x

Iklan

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Jumat, 28 Juni 2024 21:31 WIB

Cukup Nurut Saja, Tidak Usah Cerita tentang Kehebatanmu

Hidup itu nggak melulu tentang cerita-cerita kehebatanmu. Tapi cukup "nurut saja" kepada-Nya, apapun yang sudah dikehendaki-Nya, seperti dijadikan "driver" motor baca keliling di kaki Gunung Salak

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Seorang kawan bercerita menggebu-gebu  bagaimana ia meniti karier dari bawah hingga sukses punya jabatan tinggi. Ia bertutur tentang pentingnya sikap profesional dalam bekerja bila mau sukses dan kaya. Bicara ini, ngomong itu. Seolah-olah, dia paling tahu segalanya. Paling hebat dan terhormat. Saya pun hanya terdiam dan tersenyum dalam hati.

Setelah berhenti omong banyak, giliran saya bicara, pelan saja dan sekadar mengingatkan. "Begini sahabat .." kata saya.

Jika kuatnya ikhtiar itu karena kehebatan kamu. Jika sukses itu karena ikhtiar kamu. Jika terkumpulnya uang itu karena kesuksesan kamu. Bahkan jika semua yang kamu raih itu merasa karena dirimu. Hanya satu pertanyaan saya, lantas dibmana peran Allah dalam hidup kamu?

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ingat sahabat, apapun yang kita raih. Apapun yang kita miliki itu semua karunia-Nya. Atas kuasa-Nya kita bisa memperolehnya. Tanpa izin Allah, kita tidak punya apa-apa. Bahkan manusia itu sejatinya, bukan apa-apa dan tidak punya apa-apa. Jadi, tidak usah sombong. Cukup bersyukur atas karunia-Nya, dan tebarkan manfaat dari apa yang kita punya untuk orang lain. Hidup itu tidak selalu tentang cerita-cerita kehebatanmu.

Semua kita tahu. Allah maha kuasa memang tidak lagi bisa dibantah. Manusia hanya bergantung kepada Allah pasti semua paham. Tapi membangun kesadaran diri bahwa apapun dan semuanya mutlak sepenuhnya di bawah kekuasan Allah, itulah yang sulit. Sadar diri, bahwa apa yang kita peroleh karena kita nurut sama Sang Pencipta.

 

Hidup itu bukan sedang melakukan perjalanan. Tapi sedang dalam perjalanan dalam skenario-Nya. Bila waktunya, pasti Allah juga akan perintahkan kita "berhenti" dari perjalanan. Sadarilah, hanya satu peran diri di dunia ini, disuruh nurut sama Allah saja. Tidak ada yang lain.

 

Adalah tugas seorang hamba di muka bumi, yaitu "Nurut Saja" kepada-Nya. Seperti tidak ada orang yang bercita-cita jadi "driver" motor baca keliling. Tapi bila sudah diperintah untuk bergerak, maka bergeraklah. Sebaba membaca, siapapun bisa jadi apapun, Salam literasi #MotorBacaKeliling #TBMLenteraPustustaka #BacaBukanMaen

 

Ikuti tulisan menarik Syarifudin lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler