Siapa Berani Stop Impor Aspal?

Rabu, 12 Juni 2024 14:50 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Apakah pak Prabowo berani mewujudkan Indonesia berswasembada aspal?. Sehingga dengan demikian Indonesia sudah tidak perlu mengimpor aspal lagi.

Ada sebuah berita viral yang sudah lama, tetapi mungkin sampai saat ini masih belum basi. Beritanya masih hangat. Berita apakah itu? Mengutip dari presidenri.go.id, tanggal 27 September 2022, dengan judul: “Potensi Aspal di Buton Besar, Presiden Jokowi Putuskan Impor Aspal”, presiden Joko Widodo menyampaikan secara tegas akan menyetop impor aspal, hal tersebut dikarenakan potensi aspal yang ada di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, dinilai sangat besar. Namun produksinya tidak berjalan.

“Sehingga tadi sudah kita putuskan, dua tahun lagi, tidak ada impor aspal,” tegas Presiden dalam keterangannya kepada awak media di pabrik aspal PT Wika Bitumen, Kabupaten Buton, pada Selasa, 27 September 2022.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Berita ini masih belum kadaluarsa, masih hangat. Karena pak Jokowi telah memutuskan akan menyetop impor aspal dua tahun lagi dari tahun 2022. Sekarang sudah tahun 2024. Berarti dalam tahun 2024 ini juga pak Jokowi akan memutuskan stop impor aspal. Tetapi mirisnya, sampai sakarang ini masih belum terdengar ada tanda-tanda dan upaya-upaya pemerintah untuk mau mewujudkan keputusan presiden tersebut. Apakah karena pak Jokowi terlalu sibuk mengurus pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), sehingga pak Jokowi telah lupa mewujudkan keputusannya untuk stop impor aspal pada tahun 2024?.

Pak Jokowi sebentar lagi, pada akhir bulan Oktober 2024, akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Presiden RI. Dan akan digantikan oleh presiden terpilih, pak Prabowo Subianto. Jadi pak Jokowi masih memiliki 4 bulan lagi untuk mewujudkan keputusannya untuk stop impor aspal. Apakah mungkin dalam waktu yang tinggal 4 bulan lagi ini cukup untuk mewujudkan keputusan stop impor aspal? Tentu saja tidak mungkin. Oleh karena itu, sebaiknya pak Jokowi harus segera menyerah terimakan keputusan ini kepada pak Prabowo, sebagai presiden baru. Tetapi pertanyaannya sekarang adalah, apakah pak Prabowo mau menerima keputusan yang telah diambil oleh pak Jokowi?

Mungkin yang perlu pak Prabowo pahami adalah bahwa keputusan pak Jokowi untuk stop impor aspal itu adalah keliru. Mengapa salah? Karena bagaimana mungkin Indonesia mampu stop impor aspal, apabila Indonesia sendiri masih belum mampu berswasembada aspal? Oleh karena itu, keputusan pak Jokowi untuk stop impor aspal harus diganti dengan keputusan pak Prabowo untuk Indonesia berswasembada aspal. Adapun, apabila Indonesia sudah mampu berswasembada aspal, maka secara otomatis tanpa harus membuat sebuah keputusan presiden, aspal impor sudah akan berhenti dengan sendirinya.

Mungkin yang perlu pak Prabowo pikirkan dengan seksama bersama dengan para menterinya adalah kapan Indonesia akan mampu berswasembada aspal? Untuk menjawab pertanyaan ini, pak Prabowo harus berupaya semaksimal mungkin agar Indonesia mampu berswasembada aspal secepatnya. Mengapa harus secepatnya? Karena masa jabatan seorang presiden adalah selama 5 tahun. Maka target yang harus dibuat oleh pak Prabowo agar Indonesia mampu berswasembada aspal adalah pada tahun 2029 akhir. Dengan demikian apabila upaya-upaya dari proses dan perkembangan untuk mewujudkan Indonesia mampu berswasembada aspal ini sudah kelihatan ada manfaat dan keuntungannya bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, maka ada kemungkinan besar pak Prabowo akan dipilih kembali pada Pemilihan Presiden tahun 2029.

Adapun yang perlu pak pak Prabowo pahami dengan baik adalah bahwa masalah keinginan rakyat Buton untuk Indonesia berswasembada aspal ini adalah masalah yang sangat sulit dan hampir tidak mungkin bisa dilaksanakan. Dengan perkataan lain adalah: “Mission Impossible”. Bagaimana ceritanya ini? Karena Indonesia sudah hampir 79 tahun merdeka, dan sudah 8 kali berganti presiden, tetapi mirisnya, Indonesia masih belum mampu berswasembada aspal. Coba pak Prabowo pikirkan sendiri, apa kira-kira penyebabnya? Apakah karena harga aspal impor lebih murah daripada harga aspal Buton ekstraksi yang kualitasnya setara? Atau ada masalah-masalah lain yang masih menjadi misteri?

Untuk menjawab pertanyaan ini, mungkin pak Prabowo perlu menanyakan hal ini kepada pak Jokowi. Mengapa pak Jokowi tidak mampu mewujudkan keputusannya untuk stop impor aspal pada tahun 2024? Hal-hal besar dan sulit apa yang telah menyebabkan pak Jokowi harus mengingkari janjinya? Dan hal-hal besar dan sulit apa saja yang telah menyebabkan para menterinya juga diam saja, setelah mengetahui bahwa pak Jokowi telah gagal mewujudkan stop impor aspal pada tahun 2024. Dengan mengetahui apa sejatinya inti masalah ini, maka diharapkan ke depannya pak Prabowo tidak akan mau mengulangi kesalahan yang sama.

Apakah pak Prabowo sudah pernah memikirkan mengapa Indonesia harus mampu berswasembada aspal? Masalah ini tidak pernah terpikirkan oleh presiden-presiden sebelumnya. Karena paradigma mereka selama ini adalah bahwa impor aspal itu lebih murah daripada berswasembada aspal. Oleh karena itu aspal Buton selama ini telah dibiarkan terpuruk dan membusuk. Adapun paradigma ini sekarang sudah tidak berlaku lagi. Tinggal mitos. Harga aspal impor jauh lebih mahal daripada aspal Buton ekstraksi yang kualitasnya setara. Hal ini telah diperkuat berdasar data ilmiah dan terpercaya dari hasil studi kelayakan yang telah dilakukan oleh RTC pertamina.

Setelah sekarang pak Prabowo mempunyai pekerjaan rumah untuk segera mewujudkan keinginan rakyat Buton agar Indonesia mampu berswasembada aspal, apa program kerja pak Probowo di dalam 100 hari pertama menjabat sebagai presiden RI ke 8? Mohon pak Prabowo datang berkunjung ke Pulau Buton, di Sulawesi Tenggara. Tanyakan kepada rakyat di sana, apabila Indonesia sudah mampu berswasembada aspal dengan memanfaatkan dan mengolah aspal Buton, apa harapan mereka? Mungkin mereka akan berkata: “Mohon laksanakan segera rencana ini pak Prabowo. Kami sudah menunggu terwujudnya “keajaiban” ini selama 79 tahun Indonesia merdeka. Sekarang jangan banyak pertimbangan lagi. Just do it!”.

Apakah pak Prabowo sudah paham apa yang diinginkan dan dimaksudkan oleh rakyat Buton dengan perkataannya itu? Adapun mereka tidak meminta macam-macam. Mereka hanya meminta satu hal saja. Yaitu meminta agar pak Prabowo berani mewujudkan Indonesia berswasembada aspal. Sehingga dengan demikian Indonesia sudah tidak perlu mengimpor aspal lagi. Apakah pak Prabowo berani?

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua