Penyuluhan anti-Bullying dan Gangguan Kecemasan Remaja di Medokan Semampir, Surabaya

Kamis, 13 Juni 2024 07:24 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Surabaya, 12 Juni 2024 – Program penyuluhan anti-bullying dan gangguan kecemasan  yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya telah berhasil  meningkatkan pemahaman dan keterampilan remaja di RW 03 Medokan Semampir dalam  menghadapi bullying dan kecemasan. Program ini diadakan sebagai bagian dari upaya untuk  menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi remaja, serta mengurangi dampak  negatif bullying terhadap kesehatan mental mereka.

Stop bullying dan Gangguan Kecemasan

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Penelitian yang dipimpin oleh Naufal Herari Z., Putri Khusnul K., dan Firman F. ini  menggunakan metode presentasi, diskusi kelompok, dan simulasi untuk menyampaikan materi.  Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta tentang definisi, bentuk,  dan konsekuensi bullying serta strategi mengatasi kecemasan. Partisipasi aktif dalam diskusi  dan simulasi situasi bullying mendorong pertukaran ide dan pengalaman antar peserta,  memperkuat pemahaman kolektif tentang pentingnya mencegah bullying dan mengatasi  gangguan kecemasan. 

Anti-bullying dan Gangguan Kecemasan

Sebelum mengikuti penyuluhan, mayoritas peserta memiliki pemahaman yang terbatas  mengenai dampak negatif bullying dan cara mengatasi kecemasan. Namun, setelah  penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman mereka. Peserta juga 

menunjukkan peningkatan rasa percaya diri dalam menghadapi situasi bullying dan  kemampuan untuk mengenali tanda-tanda gangguan kecemasan pada diri sendiri maupun  teman-teman mereka. 

Survei kuisioner yang dilakukan setelah penyuluhan menunjukkan bahwa peserta lebih  termotivasi untuk melaporkan insiden bullying dan mencari bantuan jika dibutuhkan. Hasil  penelitian ini menunjukkan bahwa bullying memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan  mental remaja, khususnya dalam meningkatkan tingkat gangguan kecemasan. Responden yang  mengalami bullying secara rutin memiliki tingkat kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan  mereka yang mengalami bullying dengan frekuensi lebih rendah. 

Acara ini menekankan pentingnya dukungan dari keluarga, sekolah, dan komunitas  untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi remaja. Dengan adanya  kolaborasi berbagai pihak, diharapkan dapat tercipta strategi yang efektif untuk menangani dan  mencegah bullying serta mendukung kesejahteraan psikologis remaja. 

Mahasiswa yang terlibat dalam program ini juga mendapatkan manfaat besar, termasuk  kemampuan bersosialisasi, membangun hubungan baik dengan masyarakat, dan  mengimplementasikan teori yang dipelajari di bangku kuliah. Program ini diharapkan dapat  diadopsi oleh komunitas lain sebagai model dalam memerangi bullying dan mengurangi  gangguan kecemasan di kalangan remaja. 

Kesimpulannya, penyuluhan anti-bullying dan gangguan kecemasan di RW 03  Medokan Semampir Surabaya berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan remaja  dalam menghadapi kedua masalah tersebut. Rekomendasi diberikan untuk melanjutkan  program serupa di lingkungan lain dan memperkuat kerja sama dengan komunitas untuk  mencapai dampak yang lebih luas dalam melindungi kesehatan mental remaja. 

#UntagSurabaya #KitaUntagSurabaya 

#UntukIndonesia #UntagSurabayaKeren #EcoCampus 

#Kampuskompeten

Bagikan Artikel Ini
img-content
Naufal Herari Zaulino

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
Lihat semua