Menyoal Viralnya Buku Gibran The Next President, Awal Kecurigaan Politik

Sabtu, 15 Juni 2024 07:11 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Duet Prabowo-Gibran berpotensi menjadi dua matahari kembar dalam periode kabinet baru. Duet ini menyimpan potensi ledakan politik yang keras. keduanya menyimpan kepentingan politik yang tidak bisa terdeteksi. Buku Gibran The Next President menjadi awal perang asimetris antara Pranowo dan Gibran.

Belum reda isu aksi Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka membagikan buku bersampul Jan Ethes di SDN Margorejo VI Surabaya, Jawa Timur, namanya kembali nyundul di jagat maya dengan viralnya launching buku berjudul Gibran The Next President. Sebelumnya, pembagian buku bersampul gambar Jan Ethes itu sudah viral dan menjadi menjadi sorotan publik.

Viralnya buku tersebut diuber oleh Ahmad Bahar. Penulis Alumni UGM ini kembali menulis buku terbarunya, dengan judul Gibran The Next President “Aku bukan anak kecil, Aku bukan anak ingusan, Aku adalah Gibran.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ia sebelumnya pernah menulis buku Menang Ora Opo-Opo Kalah Yo Wis yang juga membahas Gibran Rakabuming Raka. Buku tersebut terbit pada 2020, tahun yang sama saat putra sulung Presiden Joko Widodo itu maju sebagai Wali Kota Solo.

Buku yang ditulis oleh Ahmad Bahar itu rencananya akan diluncurkan hari ini, Jumat 14 Juni 2024 di Hotel Solia Zigna, Solo. Namun dibatalkan.

Kabar dibatalnya acara launching buku tersebut, beredar melalui sebuah surat pemberitahuan yang tersebar di media social X sejak Kamis kamarin 13 Juni 2024.

"Melalui surat pemberitahuan ini kami sampaikan bahwa acara tersebut batal diselenggerakan," tulis surat pemberitahuan tersebut.

Panitia event tersebut juga meminta maaf atas pembatalan lanching buku itu. Namun tidak ada keterangan jelas alasan pembatalan launching buku putra Presiden Jokowi itu.

"Harap kami semoga membatalan ini tidak menjadikan presiden buruk bagi semua pihak yang berkepentingan untuk tetap bekerja sama di acara yang akan datang," katanya.

 

Namun, acara peluncuran Gibran The Next President “Aku bukan anak kecil, Aku bukan anak ingusan, Aku adalah Gibran” tetap dilaksanakan di Anak Panah Kopi Bizz Keprabon Solo, Jumat 14 Juni 2024.

 

Saya selalu sesama penulis disamping juga mewakili sebagai Ketua Relawan dan juga Mantan Caleg DPR RI yang diundang khusus Ahmad Bahar mengungkapkan tidak ada permasalahan dengan Gibran menuju presiden. Itu hak politik pribadi dan dipayungi oleh UU juga. 

Dipertegaskan lagi kehadiran Saya karena undangan khusus, kebetulan Kita satu Alumni UGM dan juga punya hubungan khusus sesama penulis. Saya menyoroti dalam perspektif politik di buku yang ditulis oleh AHMAD Bahar. 

 

Silahkan saja, monggo saja, Gibran jadi cawapres bahkan mungkin capres seperti bukunya Ahmad Bahar. Hanya perlu diingat, ada dua hal Gibran harus menjadi cawapres dua periode dan Gibran rela menjadi narapidana politik. Acara tersebut dikemas dalam peluncuran Gibran The Next President “Aku bukan anak kecil, Aku bukan anak ingusan, Aku adalah Gibran” di Anak Panah Kopi Bizz Keprabon Solo, Jumat 14 Juni 2024.

 

Saat disinggung soal Gibran harus menjadi cawapres dua periode. Saya menyampaikan bisa jadi di masa Pemilu 2029, Gibran bisa menggandeng capres Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo atau melanjutkan Prabowo Subianto. 

 

Gibran harusnya menjadi politik tanguh dulu seperti misalnya Gibran rela menjadi narapidana politik. Heru mengambil contoh Nelson Mandela yang harus menanggung risiko menghabiskan seperempat abad lebih hidupnya di dalam penjara yang terletak di Pulau Robben, Cape Town yang kemudian dipindahkan ke Penjara Pollsmoor, Afrika Selatan.

 

Mandela menggunakan pengetahuan hukumnya untuk mengkritisi masalah penindasan, pelecehan dan kekerasan terhadap bangsa kulit hitam melalui tulisan yang ia kirimkan kepada pengacara-pengacara di Afrika Selatan. 

 

 Mandela, Gibran yang diidolakan generasi Z bahwa sejarah Indonesia itu sejarah angkatan muda. Angkatan tua itu jadi beban. Menurutnya hanya kalangan muda yang mampu menggerakkan sejarah, melakukan perubahan. Lihat saja tetralogi Buru karya Pramoedya yang mengisahkan tentang Minke, seorang murid sekolah menengah yang kemudian sadar akan posisi bangsanya lalu merintis pembangunan organisasi kebangsaan di Indonesia.

 

Ditambahlan di garda Kepemudaan dalam sejarah politik Indonesia selalu terkait dengan semangat penuh vitalitas dan revolusioner. Bahkan ada yang menempatkannya sebagai aktor sejarah yang berperan sentral karena posisinya dalam berbagai peristiwa selalu dramatis dan lebih seru. 

 

Gibran harus memperkuat kepribadian baik secara lahir dan batin, sehingga mampu menjadi spektrum politisi yang kokoh di masa yang akan datang.

 

Catatan kritis jika pertarungan kontestasi politik 2024-2029 tidak bisa ditebak dan kemungkinan terjadinya depolitisasi Jokowi dan mempengaruhi performa politik Gibran yang menyebabkan Gibran dilengserkan. 

 

Apakah Gibran sanggup menghadapi tekanan circle politik yang tidak menguntungkan? Inilah ujian sesungguhnya seorang Gibran jika situasi politik dalam skenario terburuk. Gibran harus survive dan mampu pegang kendali dan muncul sebagai pemimpin yang mampu ambil resiko. Jika Gibran berhasil, seleksi alam tersebut akan membawakan alam kesadaran politik Gibran komplit. 

Bagikan Artikel Ini
img-content
Heru Subagia

Penulis, Pengamat Politik dan Sosial

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
Lihat semua