Membangun Generasi Kuat

Rabu, 19 Juni 2024 18:18 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Ada empat elemen yang harus dikembangkan pada diri generasi muda agar tampil sebagai generasi yang kuat dan berkualitas, yaitu kepribadian, kesehatan, pengetahuan, dan ketrampilan.

Pendidikan merupakan unsur penting dalam pembangunan bangsa, apalagi di zaman modern saat ini. Maju atau mundurnya suatu bangsa akan ditentukan oleh kualitas pendidikan yang diberikan kepada generasi muda.

Tanpa pendidikan, suatu bangsa akan menghadapi kehidupan yang sulit, tidak lengkap, menyakitkan, atau bahkan tanpa harapan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Bagaimana membangun manusia dalam sebuah negara memang bukan hal sederhana karena menyangkut sejumlah aspek yang harus diperhatikan.

Dalam bingkai kebudayaan, pendidikan dituntut untuk membekali generasi muda dengan nilai-nilai yang diharapkan dapat mengantarkan mereka tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang baik.

Sementara itu dalam rangka menghadapi kemajuan zaman, pendidikan juga dituntut untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dan kecakapan yang memungkinkan mereka memainkan peranan di tengah masyarakat sesuai dengan kebutuhan zamannya.

Di banyak negara, pendidikan telah menjadi instrumen penting pembangunan. Tidak ada senjata yang paling ampuh untuk meraih kemajuan kecuali pendidikan.

Negara-negara yang menata pendidikannya dengan baik akan meraih apa yang mereka cita-citakan. Sebaliknya, negara yang tidak mengelola pendidikannya dengan baik cenderung akan gagal dan tertinggal.

Melihat pentingnya pendidikan, setidaknya ada empat elemen yang harus dikembangkan pada generasi muda agar tampil sebagai generasi yang kuat dan berkualitas, yaitu kepribadian (character), kesehatan (health), pengetahuan (knowledge), dan ketrampilan (skills).

Kepribadian (Character)

Kepribadian adalah unsur pokok dalam diri manusia. Generasi muda perlu dididik menjadi pribadi-pribadi yang baik dan tangguh. Manusia disebut baik apabila memiliki hati, pikiran, dan sikap yang sesuai dengan nilai-nilai luhur yang dianut masyarakat.

Wujudnya adalah perbuatan baik dan kebermanfaatan yang diberikan kepada orang lain dan lingkungan, selain kepada diri sendiri. Bagi bangsa Indonesia, nilai-nilai luhur itu bersumber pada ajaran agama, falsafah negera Pancasila, dan budaya masyarakat.

Di antara nilai-nilai yang perlu ditanamkan adalah religiusitas (keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt), akhlak mulia, kejujuran, kesopanan, kedisiplinan, kerja keras, kemandirian, dan tanggung jawab. Juga sikap toleran, demokratis, bersahabat, peduli pada sesama dan lingkungan, serta cinta tanah air.

Kesehatan (Health)

Kesehatan merupakan unsur lain yang perlu diperhatikan dalam membangun generasi yang kuat. Tubuh yang sehat adalah modal bagi manusia untuk menjalankan aktivitas hidupnya. Aktivitas tidak akan berjalan normal apabila tubuh dalam keadaan sakit.

Kebahagiaan hidup juga tidak akan dapat dinikmati apabila tubuh dalam kondisi sakit. Karena itu, ada ungkapan dalam bahasa Latin yang menyatakan, Men sana in corpore sano (Akal yang sehat terdapat pada tubuh yang sehat).

Untuk menjaga tubuh tetap sehat, anak-anak perlu dibiasakan pola hidup sehat. Misalnya makan makanan bergizi, menjalankan olahraga secara rutin, beristirahat yang cukup, selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan, dan sebagainya.

Selain itu, juga perlu dihindarkan dari gaya hidup tak sehat seperti merokok, minuman keras, narkoba, dan sejenisnya.

Rasulullah Muhammad Saw bersabda, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah, meski pada keduanya ada kebaikan (karena keimanan mereka)”. (HR Muslim).

Pengetahuan (Knowledge)

Pengetahuan menjadi kebutuhan amat penting di zaman ini. Pengetahuan adalah sumber kemajuan dan pilar peradaban. Dewasa ini, bangsa yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi akan meraih kemajuan dan kemakmuran. Sebaliknya, bangsa yang tidak menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi akan tertinggal dan terbelakang.

Dengan ilmu pengetahuan, manusia mengembangkan teknologi yang mempengaruhi hampir setiap aspek kehidupan, seperti komunikasi, transportasi, kesehatan, energi, dan lainnya. Kemajuan teknologi juga membawa perubahan besar dalam cara kita bekerja, berinteraksi, dan hidup sehari-hari.

Berkat ilmu pengetahuan dan teknologi kualitas hidup manusia bisa ditingkatkan. Perkembangan di bidang ilmu kedokteran dan farmasi misalnya telah menghasilkan pengobatan yang lebih efektif, diagnosis yang lebih akurat, dan perawatan yang lebih baik.

Begitu juga perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah meningkatkan aksesibilitas informasi, mempercepat komunikasi antarmanusia, dan memungkinkan kolaborasi antarbangsa.

Ketrampilan (Skills)

Keterampilan adalah kemampuan seseorang untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan tertentu. Keterampilan menjadi kebutuhan penting di zaman ini, dan generasi muda perlu dibekali keterampilan yang memadai untuk itu.

Ketika zaman tambah maju, pekerjaan akan makin membuka peluang yang lebih luas sekaligus tantangan yang lebih besar. Pekerjaan tidak lagi berkutat pada jenis dan bidang tertentu, tetapi makin banyak ragam dan bentuknya.

Uniknya, masing-masing pekerjaan menuntut keahlian. Karena itu, membekali generasi muda dengan keterampilan yang memadai akan membantu mereka memperoleh –atau bahkan menciptakan— pekerjaan yang layak di kemudian hari.

Keterampilan yang dibutuhkan itu ada yang bersifat keras (hard skill), ada yang bersifat lunak (soft skill). Hard skill adalah keterampilan untuk menyelesaikan pekerjaan yang bersifat spesifik atau teknis. Misalnya mengoperasikan komputer, memperbaiki mesin, membuat bangunan, mengelola sawah, dan sebagainya.

Sedangkan soft skill adalah keterampilan untuk berinteraksi secara baik dengan orang lain. Seperti berkomunikasi, negosiasi, presentasi, membangun relasi, sikap empati, kepemimpinan, dan sebagainya. Kemampuan ini umumnya bersifat interpersonal dan melambangkan kecerdasan emosional.

Di abad modern ini generasi bangsa juga perlu dilatih agar memiliki ketrampilan yang lebih tinggi seperti bernalar kritis, berpikir kreatif, komunikasi efektif, literasi digital, adaptasi, kolaborasi, mengelola waktu, memecahkan masalah, mengambil keputusan secara baik, dan semacamnya. Keterampilan-keterampilan tersebut menjadi ciri khas kehidupan di abad ke-21 ini.

Kemampuan seseorang untuk mengelola aktivitas dan tantangan hidupnya sehari-hari secara efektif sering disebut kecakapan hidup (life skill). Karena itu, membangun generasi yang berkepribadian baik, berbadan sehat, berwawasan luas dan cerdas, sekaligus memiliki kecakapan yang memadai untuk menghadapi hidup merupakan tugas penting dunia pendidikan dewasa ini.***

Bagikan Artikel Ini
img-content
Agus Salim Syukran

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler