Literasi di Indonesia Masih Rendah; Apa yang Harus Dilakukan?

Minggu, 23 Juni 2024 22:41 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Literasi peenting dalam pendidikan, pengembangan individu, dan pembangunan nasional. Bagaimanakah langkah-strategis yang dapat diambil untuk meningkatkan literasi?

Di zaman modern seperti ini, kita seringkali melihat banyaknya penggunaan kata literasi. Akan tetapi, masih banyak masyarakat awam yang menganggap bahwa literasi sama saja dengan kemampuan membaca. Apakah Anda tahu yang dimaksud dnegan literasi dan numerasi?

Singkatnya, literasi tidak hanya kemampuan untuk membaca dan menulis, namun mencakup kemampuan untuk memahami, menginterpretasi, dan menggunakan informasi yang didapat dari berbagai jenis teks dalam berbagai format. Literasi kritis melibatkan kemampuan berpikir kritis dan analitis, memahami konteks, serta menilai keabsahan dan relevansi informasi.

Literasi jelas memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung kehidupan manusia saat ini. Namun, menurut survei yang dilakukan oleh Program for International Student Assessment (PISA) yang diterbitkan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada tahun 2019, Indonesia berada di peringkat ke-62 dari 70 negara terkait tingkat literasi.

Hal ini tentunya menjadi evaluasi penting bagi bangsa kita. Kemampuan literasi bukan hanya berfungsi sebagai dasar untuk pendidikan dan pengembangan individu, tetapi juga merupakan pilar utama dalam pembangunan nasional. Literasi pada tingkat individu berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan inovatif, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, partisipasi demokratis, dan pembangunan berkelanjutan.

Rendahnya tingkat literasi di Indonesia disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk ketidakmerataan akses pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan, kualitas pendidikan yang kurang memadai dengan guru yang belum mendapatkan pelatihan yang cukup, serta kurikulum yang kurang relevan. Selain itu, keterbatasan sumber daya seperti buku berkualitas dan fasilitas perpustakaan, serta akses terbatas ke teknologi, memperburuk situasi ini. Kurangnya budaya membaca, yang dipengaruhi oleh dominasi gadget dan media sosial, juga menjadi hambatan, ditambah dengan minimnya dukungan dari keluarga dan rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi.

Untuk mengatasi masalah rendahnya tingkat literasi di Indonesia, berbagai pihak seperti pemerintah, institusi pendidikan, keluarga, dan masyarakat perlu mengambil langkah-langkah strategis bersama-sama. Pemerintah dapat memainkan peran utama dengan merumuskan kebijakan yang mendukung peningkatan literasi, termasuk alokasi anggaran yang memadai untuk pendidikan di seluruh negeri dan pengembangan infrastruktur pendidikan yang merata. Program pelatihan berkelanjutan bagi guru juga penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Di sisi institusi pendidikan, pengembangan kurikulum yang relevan dan penerapan metode pembelajaran inovatif dapat meningkatkan minat siswa terhadap literasi. Fasilitas seperti perpustakaan sekolah dengan koleksi buku yang memadai serta akses ke teknologi digital juga perlu ditingkatkan. Sementara itu, keluarga dapat berperan dalam menciptakan lingkungan rumah yang mendukung literasi dengan menyediakan waktu dan ruang untuk membaca, serta mengawasi aktivitas belajar anak-anak secara langsung.

Masyarakat juga dapat berkontribusi dengan membentuk komunitas literasi di sekitar mereka, mengadakan kegiatan seperti diskusi buku dan kelas membaca, serta menggelar kampanye literasi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya membaca. Kerjasama antara berbagai pihak, termasuk lembaga pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat, menjadi kunci untuk mengatasi tantangan rendahnya tingkat literasi di Indonesia. Dengan langkah-langkah yang terkoordinasi dan komprehensif, diharapkan Indonesia dapat meningkatkan tingkat literasinya dan menciptakan generasi yang lebih terampil dan berpengetahuan luas untuk masa depan yang lebih baik. Meningkatkan literasi adalah investasi strategis yang sangat penting untuk kemajuan dan kemakmuran suatu bangsa.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Arsyad Hermansyah

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
Lihat semua