Pengalaman Menemani Ibu Menghadapi Perubahan Gaya Hidup Setelah Terkena Diabetes Type 2

Jumat, 21 Juni 2024 10:09 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Inilah pengalaman saya dalam menjalani perubahan gaya hidup setelah ibu dididagnosa mengidap diabetes type 2. Kami sekeluarga menghadapi tantangan demi tantangan dalam beradaptasi terhadap perubahan tersebut.

“Setiap hari rasanya badan kaya ditusuk-tusuk,” ujar ibuku.
 
Halo semuanya! Perkenalkan aku adalah anak dari seorang ibu hebat. Ibuku mengidap penyakit yang belum ada obatnya hingga kini. Penyakit itu adalah diabetes.
 
Sejak tahun 2020 ibuku terindikasi menderita penyakit diabetes type 2. Setelah diagnosa tersebut, keadaan ibuku dan gaya hidup keluargaku berangsur-angsur berubah.
 
Sebelum mendapatkan diagnosa diabetes, ibuku suka sekali mencoba berbagai kuliner. Kami sering pergi ke tempat-tempat viral hanya untuk mencoba makanan yang ada disana
 
Ibuku penggemar nomor 1 makanan serta minuman manis. Dia suka sekali makan kue dan minum kopi. Hingga puncaknya, pada suatu hari, ibuku terduduk di ruang tengah dan mengeluh seluruh badannya terasa melayang dan tidak dapat digerakkan. Tentu aku dan keluargaku panik tiada lawan.
 
 
Pada pukul 23.00 kami membawa ibu ke klinik 24 jam di dekat rumahku. Sesampainya disana dokter langsung mengarahkan ibuku untuk cek darah. Dokter sudah melihat ciri-ciri bahwa ibuku menderita diabetes.
 
Setelah menunggu sekitar 20 menit, dokter kembali dengan raut wajah yang tidak dapat dijelaskan. Dokter mendiagnosa ibuku terkena diabetes type 2. Dokter lalu memberikan informasi seputar penyakit itu. Dia menyarankan hal apa saja yang harus dihindari oleh seorang yang terkena penyakit diabetes. Dkter juga menguraikan aktivitas apa yang baik dilakukan oleh penderita diabetes.
 
Pada awalnya saya tidak merasa kondisi ini akan berdampak kepada keluarga saya. Namun, seiring berjalannya waktu, saya mulai menyadari betapa pentingnya perubahan gaya hidup dan perhatian lebih yang harus kami berikan kepada ibu.
   
Pertama kali, saat saya mendengar tentang diagnosis ini, keluarga kami merasakan kecemasan luar biasa. Apalagi ibu masih seorang pekerja kantoran di Bandung.
 
Saya melihat ibu saya seringkali berbicara dengan temannya yang bernasib serupa. Beliau juga menonton video-video di sosial media tentang bagaimana harus bersikap setelah didiagnosa terkena penyakit ini. Mulai saat itu, kami ikut dan rfokus pada makanan yang sehat, olahraga, dan gaya hidup secara teratur.
 
Perubahan signifikan pertama yang terjadi di keluarga saya adalah apa saja yang kami makan setiap harinya. Kami mulai mengurangi mengkonsumsi makanan serta minuman manis dan karbohidrat berlebih. Kami lebih mengutamakan olahan sayuran, protein rendah lemak, dan karbohidrat kompleks.
 
Saya juga mulai mencari-cari inspirasi di internet soal resep makanan sehat yang tetap enak dan bervariasi. Hal itu untuk memastikan makanan yang kami konsumsi tidak hanya lezat tetapi juga mendukung dan aman untuk dimakan Ibu. Meskipun, pada awalnya kami merasa kesulitan beradaptasi terhadap perubahan ini, tetapi pada akhirnya kami bisa terbiasa dengan perubahan yang ada.
 
Pada kontrol selanjutnya Ibuku jauh lebih bertenaga dan bersemangat. Gula darahnya pun beangsur-angsur normal, meskipun ia tetap saja harus memperhatikan makanan dikonsumsi. Ibu juga rutin dalam memeriksa gula darah.
 
Selain perubahan dalam pola makan, kami juga mulai melakukan rutinitas olahrga yang lebih teratur. Ibu membiasakan jalan pagi dan saya mendampinginya beberapa kali seminggu. Pada waktu itu ibu tetap bekerja dengan menggunakan transportasi kereta, sehingga ia juga memiliki kesempatan cukup untuk berjalan kaki. Hal ini tentu saja bukan hanya membantu dalam proses penjagaan gula darahnya, tetapi juga dapat meningkatkan energi dan kesehatannya secara keseluruhan.
 
Pada awalnya, kami menganggap perubahan pola makan dan kebiasaan olahraga adalah sebuah tantangan. Kenapa? Karena pada saat itu kami belum merasa terbiasa dengan rutinitas baru yang harus dilakukan.
 
Namun, di tengah tantangan-tantangan itu, kami juga mencapai berbagai pencapaian yang luar biasa. Salah satu pencapaian yang luar biasa adalah kami dapat membantu ibu dalam mempertahankan kestabilan gula darah ibu saya dalam rentang yang sehat dengan pengaturan pola makan dan rutinitas olahraga yang lebih teratur.
 
Ini menunjukkan bahwa upaya keras kami semua membawa hasil yang positif. Sekarang, meskipun ibu saya tidak bisa lepas dari “kungkungan” diabetes, tapi kami tetap bersyukur karena masih dapat bersama-sama hingga sekarang. “Alhamdulillah, sekarang badan lebih enak, meskipun tetap kadang suka tiba-tiba lemas, tapi bisa lebih dikontrol, ini semua berkat usaha dan dukungan dari keluarga juga,” ujar ibuku.
 
Pengalaman ini memberikan pengajaran yang luar biasa untuk saya dan keluarga terutama pada hal-hal yang berkaitan dengan gaya hidup dan kesehatan. Saya belajar bahwa perubahan mungkin sulit pada awalnya karena kita masih belum beradaptasi, tetapi dengan waktu dan dedikasi, kita bisa beradaptasi dan membuatnya menjadi bagian baru didalam kehidupan kita.
 
Saya juga belajar mengenai pentingnya bagi kita untuk mengetahui dan mendalami mengenai pendidikan tentang kesehatan meskipun kita bukan berasal dari ranah pendidikan dunia kesehatan. , Dengan mempelajari hal tersebut kita dapat mengetahui cara bagaimana memprioritaskan pencegahan berbagai penyakit dalam kehidupan sehari-hari.
 
Selain itu, saya juga belajar pentingnya dukungan dari keluarga. Karena dukungan dari keluarga merupakan kunci paling penting dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada. Semenjak saat itu, kami juga menjadi belajar untuk saling mendukung dan bekerja sama sebagai tim untuk turut menjaga kesehatan ibu saya. Pengalaman ini tentu dapat memperkuat ikatan kekeluargaan kami dan jugamengajarkan saya mengenai nilai-nilai kehidupan seperti kesabaran pengorbanan, dan cinta.
 
Ketika saya berkaca dan melihat kebelakang mengenai perjalanan kami menghadapi diabetes type 2, saya berharap pengalaman kami dapat memberikan inspirasi bagi orang-orang yang mengalami hal serupa. Saya juga ingin menyampaikan pesan bahwa meski diabetes type 2 merupakan tantangan yang sangat serius, dengan pendekatan yang tepat, serta dukungan kuat yang diberikan oleh keluarga, kita akan bisa mengelola dan mempelajarinya dengan baik.
 
Perjalanan ini sangat mengajarkan saya banyak hal dan saya berharap cerita perjuangan ibu dan kami dapat memberikan semangat serta mootivasi dan menambah pengetahuan bagi mereka yang membutuhkannya. Kami selalu optimis, kami akan selalu mendukung kesembuhan ibu kami dan kami akan selalu beradaptasi dengan perubahan, dan kami sangat berharap untuk menunggu banyaknya penelitian terkait pengobatan diabetes type 2 di masa yang akan datang.
 
Sehingga, angka diabetes di Indonesia dapat terus ditekan jumlahnya. Dan sampai saat itu tiba, kami akan selalu mendukung ibu dalam menghadapi tantangan ini dengan keberanian dan tekad yang sama seperti yang kami tunjukkan sejak awal, dan para penderita diabetes harus senantiasa memiliki semangat hidup dan semangat dalam berproses menuju kesembuhan, dan tidak lupa untuk selalu berserah dan meminta yang terbaik kepada Allah SWT

Bagikan Artikel Ini
img-content
ADINDA VIRGINIA

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler