Masihkah DPR Peduli Aspal Buton?

Minggu, 9 Juni 2024 06:07 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kemarahan anggota DPR terhadap Mendikbudristek diharapkan akan terulang lagi pada saat DPR akan mengundang wakil-wakil pemerintah untuk beraudensi mengenai kasus aspal Buton.

Ada berita viral baru yang telah menjadi perhatian kita bersama, sehingga timbul petanyaan di dalam hati: “Apakah kemarahan dari anggota DPR RI Anita Jacoba Gah dari partai Demokrat kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, yang meledak-meledak ketika memberikan evaluasi terhadap penggunaan anggaran Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, adalah murni kemarahan demi untuk membela rakyat yang diwakilinya?. Atau hanya merupakan sandiwara saja? Tentunya yang paling tahu adalah anggota DPR itu sendiri.

Kemarahan seorang anggota DPR yang meledak-ledak ini merupakan tontonan yang langka dan menarik yang dapat kita saksikan sendiri melalui TV dan youtube. Alangkah gagah beraninya beliau mengucapkan kata-kata keras dan pedas yang telah membuat panas telinga Pak Nadiem, dan termasuk telinga para anggota DPR lainnya yang berada di dalam ruang sidang tersebut. Adapun Mendikbudristek, Nadiem Makarim, tertunduk lesu hingga nyalinya menciut dengan berbagai kritikan pedas yang diungkapkan dalam rapat tersebut.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Apa yang membuat kita merasa tertarik dan bersimpati dengan berita viral ini? Kita merasa tertarik dan bersimpati, karena masih ada seorang anggota DPR RI yang bernama Ibu Anita Jacoba Gah, yang dengan gagah berani membela kepentingan rakyat. Kata-kata paling tepat untuk menggambarkan adegan kemarahan dari Ibu Anita ini adalah: “Keren”. Seharusnya semua anggota DPR RI harus bersikap seperti Ibu Anita ini. Berani dan tegas dalam melakukan evaluasi dan kritik membangun terhadap kinerja pemerintah yang buruk. Apalagi Ibu Anita adalah seorang wanita. Oleh karena itu anggota-anggota DPR RI yang laki-laki seharusnya tidak boleh kalah berani dan tegas daripada anggota-anggota DPR RI yang wanita.

Peristiwa anggota DPR yang murka terhadap kinerja yang buruk dari seorang Menteri sangat dihargai dan diapresiasi oleh rakyat. Sebenarnya rakyat juga merasa marah terhadap kinerja dari menteri-menteri pemerintahan pak Jokowi yang telah merugikan rakyat. Tetapi rakyat tidak bisa berbuat apa-apa, dan tidak mampu untuk mengekspresikan kemarahannya tersebut. Oleh karena itu, melihat apa yang sudah dilakukan oleh Ibu Anita terhadap pak Nadiem, membuat rakyat merasa puas dan senang, karena rasa kemarahan rakyat yang terpendam selama ini telah dilampiaskan dan diwakilkan oleh anggota-anggota DPR. Dan diharapkan DPR akan terus melanjutkan evaluasi yang cerdas dan kritik yang pedas terhadap kinerja-kinerja dan kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.

Kalau rakyat merasa sangat bangga dan kagum dengan sepak terjang dan keberanian dari anggota-anggota DPR untuk membela kepentingan rakyat. Di sisi lain, rakyat juga merasa sedih dan kecewa dengan kinerja anggota-anggota DPR yang telah luput memperhatikan nasib aspal Buton. Adapun aspal Buton adalah sumber daya alam yang terdapat di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Dan pada tahun 2024 sekarang ini, aspal Buton sudah berusia 1 abad. Tetapi mirisnya, deposit aspal alam yang sangat melimpah ini telah dibiarkan terpuruk sia-sia begitu saja. Padahal kalau memerintah mau memanfaatkan dan mengolah aspal Buton ini, maka pemerintah sudah tidak perlu mengimpor aspal lagi. Apakah DPR sudah tahu bahwa pemerintah sudah mengimpor aspal selama 45 tahun?

Mungkin kita perlu tahu juga alasan mengapa ibu Anita sangat begitu marah kepada pak Nadiem?. Adapun, kemarahan dan emosi dari ibu Anita ini tidak mampu terbendung lagi saat menemukan banyaknya anggaran pendidikan yang telah dialokasikan tidak sesuai dengan porsinya. Apabila kita bandingkan dengan kasus aspal Buton, maka yang seharusnya menjadi kemarahan besar dari para anggota DPR RI adalah mengapa pemerintah selama ini telah mengimpor aspal, padahal deposit aspal alam di Pulau Buton jumlahnya sangat melimpah? Adapun pertanyaan ini sudah sering ditanyakan kepada pemerintah. Tetapi belum ada jawabannya. Oleh karena itu, mungkin apabila DPR yang akan menanyakannya kepada pemerintah, maka pemerintah akan menjelaskannya dengan panjang lebar.

Apabila DPR ingin memanggil wakil pemerintah sehubungan dengan kasus aspal Buton ini, menteri siapakah yang pantas dan paling tepat akan diundang? Apakah menteri ESDM, menteri Perindustrian, atau menteri BUMN? Selama ini yang masih peduli dengan masalah aspal Buton adalah menteri PUPR, menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, dan menteri Investasi/Kepala BKPM. Jadi kelihatannya masalah aspal Buton ini tidak berada di bawah satu kementerian saja, sehingga terasa bahwa aspal Buton tidak mendapat perhatian yang seharusnya dari pemerintah. Mungkin DPR harus mengundang semua menteri-menteri yang disebutkan di atas agar permasalahan aspal buton akan menjadi terang benerang.

Kemarahan anggota DPR terhadap Mendikbudristek diharapkan akan terulang lagi pada saat DPR akan mengundang wakil-wakil pemerintah untuk beraudensi mengenai kasus aspal Buton. Apakah pemerintah dapat menjelaskan bahwa harga aspal impor lebih murah daripada harga aspal Buton ekstraksi? Padahal sudah ada studi kelayakan dari RTC Pertaminya yang menyatakan bahwa harga aspal Buton ekstraksi lebih murah daripada harga aspal minyak, atau aspal impor. Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan DPR yang mungkin akan sulit di jawab oleh pemerintah, antara lain adalah, pak Jokowi sudah memutuskan Indonesia akan stop impor aspal pada tahun 2024. Sudah sampai dimana progres dari upaya-upaya untuk mewujudkan keputusan tersebut?

Masihkah DPR peduli dengan aspal Buton? Bagaimana dengan anggota-anggota DPR yang berasal dari daerah Sulawesi Tenggara? Bagaimana dengan anggota-anggota DPR yang berasal dari daerah Sulawesi? Dan bagaimana dengan anggota-anggota DPR yang berasal dari daerah Indonesia bagian Timur? Apakah mereka masih memiliki hati nurani untuk aspal Buton yang telah terpuruk selama 1 abad? Rakyat Buton berharap sangat besar terhadap kinerja DPR untuk mampu mendorong mewujudkan Indonesia berswasembada aspal pada 2045.  

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua