Tantangan Ekonomi Indonesia dan Demokrasi Pasca Pemilu

Rabu, 12 Juni 2024 08:14 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta dan Universitas Andi Sudirman (UNIASMAN) Bone mengadakan kuliah umum secara daring dengan tema "Perekonomian Indonesia: Tantangan Presiden Terpilih" pada Selasa (11/06/2024) pukul 11.00 - 13.00 WIB. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta melalui media Zoom Meeting, sebagai salah satu bentuk implementasi kerjasama antara kedua kampus tersebut.

Kuliah umum ini menghadirkan dua narasumber utama yaitu Rektor UWM Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dan dosen UNIASMAN Prof. Dr. Phil. Sukri, M.Si. Kedua akademisi tersebut membahas berbagai tantangan yang akan dihadapi oleh presiden terpilih dalam mengelola perekonomian Indonesia yang saat ini sedang mengalami berbagai tekanan.

Dalam paparannya, Prof. Edy menyoroti tantangan berat yang menunggu presiden terpilih. Beliau mengungkapkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebanyak 3.64% bulan ini, menunjukkan bahwa banyak investor yang menarik dananya ke luar negeri. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Lebih lanjut, Prof. Edy menekankan bahwa beban hutang dalam negeri dan luar negeri juga menjadi perhatian serius. Pemerintahan yang baru harus membayar nilai obligasi sebesar 3.086 triliun rupiah. "Kebutuhan fiskal tidak ringan, walaupun program yang diusulkan baik seperti perpindahan ibukota, program makan siang gratis, dan program kartu kesejahteraan sosial lainnya," ucap Ketua Dewan Pakar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) ini.

Meski skeptis terhadap beberapa target yang dicanangkan oleh presiden terpilih, Prof. Edy tetap menyimpan harapan. "Saya skeptis tetapi tidak pesimis. Perekonomian Indonesia sedang tidak baik-baik saja, tetapi bukan mustahil untuk mencapai target jika strategi yang tepat diterapkan," tambahnya, seraya mengingatkan bahwa ICOR Indonesia yang tinggi dan peringkat ease of doing business yang rendah dibanding negara ASEAN lainnya harus segera diatasi.

Sementara itu, Prof. Sukri menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam sistem demokrasi pasca pemilu. "Kedaulatan rakyat merupakan dasar utama dari demokrasi, yang memerlukan kekuasaan untuk mengatur kehidupan masyarakat secara efektif," tegasnya. Demokrasi yang ideal menurut beliau adalah yang memungkinkan kebebasan berekspresi dan mencerminkan kehendak rakyat dengan penekanan pada standar etika dan moral.

Prof. Sukri juga menekankan pentingnya pengaturan terhadap sisi negatif manusia melalui hukum. "Partisipasi aktif masyarakat dalam pelaksanaan hukum dan aturan demokrasi adalah kunci untuk mewujudkan demokrasi yang sehat dan adil," tambahnya. Beliau menegaskan bahwa pemilu bukan hanya proses politik, tetapi juga sarana untuk mengimplementasikan kedaulatan rakyat secara nyata, memastikan bahwa individu yang memegang kekuasaan menjalankan tugasnya dengan prinsip etika dan moral yang tinggi.

Kerjasama antara UWM dan UNIASMAN ini diharapkan dapat terus menghasilkan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas demokrasi serta perekonomian di Indonesia.

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler