Waspada, Diare Meningkat di Kota Solo

Kamis, 20 Juni 2024 19:24 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Diare menjadi penyakit yang paling sering diderita warga Kota Solo. Kasus diare meningkat selama dua tahun terakhir, hingga mencapai lebih dari 7000 kasus. Apa, sih, penyebabnya?

Diare merupakan suatu kondisi seringnya buang air besar berupa tinja yang encer dan cair. Diare dapat dibedakan menjadi diare akut dimana masa berlangsungnya tidak lebih dari 14 hari, dan diare kronis yang berlangsung lebih dari 14 hari.

Menurut ulasan dari Pemerintah Kota Surakarta dalam surakarta.go.id, diare menjadi penyakit yang paling sering diderita oleh warga Kota Solo. Hal ini dapat dibuktikan melalui data dari Badan Pusat Statistik Surakarta, adanya kenaikan kasus diare selama 2 tahun terakhir yaitu jumlah kasus diare mencapai lebih dari 7000 kasus. Penyakit diare sering disepelekan oleh warga sekitar, padahal sudah ada beberapa kasus diare yang menyebabkan kematian.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Diare dapat disebabkan oleh terlambatnya respon dalam menangani penyakit ini. Diare disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri yang ada di usus besar. Biasanya dapat berasal dari makanan atau minuman yang dikonsumsi atau menempelnya patogen pada tangan yang tidak bersih.

Selain itu, dampak cuaca dengan curah yang tinggi menyebabkan meluapnya air sungai Bengawan Solo sehingga terjadi banjir pada beberapa kawasan di Kota Solo yang membawa banyak sumber penyakit salah satunya adalah diare. Padatnya pemukiman warga juga menjadi faktor penyebab diare, hal ini berkaitan dengan tata letak septictank dan jalur pembuangan limbah yang berdekatan serta jarak yang tidak teratur, sehingga menjadi salah satu tempat berkembangnya bakteri atau virus penyebab penyakit.

Pada umumnya diare dapat sembuh dengan sendirinya dan tidak berbahaya. Namun, jika tidak ditangani secara tepat dan cepat dapat menyebabkan komplikasi penyakit dan yang paling parah adalah kematian. Untuk itu, sebagai usaha untuk mengurangi risiko penyakit diare, dianjurkan untuk selalu menjaga kebersihan baik pada diri sendiri dengan rajin mencuci tangan sebelum mengonsumsi makanan atau minuman dan menjaga kualitasnya.

Selain itu, penting untuk mencegah pertumbuhan vektor penyakit diare yaitu lalat yang hinggap disekitar tumpukan sampah. Usaha pencegahan tersebut dapat dilakukan dengan rajin membersihkan sisa makanan, membuang sampah pada tempatnya, dan tidak membiarkan ada tumpukan sampah disekitar lingkungan tempat tinggal.

 

Bagikan Artikel Ini
img-content
Angelica Nugroho

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

img-content

Waspada, Diare Meningkat di Kota Solo

Kamis, 20 Juni 2024 19:24 WIB

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua