Hikmah Idul Adha, Berkorban atau Berqurban?

Selasa, 18 Juni 2024 07:42 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Apapun yang baik, lakukan saja dengan ikhlas. Korbankan yang bisa dikorbankan, sapi atau kambing hanya simbol. Agar siapapun berani berkorban, dan lebih peduli sosial sekaligus "memotong" ego diri sendiri

Berkorban dengan ikhlas,itulah salah satu hikmah Idul Adha 1445 H yang patut direnungi. Berkorban untuk sesuatu yang baik dan bermanfaat. Ikhlas dalam menjalankan setiap perbuatan baik dan bermanfaat. Memang tidak mudah tapi harus terus digaungkan. Berkorban dengan ikhlas.


Orang punya banyak uang, mungkin tidak sedikit. Orang mampu pun bisa jadi banyak. Tapi orang punya uang dan mampu, belum tentu mau berkorban. Jangankan seekor sapi atau kambing, berkorban waktu tenaga dan pikiran untuk sesuatu yang bersifat sosial saja belum tentu mau.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan


Berkorban dengan ikhlas, tentu tidak bisa ujug-ujug. Butuh proses dan pembiasaan. Seperti hewan qurban, sapi atau kambing, tidak mungkin layak potong bila belum tiba waktunya. Hewan qurban, pasti melewati proses dibesarkan dan dirawat hingga layak potong jadi hewan qurban. Lalu, kita layak apa? Sudahkah kita berani berkorban?


Melatih diri untuk ikhlas. Itulah praktik yang dibiasakan di TBM Lentera Pustaka. Untuk konsisten mau berkorban, untuk ikhlas dalam berbuat. Tanpa perlu pikir panjang, apalagi hitung-hitungan. Cukup salurkan energi untuk aktivitas yang baik dan bermanfaat walau sekadar nasihat. Karena baik itu dimulai dari diri sendiri dulu, baru dibagi ke orang lain.

Berkorban memang berat. Ikhlas pun sulit. Tapi harus dilatih dan dibiasakan. Hingga kita bertemu dengan makna hakiki tentang pengorbanan dan keikhlasan dalam nyata. Bukan lagi kata-kata. Dan saat berkorban, jangan buang waktu untuk mikirin yang tidak perlu dipikirkan. Jangan bekerja terlalu keras, untuk hal yang tidak penting. Agar kita tahu diri bahwa setiap orang pun tidak akan melewati batas kemampuannya.


Apapun yang baik, lakukan saja dengan ikhlas. Korbankan yang bisa dikorbankan, sapi atau kambing hanya simbol. Agar siapapun berani berkorban, dan lebih peduli sosial sekaligus "memotong" ego diri sendiri. Begitulah hikmah Idul Adha di taman bacaan. Salam literasi #TBMLenteraPustaka #HikmahIdulAdha #BacaBukanMaen

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua