Analisis Respon Frekuensi Menggunakan Bode Plot

Senin, 10 Juni 2024 07:39 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Dalam dunia telekomunikasi analog, memahami respon frekuensi dari sistem komunikasi sangat penting untuk memastikan performa optimal dan keandalan. Namun, banyak insinyur dan teknisi menghadapi tantangan dalam menganalisis dan menginterpretasikan perilaku sistem mereka dalam domain frekuensi.

Masalah umum yang sering muncul termasuk ketidakmampuan mengidentifikasi bandwidth yang tepat, sulitnya menilai stabilitas sistem, dan tantangan dalam optimasi filter dan amplifier. Di sinilah Bode Plot memainkan peran krusial.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Untuk menghasilkan Bode Plot dari komponen telekomunikasi analog seperti amplifier dan filter, langkah-langkah berikut dapat diikuti:

 

Pengukuran Respon Frekuensi: Menggunakan analisis spektrum atau alat pengukur frekuensi, respons frekuensi dari komponen diukur dengan memasukkan sinyal sinusoidal dengan berbagai frekuensi dan mencatat outputnya.

 

Plot Magnitude dan Fase:

Data yang diperoleh kemudian diubah menjadi Bode Plot, dengan satu grafik menunjukkan magnitude (dB) terhadap frekuensi (Hz) dalam skala logaritmik, dan grafik lainnya menunjukkan fase (derajat) terhadap frekuensi.

Fungsi Transfer:

Fungsi transfer H(s) dari sistem LTI dinyatakan sebagai:

H(s) = Y(s)/X(s)

di mana Y(s)) adalah keluaran dan X(s)) adalah masukan dalam domain Laplace

Magnitude dan Fase:

Magnitude |H(jω)| dan Fase ∠H(jω) dari fungsi transfer evaluasi pada s = jω

|H(jω)| = 20log10 |H(jω)|

∠H(jω) = tan-1 (Im(H(jω)) / (Re(H(jω))

<--more-->

Pembahasan:

 

Pengukuran Magnitude dan Fase:

Misalkan kita mengukur respon frekuensi dari amplifier analog dan filter low-pass. Hasil menunjukkan bahwa pada frekuensi rendah, gain amplifier konstan, tetapi mulai menurun saat mendekati frekuensi cut-off. Bode Plot menunjukkan titik di mana gain turun 3 dB dari nilai puncak, menunjukkan bandwidth dari filter tersebut.

 

Contoh Analisis Low-Pass Filter dan High-Pass Filter :

Untuk low-pass filter RC sederhana, fungsi transfernya adalah:

 H(jω) = 1 / 1+jωRC

Magnitude dan fase dari fungsi transfer ini adalah:

|H(jω)| = 1 / √1+(ωRC)2

∠H(jω) = -tan-1 (ωRC)

Low-Pass Filter

 

 

 

 

 

 

Untuk High-pass filter RC sederhana, fungsi transfernya adalah:

 H(jω) =jωRC/ 1+jωRC

Magnitude dan fase dari fungsi transfer ini adalah:

|H(jω)| = 1 / √1+(ωRC)2

∠H(jω) = -tan-1 (ωRC) - 90o

High-Pass Filter

 

 

 

 

 

Bandwidth:

Bandwidth adalah rentang frekuensi di mana sistem beroperasi secara optimal. Dalam Bode Plot, ini biasanya ditentukan dari frekuensi cut-off di mana gain mulai menurun signifikan. Bandwidth yang tepat penting untuk memastikan bahwa sistem dapat mentransmisikan sinyal tanpa distorsi yang signifikan.

 

Margin Gain dan Margin Fase:

Margin gain dan margin fase adalah indikator stabilitas sistem. Margin gain adalah jumlah gain tambahan yang dapat diterapkan sebelum sistem menjadi tidak stabil, sementara margin fase adalah jumlah perubahan fase yang dapat diterima sebelum ketidakstabilan terjadi. Bode Plot memudahkan identifikasi margin ini.

Margin Gain dan Margin Fase

 

 

 

 

 

 

Penerapan dalam Desain Sistem: Dalam desain sistem telekomunikasi analog, Bode Plot digunakan untuk mengoptimalkan filter dan amplifier. Dengan melihat bagaimana perubahan komponen mempengaruhi respon frekuensi, insinyur dapat menyesuaikan desain untuk mencapai performa yang diinginkan. Misalnya, jika analisis Bode Plot menunjukkan bahwa sistem memiliki margin fase yang rendah, penyesuaian dapat dilakukan untuk meningkatkan stabilitas.

 

 

Nyquist Plot adalah alat grafis lain yang digunakan dalam analisis sistem kontrol untuk menilai stabilitas sistem. Berbeda dengan Bode Plot yang memisahkan magnitude dan fase terhadap frekuensi, Nyquist Plot menggambarkan respons frekuensi sebagai kurva kompleks di bidang imajiner. Ini memungkinkan analisis visual dari karakteristik sistem termasuk jumlah titik kritik dan margin stabilitas.

Nyquist Plot membantu dalam menentukan stabilitas sistem dengan memeriksa jumlah lingkaran yang mengelilingi titik -1 pada bidang kompleks. Penggunaan Nyquist Plot, bersama dengan Bode Plot, memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang performa dan stabilitas sistem dalam domain frekuensi.

Kesimpulan:

Bode Plot adalah alat esensial dalam analisis dan desain sistem telekomunikasi analog. Dengan menyediakan visualisasi yang jelas dari respon frekuensi, Bode Plot memungkinkan insinyur untuk memahami dan mengoptimalkan kinerja sistem, mengidentifikasi bandwidth yang tepat, serta menilai dan meningkatkan stabilitas sistem. Penggunaan Bode Plot memastikan bahwa sistem telekomunikasi analog dapat beroperasi dengan keandalan dan efisiensi yang tinggi dan Nyquist Plot adalah alat grafis lain yang digunakan dalam analisis sistem kontrol untuk menilai stabilitas sistem. Berbeda dengan Bode Plot yang memisahkan magnitude dan fase terhadap frekuensi.

 

Referensi: 

Fadhly, Y.(2015). respon system dengan bode plot dan Nyquist, 1-9. https://www.slideshare.net/slideshow/respon-sistem-dengan-bode-plot-dan-nyquist/54758020

Veryanta.(n.d).Sistem Pengukuran Nyquist Bode Plot dengan Pendekatan Teoritis dan Eksperimental, 1-13.https://www.academia.edu/18667445/Journal_on_Bode_Plot_and_Nyquist

https://en.wikipedia.org/wiki/Bode_plot

https://www.geeksforgeeks.org/nyquist-plot/

 

 

 

 

 

Bagikan Artikel Ini
img-content
112022024 ROSSY FAUZAN RIDHO ILAHI

Mahasiswa Teknik Elektro Institut Teknologi Nasional - Elektronika Analog - Dosen Pembimbing : Ir.Rustamaji M.T.

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua