Kita Pasti Menuai Apapun yang Kita Tabur

Jumat, 14 Juni 2024 14:47 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Pasti, kita akan menuai apa yang kita tabur. Dan bila kita belum menanam apapun maka kita tidak akan menuai apapun. Jadilah literat!

Mungkin masih banyak yang belum percaya bahwa kita akan menuai apa yang kita tabur. Apapun yang terjadi di masa depan adalah konsekuensi atas apa yang dilakukan hari ini. Begitu pula, apa yang raih hari ini pun adalah hasil dari yang dikerjakan kemarin. Jadi, segala sesuatu yang terjadi adalah hasil dari hal-hal yang telah kita lakukan di masa lalu. Kita hari ini adalah produk dari masa lalu kita sendiri, bukan karena orang lain.

Seperti yang dialami TBM Lentera Pustaka hari ini. Adalah hasil dari komitmen dan konsistensi berliterasi sejak 7 tahun lalu. Anak-anak yang datang dan rajin membaca sekarang adalah buah dari cara dan jerih payah mengelola taman bacaan kemarin-kemarin. Relawan yang ada adalah buah dari cara yang dipilih TBM dalam memperlakukan relawannya. Apa yang dituai hari ini, pasti erat hukumnya dengan yang ditabur kemarin.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tidak usah khawatir. Kita pasti menuai apa yang kita tabur. Tenang saja dan tetaplah berbuat baik. Teruskan menebar manfaat di mana pun. Baik atau buruknya kita bukan kata orang. Tapi dari apa yang kita kerjakan.

Entah kenapa, banyak orang ketika disakiti, inginnya balik menyakiti. Ketika ada orang membenci inginnya kita langsung balik membenci. Saat ada orang yang berbuat jahat, kita pun ingin membalasnya. Tenang saja, tidak usah membalas apapun. Karena hukumnya sederhana, walaupun kita tidak membalasnya kelak akan ada balasan dari orang lain atau balasan dari Allah langsung.

Sudah tegas kok dalilnya, "Jika berbuat baik, (berarti) kamu telah berbuat baik untuk dirimu sendiri. Jika kamu berbuat jahat, (kerugian dari kejahatan) itu kembali kepada dirimu sendiri (QS. Al Isra:7). Jadi, ketika kita melakukan kejahatan di mana pun dan kepada siapapun pasti kita akan menerima balasannya, cepat atau lambat. Itulah yang disebut "karma". Dan ketika kita di masa lalu, banyak melakukan hal-hal yang negatif. Maka bisa jadi di masa depan Allah timpahkan ujian, cobaan bahkan musibah.

Saat membaca buku, kita perlu memilih buku-buku bacaan yang baik dan berkualitas. Saat berteman pun kita harus pandai memilih teman. Bahkan lingkungan pergaulan pun harus dipilih yang baik dan sehat, bila tidak pasti akan "sakit". Persis seperti bercocok tanam di kebun, apa yang kita tuai bergantung dari apa yang kita taburkan. Sangat ridak mungkin kita menanam semangka, tapi yang kita tuai adalah buah mangga.

Maka hati-hati, apa yang kita tabur dalam hidup ini pasti berakibat langsung atas apa yang kita terima di masa yang akan datang. Segala perbuatan dan tingkah laku kita memiliki akibatnya, dan suatu saat kita harus mempertanggungjawabkannya. Maka di sinilah pentingnya introspeksi diri atau muhasabah.

 

Kita maunya mengejar dunia dan fisik. Uang, rumah, harta dan lainnya. Tapi lupa berpikir tentang berkahnya atau manfaatnya. Uang banyak tapi tidak ada berkahnya ya ludes tidak karuan. Harta banyak tapi tidak ada manfaatnya buat apa? Ilmu juga begitu, untuk apa tinggi-tinggi bila tidak bisa dibagi ke orang lain?

 

Mungkin, dari awal kita hanya menuntut ilmu cuma untuk mengejar dunia. Bukan untuk membantu orang lain, bukan jadi jalan untuk menuju ke surga-Nya. Ilmu yang tidak berkah, tidak pula bermanfaat. Hati-hati ...

 

Ingat, kita akan menuai apa yang kita tabur. Dan bila kita belum menanam apapun maka kita tidak akan menuai apapun. Salam literasi #TBMLenteraPustaka #BacaBukanMaen #TamanBacaan

 

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
Lihat semua