Monitoring Level Air Sungai berbasis IoT di Desa Kedungpeluk, Sidoarjo

Senin, 17 Juni 2024 05:44 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

IoT atau Internet of Things merupakan sebuah konsep dimana suatu benda atau perangkat elektronik dan objek lainnya berhubungan untuk tujuan berkomunikasi. Alat ini melakukan monitoring setiap menit mendeteksi dini kenaikan ketinggian permukan air sungai.

Surabaya, 15 Juni 2024, KKN NR 8 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, dengan sub kelompok 9 yang beranggotakan Aldy Azzra, Fais Robbi, dan Muhammad Rizqon, sedang melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berlokasi di Desa Kedung Peluk, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo.

Dalam rangka mewujudkan visi misi dari pengabdian ini yaitu “Penerapan Inovasi dan Teknologi Guna Mendukung Pencapaian SDGs Desa”, maka diciptakanlah sebuah sistem monitoring level ketinggian air sungai yang berbasis Internet of Things, yang selanjutnya alat ini akan dikaitkan kepada salah satu perangkat desa.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

IoT atau Internet of Things merupakan sebuah konsep dimana suatu benda atau perangkat
elektronik dan objek lainnya berhubungan untuk tujuan berkomunikasi atau bertukar data
selama masih terhubung dengan jaringan internet.

Alat ini melakukan monitoring setiap menit, hal ini dapat mendeteksi secara dini apabila
terdapat kenaikan ketinggian permukan air sungai. Sekaligus dapat menjadi penanda apabila akan terjadi banjir.

Cara kerja alat ini ialah sensor akan menembakkan sinyal ke objek dan mengembalikan sinyal ke sensor kembali, setelah pantulan sinyal tersebut diterima, akan langsung diproses sesuai dengan perintah yang telah diprogram, hasil akhir akan dikirim ke telegram salah satu perangkat desa.

Terdapat dua jenis notifikasi yang dikirimkan ke telegram, yang pertama ialah BAHAYA! Air
sungai meluap, ini terjadi apabila jarak antara ketinggian permukaan air dengan sensor kurang dari 18 cm, kedua ialah AMAN! Air sudah surut, ini akan terkirimkan apabila jarak ketinggian permukaan air dengan sensor lebih dari 18 cm.

Intensitas hujan yang tinggi dapat mengakibatkan banjir bagi sebagian besar wilayah di
Indonesia, hal ini dapat memburuk apabila drainase tidak digunakan secara optimal. Cara
paling efektif mendeteksi banjir adalah dengan mengamati ketinggian dari permukaan air
sungai, jika dirasa sungai tersebut mengalami kenaikan ketinggian yang signifikan maka dapat diartikan daya tampung sungai terhadap air hujan telah mendekati ambang batas.
Untuk itu informasi yang akurat dan real time terhadap ketinggian permukaan air sungai
menjadi penting, sehingga diharapkan kepada bapak masduki selaku salah satu perangkat desa dapat mengambil tindakan terhadap terjadinya kenaikan volume dari sungai tersebut.

Diharapkan dengan adanya alat ini dapat meningkatkan kewaspadaan dari para warga, apabila ketinggian permukaan air sungai telah meningkat dengan signifikan.

 

#kknuntagsurabaya #kknuntag2024 #kitauntagsurabaya #kampusmerdeka #ecocampus

Bagikan Artikel Ini
img-content
Faiz Robbi Maulana

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler