Lampu Kuning untuk Impor Aspal

Sabtu, 15 Juni 2024 19:22 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Mmengapa, sih, pemerintah tidak mau segera beralih kepada aspal Buton? Apakah mahalnya harga aspal impor tidak berarti apa-apa bagi pemerintah?

Pada tanggal 14 Juni 2024, kurs Dollar terhadap Rupiah sudah mencapai Rp 16.480. Kurs ini merupakan kenaikan kurs tertinggi selama ini. Pada tanggal 22 Mei 2024, kurs Dollar baru mencapai Rp 16.000. Jadi kelihatannya ada tren kurs Dollar akan naik terus.

Mengapa kita harus peduli dengan adanya kenaikan kurs Dollar ini? Karena Indonesia adalah salah satu negara pengimpor aspal terbesar di dunia. Kebutuhan aspal di dalam negeri sebagaian besar harus dipenuhi dengan cara mengimpor aspal. Dengan adanya kenaikan kurs Dollar ini, tentu saja harga aspal impor di dalam negeri akan semakin mahal. Adapun  kenaikan kurs Dollar ini akan berhenti sampai kapan? Dan apakah mungkin akan turun lagi ke keadaan semula di sekitar Rp 15.000? Rasanya akan sulit untuk bisa diramalkan. Karena hal ini diakibatkan oleh faktor ekonomi global yang di luar kendali pemerintah Indonesia.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Setelah kita tahu bahwa harga aspal impor akan semakin mahal dengan adanya tren kenaikan kurs Dollar ini, apa yang harus pemerintah lakukan? Apakah mengamati terus kenaikan kurs Dollar ini sampai mencapai Rp 20.000, baru akan melakukan sesuatu untuk mencari alternatif lain pengganti aspal impor? Seharusnya pemerintah harus lebih sensitif dan cerdas lagi membaca tanda-tanda alam ini. Bahwa kenaikan kurs Dollar ini sejatinya tidak berdampak langsung terhadap produk aspal impor saja, tetapi juga untuk semua produk-produk impor, tanpa terkecuali.

Kenaikan kurs Dollar hanya merupakan salah satu faktor pemicu yang mengakibatkan harga produk aspal impor naik. Faktor lain adalah kenaikan harga minyak bumi dunia. Hal ini sudah kira rasakan sendiri dengan adanya konflik perang antara Rusia dan Ukraina pada tahun 2022 telah menyebabkan harga aspal naik secara signifikan, sejalan dengan adanya kenaikan minyak bumi dunia. Sedangkan kita sudah tahu, bahwa kenaikan harga minyak bumi dunia tersebut adalah di luar kendali pemerintah Indonesia.

Setelah kita paham bahwa tren kenaikan kurs Dollar dan kenaikan harga minyak bumi dunia yang akan mempengaruhi langsung terhadap kenaikan harga aspal impor di dalam negeri, semuanya adalah di luar kendali pemerintah Indonesia. Maka pertanyaannya sekarang adalah apakah ada hal-hal yang masih berada di bawah kendali pemerintah Indonesia untuk Indonesia mampu memenuhi kebutuhan aspal nasional? Seharusnya pertanyaan ini tidak perlu ditanyakan. Karena semua orang Indonesia yang sudah pernah belajar ilmu bumi di Sekolah Dasar, pasti sudah tahu bahwa Pulau Buton, di Sulawesi Tenggara, adalah penghasil aspal alam satu-satunya di Indonesia sejak tahun 1924.

Mungkin pertanyaan kita sekarang adalah apakah dengan naiknya kurs Dollar ke tingkat Rp 16.480 sudah merupakan lampu kuning untuk impor aspal? Sebenarnya, untuk berkata jujur, lampu kuning ini sejatinya sudah menyala sejak lama. Hanya pemerintah saja yang merasa tidak peduli, lalai, dan telah mengabaikannya. Kalau kita mau menengok sejenak ke belakang, harga aspal minyak di Indonesia pada tahun 2020 adalah sebesar Rp 7.000 per kilogram. Sekarang di tahun 2024 sekarang ini, harga aspal minyak sudah naik ke harga Rp 16.000 per kilogram. Kenaikan harganya selama 4 tahun sudah lebih dari dua kali lipat. Lho, kok anehnya, pemerintah tenang-tenang saja?

Dan kejadian yang lebih aneh lagi adalah ketika pada tahun 2022, pak Jokowi telah datang berkunjung ke Pulau Buton, pak Jokowi telah memutuskan dengan tegas untuk stop impor aspal pada tahun 2024, setelah pak Jokowi melihat bahwa jumlah deposit aspal alam di Pulau Buton sangat besar. Tetapi mirisnya, sampai sekarang di tahun 2024, belum tampak ada tanda-tanda dan upaya-upaya untuk mau mewujudkan keputusannya itu. Jadi apa inisiatif dan strategi pemerintah untuk menindaklanjuti mengenai adanya peringatan lampu kuning terhadap impor aspal ini?

Sebenarnya sesuatu yang mudah itu jangan dipersulit. Karena kalau dipersulit, maka akan menjadi sulit betulan. Indonesia sudah memiliki tambang aspal alam yang terbesar di dunia sejak tahun 1924. Seharusnya kita belajar dari penjajah Belanda. Karena aspal Buton ini langsung diproduksi secara besar-besaran, dan dibawanya ke negerinya. Sekarang mereka telah berhasil menikmati manfaat dari aspal Buton. Bagaimana dengan Indonesia yang telah berhasil mengusir penjajah Belanda?. Mengapa aspal Buton tidak mau dimanfaatkan? Dan malah lebih suka mengimpor aspal. Sekarang ketika harga aspal impor sangat mahal, kita merasa malu dan menyesal, karena tidak mau memanfaat aspal Buton sejak dulu.

Ayo, Indonesia. Kita bangkit dan berani beralih ke aspal Buton. Lampu kuning sudah menyala sejak lama. Apakah kita harus menunggu sampai lampu merah menyala, baru kita mau beralih ke aspal Buton? Ingat sejarah mencatat bahwa Indonesia sudah 45 tahun mengimpor aspal. Dan sejarah juga mencatat bahwa Indonesia adalah salah satu negara pengimpor aspal terbesar di dunia. Apakah kita mau sejarah hitam ini dibaca oleh para generasi penerus bangsa? Seharusnya kita mewariskan sejarah putih dengan memanfaatkan aspal Buton untuk mensubstitusi aspal impor.

Apa makna warna merah, kuning, dan hijau? Itu adalah warna-warna untuk memberi peringatan kepada kita. Apabila lampu merah menyala, maka berarti ada bahaya di sekitar kita. Dan apabila lampu kuning menyala, maka berarti kita harus lebih waspada dan hati-hati. Karena bahaya itu masih ada, dan memberikan kesempatan kita untuk segera mencari jalan tercepat untuk segera keluar dari bahaya. Tetapi apabila sudah terlambat, maka kita akan berada di dalam bahaya, dan sudah tidak mungkin akan mampu keluar lagi dari bahaya tersebut. Sedangkan lampu hijau adalah tanda bahwa kita telah berhasil mengatasi bahaya tersebut, sehingga kita sudah boleh move on lagi untuk jalan terus membangun bangsa dan negara.

Pertanyaan terakhir, mengapa sih pemerintah tidak mau segera beralih kepada aspal Buton? Apakah mahalnya harga aspal impor tidak berarti apa-apa bagi pemerintah? Mahalnya aspal impor sangat berarti bagi rakyat. Karena kenaikan harga beras yang sedikit saja, rakyat sudah menangis. Tetapi mengapa dengan adanya kenaikan harga aspal impor yang tinggi ini, malah ada orang-orang yang justru tertawa?  Haruskah kita ikut tertawa, atau menangis?

 

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
Lihat semua