Mahasiswa KKN Untag Surabaya Ubah Ikan Bandeng Menjadi Nugget, Abon, dan Kaldu Bubuk di Desa Kedung Peluk

Jumat, 14 Juni 2024 07:48 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Inovasi Mahasiswa KKN Untag Surabaya Sulap Ikan Bandeng Menjadi Nugget, Abon, dan Kaldu Bubuk: Ibu-ibu Desa Kedung Peluk Antusias Ikuti Pelatihan dan Rebut Doorprize Chopper

Sidoarjo, Jawa Timur - Semangat inovatif Dinda Ayu Septianing W. (Manajemen) bersama dengan Dorifahtu Afirstantian M. (Akuntansi) dan Herny Ria M. (Akuntansi), mahasiswi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag Surabaya), membawa inovasi bagi Desa Kedung Peluk, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Jawa Timur. Selama KKN 12 hari, Dinda bersama kelompoknya memberdayakan masyarakat melalui pengolahan ikan bandeng menjadi produk bernilai ekonomis tinggi.

Dinda jeli melihat potensi yang belum tergarap. Meski banyak warga berprofesi sebagai petani tambak, olahan ikan bandeng justru terbilang terbatas. "Bandeng cabut duri, kerupuk ikan, dan otak-otak adalah olahan yang biasa ditemui di sini. Padahal, ikan bandeng punya potensi besar untuk diolah menjadi produk yang lebih beragam dan menguntungkan," ujar Dinda.

Tak ingin tinggal diam, Dinda bersama rekan KKN Untag Surabaya menginisiatifkan program pelatihan pengolahan ikan bandeng. Para warga desa diajak untuk membuat nugget ikan, abon bandeng, dan kaldu bubuk dari tulang ikan.

Program ini disambut antusias luar biasa, terutama oleh ibu-ibu Desa Kedung Peluk. Ruang aula desa disulap menjadi dapur mini yang dipenuhi semangat belajar. Ibu-ibu tak hanya menyimak presentasi, namun juga aktif mempraktekkan setiap langkah pembuatan produk. Suasana semakin seru dengan sesi tanya jawab yang interaktif.

Puncaknya, Dinda dan tim KKN Untag Surabaya mengadakan sesi berbagi pengalaman. Para ibu yang sudah pernah mencoba membuat nugget di rumah didorong untuk maju dan menceritakan prosesnya. Tak hanya cerita sukses, pengalaman gagal pun turut dibagikan dan didiskusikan bersama.

Momen ini tak hanya mempererat hubungan warga dan mahasiswa, tapi juga melahirkan inovasi baru. Ibu bernama Bu Zumrotul yang berani tampil maju bercerita tentang pengalamannya membuat nugget dengan campuran wortel parut, misalnya, menuai banyak pujian.

Antusiasme yang tinggi ini berlanjut ke pengundian doorprize. Hadiah utama, sebuah chopper, menjadi rebutan para peserta. Suasana riuh rendah saat pemenang diumumkan. "Bu Zumrotul selamat! Chopper ini semoga bisa membantu Ibu dalam membuat kreasi nugget bandeng yang lebih bervariasi di rumah," ujar Dori selaku ketua sub kelompok kecil saat menyerahkan hadiah.

Program KKN ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi masyarakat Desa Kedung Peluk. Peningkatan pendapatan dan peluang usaha baru menjadi harapan utama. Dinda dan tim KKN Untag Surabaya, tak lupa berharap agar semangat dan inovasi mereka dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat desa.

 

#kknuntagsurabaya #kknuntag2024 #kitauntagsurabaya #kampusmerdeka 

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler