongan Karya (Golkar): 517.819 suara (10 kursi)

Partai NasDem: 545.235 suara (11 kursi)

Partai Keadilan Sejahtera (PKS): 1.012.028 suara (18 kursi)

Partai Amanat Nasional (PAN): 455.906 suara (10 kursi)

Partai Demokrat: 444.314 suara (8 kursi)

Partai Solidaritas Indonesia (PSI): 465.936 suara (8 kursi) 

Partai Perindo: 160.203 suara (1 kursi)

Partai Persatuan Pembangunan (PPP): 153.240 suara suara (1 kursi)

 

Alasan berikutnya yang mendorong Kaesang Pangarep maju Pilgub DKI adalah dirinya sebagai Ketua Umum PSI sehingga cakupan teritorialnya sudah layak untuk maju sebagai Gubernur DKI. 

 

Yang paling menarik dari keinginan Kaesang Pangarep adalah harapan bisa duet dengan Anies Baswedan pada Pilkada Jakarta 2024. Apakah ini bagian strategi mendongkrak elektabilitas atau sengaja akan dipatenkan dalam keputusan politik nyata hingga benar terjadi duet Anies-Kaesang.

Diketahui, pencoblosan Pilkada Serentak akan digelar KPU RI pada 27 November 2024. 

 

"Kalau disuruh pilih, pilih Jakarta. Mungkin duet sama Pak Anies sih ya," kata Kaesang dikutip dari kanal YouTube Kaesang Pangarep by GK Hebat, pada Senin, 3 Juni 2024.

 

Kita tunggu aja dinamika Pilgub DKI, apakah omongannya Kaesang Pangarep akan berduet dengan Anies Baswedan terealisasikan? Ataukah hanya sekedar guyonannya khas Kaesang Pangarep ynag memang hobi cengar-cengir? 

 

Seandainya Anies-Kaesang didukung penuh partai misalnya dari PSI dan PKS saja sudah cukup kursi. Kemungkinan besar akan menang dan sepertinya tidak ada lawan sebanding lagi. 

 

Menang Tanding

 

Perhitungan suara kursi sudah jelas jika duet Anies-Kaesang bisa lolos batas minimlal kursi pencalonan Calon Gubernur sebesar 20 persen jumlah kursi DPRD yakni 106 kursi. Hanya membutuhkan sekitar 22 kursi untuk mengusungn Anies-Kaesang sementara PKS sebagai pemenang Pileg DKI dengan kursi 18 dan PSI dengan perolehan kursi 8 suara. Koalisi dua partai ini cudah cukup penuhi ambang batas minimal. Bermodal 26 kursi dan kemungkinan banyak partai yang ikutan bergabung seperti Gerindra dan PAN . Semakin gemuk koalis partai pendukung Anies-Kaesang semakin nyata kemenangannya di Pilgub DKI. 

 

Kekuatan politik yang mendukung pasangan Anies-Kaesang ini semakin berjaya bersumber dari lumbung suara pemilh Anies Baswedan di Pilpres 2024 kemarin. Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta Wahyu Dinata mengungkapkan bahwa perolehan suara Anies-Muhaimin sebanyak 2.653.762 suara, pasangan Prabowo-Gibran sebanyak 2.692.011 suara, dan pasangan Ganjar-Mahfud 1.115.138 suara.

 

Jadi, bisa jadi guyonan yang dilontarkan Kaesang Pangarep yang berniat duet dengan Anies Baswedan maju di Pilgub DKI bisa jadi kenyataan. Bahkan dengan mempertimbangkan kekuatan politik serta infrastruktur jaringan baik dari Kaesang dan juga Anies kemungkinan besar Paslon Anies-Kaesang bakalan menang mutlak. Lawan tanding Paslon Anies-Kaesang akan kesulitan mencari celah mengusik kekuatan politik dan jejaringnya.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Heru Subagia

Penulis, Pengamat Politik dan Sosial

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler