Kekerasan terhadap Perempuan di Negara-negara Arab

Kamis, 13 Juni 2024 07:22 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

BBC Arabic mepaparkan bahwa satu dari empat pembunuhan di Yordania disebabkan oleh kekerasan dalam rumah tangga, Interbational Republican Institute menemukan 89% warga Yordania memandang kekerasan berbasis gender semakin parah di negara ini.

Kekerasan terhadap perempuan di negara Arab

Kekerasan terhadap perempuan merupakan hal yang hampir sering kita dengar. Kekerasan terhadap perempuan  secara umum digolongkan ke dalam bentuk kekerasan fisik, psikis, ekonomi, dan seksual. Secara budaya perempuan  sering diposisikan inferior, dan kekerasan yang dialami oleh perempuan bukan hanya menjadi sebuah insiden yang unik atau hanya terjadi sekali, banyak diantaranya yang berlangsung hingga beberapa dekade, dan juga kekerasan ini jarang dilaporkan keran banyak faktor yang mempengaruhi korban, seperti malu jika terungkpa atau justru takut disalahkan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kasus kekerasan terhadap perempuan di berbagai negara Arab dan Islam, menunjukan bahwa faktor budaya yang dimodifikasi  dengan ajaran agama memainkan  peranan penting dalam menentukan benar tidaknya kekrasan yang dilakukan. Dalam masyrakata  Arab meskipun segala kekerasan yang terjadi diluar keluarga dianggap sebuah kejahatan  dan dikutuk, tetapai segala bentuk kekerasan yang terjadi dalam keluarga dianggapa sebagai urusan pribadi bahkan oleh korban sendiri. Hal inilah yang membuat banyak kekerasan yang  terjadi dalam keluarga dianggapa sebagai masalah pribadi.

Dikutip dari Un Women, kekerasan terhadap perempuan secara global, diperkirakan 236 juta perempuan – hampir  satu dari tiga – telah menjadi sasaran kekerasan fisik dan/ atau seksual yang dialami oleh pasangan intim, kekerasan seksual yang dilkukan bukan oleh pasangan, atau keduanya setidaknya seklai dalam hidup mereka. Dr. Maryam bekerja unutk SOS Children’s Villages melalui BBC Arabic mengatakan “banyak suami yang memukuli istrinya karena mengira itulah yang menajdikan mereka laki-laki, bukan karena mereka orang jahat”.

Dalam BBC Arabic dipaparkan bahwa satu dari empat pembunuhan di Yordania disebabkan oleh kekerasan dalam rumah tangga, Interbational Republican Institute (IRI), sebuah organisasi yang berbasis di AS, menumukan bahwa 89 persen warga Yordania memandang kekerasan berbasis gender, sebagai permasalahan yang semakin parah di negara ini. Kekerasan domestik terhadap perempuan masih menjadi permasalahan yang tinggi dikalangan masyarakat, hal ini dikarenakan kekerasan tersebut masih dianggap “normal” di banyak kalangan masyaraka.

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2019 menunjukan prevelensi kekerasan emosional/psikologi seumur hidup adalah 19 – 74% dalam penelitian berbasis fasilitas daan 5 – 49% dalam penelitian berbasis populasi.

Remaja putri dalam rentang umur 17 – 28 mengalami lebih banyak pelecehan seksual dibandingkan dengan perempuan yang sudah berumuh lebih tua, dikutip melalui Arab Barometer, frekuensi dari pelecehan seksual yang dialami oleh perempuan berumur 17 – 28 tahun selama 12 bulan terakhir pada tahun 2019 menunjukan bahwa pelecehan terjadi sebanyak  52%. Mengutip dalam UNFPA Yordania menyebutkan kekerasan berbasis gender adalah masalah yang signifikan di Yordania, diamana perempuan dan anak perempuan mengalami berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi karena gender mereka. Pemerintah Yordania telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi kekerasan berbasis gender, termasuk mengeluarkan kebijakan undang-undang, dan meningkatkan kesadaran melalui kampanye publik.  Dalam Un Women dikatakan bahwa, secara globa, 6% perempuan melaporkan bahwa mereka pernah menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh orang lain selain suami atau pasangannya. Namun, prevelensi sebenarnya dari kekerasan seksual yang dilakukan oleh non -pasangan  kemungkinan besar akan jauh lebih tinggi, mengingat stigma yang terkait dalam bentuk kekerasan ini.

Kekerasan terhadap perempuan yang dilakukan oleh suami dan orang terdekat seperti keluarga, mejadi salah satu momok yang paling menakutkan yang dirasakan perempuan. Intimidasi yang dirasakan oleh para perempuan membuat perempuan sebagai korban kekerasan merasa takut untuk meminta bantuan dari orang sekitar ataupun dengan instansi terkait, hal ini dikarenakan masalah yang terjadi didalam keluarga adalah suatu privasi yang tidak boleh di campuri oleh orang-orang yang berada di luar keluarga. Budaya Patriaki yang masih kuat, menyebabkan pemutusan rantai kekerasan terhadap perempuan sulit untuk dihilangkan.

Kekerasan yang terjadi pada perempuan di seluruh dunia seharusnya menjadi salah satu isu yang harus terus diangkat dan digaungkan. Para perempuan memiliki hak penuh untuk hidup dengan tenang dan aman, jauh dari bayang-bayang kekerasan, dan menjadikan rumah sebagai tempat yang paling aman, buka sebaliknya menjadi tempat yang paling menakutkan.

 

 

Sumber:

Bouhlila, D. S. (2019). Sexual harassment and domestic violence in the Middle East and North Africa. Arab Barometer. December. https://www.arabbarometer.org/wp-content/uploads/Sexual-Harassement-Domestic-Violence-Arab-Citizens-Public-Opinion-2019.pdf

Cahyani, R. W., Indoensia, P. B., & Peradaban, U. (2022). Kekerasan terhadap perempuan dalam kumpulan cerpen. 2(1), 86–100.

Elghossain, T., Bott, S., Akik, C., & Obermeyer, C. M. (2019). Prevalence of intimate partner violence against women in the Arab world: A systematic review. BMC International Health and Human Rights, 19(1), 1–16. https://doi.org/10.1186/s12914-019-0215-5

Haddad, L. G., Shotar, A., Younger, J. B., Alzyoud, S., & Bouhaidar, C. M. (2011). Screening for domestic violence in Jordan: Validation of an Arabic version of a domestic violence against women questionnaire. International Journal of Women’s Health, 3(1), 79–86. https://doi.org/10.2147/IJWH.S17135

Purwanti,  sumy hastry. (2021). kekerasan seksual pada perempuan solusi integratif dan forensik klinik.

Ritonga, D. S. (2019). Kekerasan Terhadap Perempuan Di Negara-Negara Arab Dan Islam. Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender, 11(1), 62–75. https://doi.org/10.15408/harkat.v15i1.10431

BBC Arabic, dibalik pintu tertutup: kekerasan terhadap perempuan

UNDP Arab States, united to eliminate violance against women in the arab region

UNFPA Jordan, gender based violence and harmful practices

 

 

 

 

 

 

Bagikan Artikel Ini
img-content
suci mentari

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler