Pilkada Jateng Memanas, Istri Ganjar Menempati Puncak Survei Cawagub

Senin, 24 Juni 2024 23:14 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

PDI-P harus menelan kekalahan paling pahit di kandangnya sendiri pada Pilpres 2024. Pilkada Jateng akan menjadi ujian kedua kalinya bagi partai berlambang banteng itu.

Kontestasi Pilpres akan bersambung dalam pertempuran politik di daerah. Pilihan langsung kepala daerah (Pilkada) menjadi jembatan politik perebutan kekuasaan di daerah. Seperti diketahui bursa Pilkada di sejumlah daerah kian memanas. Pilkada DKI menjadi medan pertempuran paling sengit hingga saat ini. Munculnya nama beken seperti Anies Baswedan dan Kaesang Pangareb semakin memeriahkan dan juga menambah tensi ketegangan persaingan antar individu calon dan juga partai pengusung. 

Pilkada di sejumlah titik disebutkan sebagai persaingan miniatur Pilpres 2024. Nuansanya sangat kental baik peserta yang akan berlaga dan juga parpol yang akan mengusulkan para kandidat. Pengaturan politik sudah dimulai dan banyak melibatkan intervensi tangan-tangan jahil. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pilihan sudah jelas jika partai besar dan terutama mereka yang sudah berhasil mengusung Prabowo-Gibran sukses besar di Pilpres 2024 akan memaksimalkan kesuksesan merembet di daerah melalui Pilkada. Partai yang kalah dalam pilpres pun tak menyerah dan tetap bersaingkeras untuk merebut atau mempertahankan pengaruh politik di daerahnya. 

Atiqoh Cawagub

Daerah Pilkada yang akan seru dalam persaingan kandidat Pilkada adalah Jateng. Daerah ini sebelumnya menjadi kandang banteng, akan tetapi kenyataan pahit terjadi saat Pilpres 2024. Jagoan PDIP Pasllon 03 ( Ganjar-Mahfud) tidak sanggup membendung agresi politik yang sangat ganas dari Paslon 02 ( Prabowo-Gibran). 

Tentunya PDIP tidak mau kalah kedua kalinya. Mereka akan sekuatnya merebut penguasaan melalui perebutan jabatan politik gubernur-wakil gubernur. Lantas siapa yang akan diusung  dalam Pilkada Jateng? 

Sudah banyak tokoh-tokoh yang berebut mendapatkan slot menuju tiket Pilkada Jateng. Dan, nama yang menempati puncak elektabilitas calon Wagub Jawa Tengah, tak disangka adalah Istri mantan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, yakni Siti Atiqoh. Ia muncul sebagai figur tenar untuk menduduki orang nomor dua du Jateng.

Temuan tersebtu muncul dalam survei elektabilitas sejumlah tokoh yang digelar Kanigoro Network di 35 kabupaten atau kota di Jawa Tengah. Pelaksanaan survei adalah 1 sampai 15 Juni 2024. SitiAtikoh menempati posisi tertinggi sebesar 30,4 persen, mengungguli Taj Yasin Maimoen yang menempati posisi kedua sebesar 22,7 persen. Di posisi ketiga diduduki oleh M Yusuf Chudlori sebesar 17,1 persen. Sedangkan Casytha Arriwi Kathmandu putri dari politikus PDIP Bambang Wuryanto menduduki posisi terakhir sebesar 13,2 persen. Calon lain hanya memperoleh suara sebesar 9,4 persen. Sebanyak 7,2 persen responden menjawab tidak tahu.

Pertarungan Harga Diri

Setidaknya jika PDIP mengangkat Atiqoh menjadi calon wakil Gubernur Jateng akan membawa dampak bagi elektoral Ganjar Pranowo. Saat ini posisi karir politik Mantan Capres Nomor 3 tersebut sedang tiarap. Janji PDIP akan memasang Ganjar Pranowo di jabatan penting atau strategis sepertinya hanya angin surga.

Majunya Atiqoh dalam bursa Cawagub Jateng akan kembali menjadi boomerang bagi pendukung Ganjar dan juga partai pengusung jika dalam Pilkada Jateng bersama pasangan Calon Gubernurnya menuai kekalahan.

Pilpres 2024 menjadi kekalahan paling konyol dan meyakitkan. Bagaimana tidak, dari mulai muncul bursa capres, nama Ganjar menjadi pemenangnya dan nongkrong di nomor wahid berbagai lembaga-lembaga survei politik. Ditambahkan partai pengusungnya adalah pemenang pileg berturut-turut di tahun 2014 dan 2019 yakni PDI-P.

Namun demikian, euforia kemenangan Ganjar tidak sampai tuntas dan akhirnya harus mengakui kehebatan lawan yang sudah membuat Ganjar bertekuk lutut dengan kekalahan tragis satu putaran. Nasib Ganjar betul-betul diuji kesabarannya. Mantan Gubernur Jateng ini hanya meraup suara 16 persen.

Kekalahan telak Ganjar di Pilpres 2024 menjadi preseden buruk bagi langkah politik berikut nya baik bagi pengusung  parpol, kelompok relawan serta tokoh-tokoh masyarakat. Oleh karena harus diperhitungkan secara cermat hingga Atiqoh tida lagi bernasib sama dengan suaminya Ganjar Pranowo salam Pilpres 2024 kemarin. 

 

 

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
Lihat semua