Ayat-ayat Al-Quran Merupakan Obat bagi Orang Beriman

Sabtu, 8 Juni 2024 06:42 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Untuk merealisasikan kesembuhan diperlukan keimanan tanpa keraguan, sebab seorang yang mengobati dirasa memiliki otoritas yang lebih tinggi kedudukannya seperti derajat kesalehan, keilmuan, keimanan dan ketakwaan di mata orang yang hendak diobati.

Surat Yunus ayat 57 berbunyi:

yâ ayyuhan-nâsu qad jâ'atkum mau‘idhatum mir rabbikum wa syifâ'ul limâ fish-shudûri wa hudaw wa raḫmatul lil-mu'minîn

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi sesuatu (penyakit) yang terdapat dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang mukmin."

Ayat diatas menyebutkan bahwa ayat-ayat Al-Qur'an yang dibacakan adalah obat dari segala macam penyakit hati seperti keraguan, kemunafikan, kedengkian dan lainnya, juga dapat menjadi obat bagi penyakit fisik seperti tersengat kalajengking, yang mana seorang sahabat Rasul pernah mempraktikkan hal ini dengan membacakan Al-Fatihah kepada seorang pemimpin kampung yang tersengat kalajengking.

Namun perlu digaris bawahi untuk dapat merealisasikan kesembuhan ini, diperlukan keimanan tanpa keraguan, dan jika ingin diobati orang lain melalui metode ini, seorang yang mengobati dirasa memiliki otoritas yang lebih tinggi kedudukannya seperti derajat kesalehan, keilmuan, keimanan dan ketakwaan di mata orang yang hendak diobati.

Hal ini relevan dengan ilmu hipnosis pada tahap Pre-Induction, seperti seorang dokter yang meyakinkan otoritas dirinya kepada pasiennya dengan memakai jas putih dokter, dilengkapi dengan ruangan dokter yang bersih dan tertata rapi, dan terdapat pajangan sertifikat terlegitimasi bahwa ia sah untuk melaksanakan praktik kedokteran.

Seperti yang dijelaskan dalam Al-Kitab Lukas 17:19 berikut:

Lalu, Isa bersabda kepadanya, “Berdirilah dan pergilah. Imanmu telah menyembuhkan engkau.”

Ayat diatas mempertegas dengan menumbuhkan rasa percaya kepada seorang yang hendak diobati, bahwa seorang yang dipercaya memiliki otoritas yang lebih tinggi derajatnya.

Maka dengan hanya mengucapkan kalimat basmalah "bismilahirahmanirahim" (sebab kalimat basmalah juga merupakan ayat dari Al-Qur'an) atau bisa menggunakan doa nabi Ayub yang memohon kesembuhan yang terabadikan dalam Al-Qur'an surat Al-Anbiya ayat 83 (untuk pengobatan mandiri doa nabi Ayub ini):

رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

“Robbi annii massaniyadh dhurru wa anta arhamar rahimin.”

“Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.”

Lalu mengusapkan ke bagian yang sakit, seorang yang tadinya sakit dapat mencapai kesembuhan, tentunya ini semua atas izin Allah, sebab imannyalah yang telah menyembuhkan.

Namun tergantung media apa yang dipercaya oleh seorang yang hendak diobati, apakah media itu berupa air yang sudah dibacakan ayat suci Al-Qur'an, atau ia melaksanakan saran seorang yang diminta tolong dengan membacakan amalan bacaan Al-Qur'an yang disarankan untuk melakukan ruqyah mandiri, dan media lainnya yang melibatkan bacaan ayat suci Al-Qur'an.

Penjelasan sederhananya yang mesti dipersiapkan untuk dapat mengobati seorang yang sakit melalui ilmu ini adalah:

1. Kepercayaan yang kuat kepada diri yang diminta mengobati, bahwa ia memiliki otoritas dan derajat yang lebih tinggi secara kesalehan, keilmuan, keimanan dan ketakwaan dari yang hendak diobati.
2. Apabila rasa percaya dari yang hendak diobati itu semakin menguat, maka lakukanlah segera pembacaan ayat Al-Qur'an dengan menggunakan media (seperti air yang sudah disiapkan) yang disepakati oleh yang hendak diobati sebagai sarana pengobatan.
3. Serahkan hasilnya kepada Allah Yang Maha Menyembuhkan.

Praktik pengobatan ini hanya bisa terjadi kepada orang-orang yang memiliki keyakinan yang kuat terhadap seorang yang diakui derajat otoritasnya, juga ia memiliki keyakinan penuh bahwa ayat Al-Qur'an yang dibacakan dapat menyembuhkan.

Jika untuk orang-orang yang penuh keraguan dengan metode ini, hal demikian tidak dapat terealisasi dampak pengobatannya. Sebab iman tidak sekadar ucapan "saya beriman", melainkan diyakini oleh hati, dibenarkan oleh lisan, dan diamalkan oleh perbuatan.

Cimahi, 7 Juni 2024.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Indrian Safka Fauzi (Aa Rian)

Hamba Allah dan Umat Muhammad Saw. Semakin besar harapan kepada Allah melebihi harapan kepada makhluk-Nya, semakin besar pula potensi dan kekuatan yang kita miliki.

1 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua