x

Iklan

Rahma Annisa Dewi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 Juli 2024

4 hari lalu

Tim PKM-K UNS Kembangkan Inovasi Herbal Modern Pencegahan Gangguan Mental dari Gulma Bandotan dan Jeruk Nipis

Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan UNS memanfaatkan potensi gulma bandotan dan jeruk nipis  untuk alternatif herbal pencegahan gangguan mental. Keunggulan Finetabs adalah bernilai ekonomis dan aman dikonsumsi karena tak memiliki dampak buruk dalam jangka panjang.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) memanfaatkan potensi gulma bandotan (Ageratum conyzoides) dan jeruk nipis  (Citrus aurantifolia) sebagai alternatif herbal pencegahan gangguan mental. Tim PKM-K Finetabs di bawah bimbingan Dr. Wiwit Rahayu, S.P., M.P. dan diketuai oleh Umar Surya Putra mahasiswa Program Studi (Prodi) Agribisnis, Fakultas Pertanian UNS. Tim Finetabs beranggotakan Rahma Annisa Dewi, Nenden Purbasari mahasiswa Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Achmad Abdul Azizil Chasan Lukito mahasiswa Prodi Agribisnis, serta Bayu Rizkyawan mahasiswa prodi Agroteknologi. 

Umar Surya mengatakan, Finetabs merupakan inovasi herbal modern berupa tablet effervescent dari daun bandotan (Ageratum conyzoides) dan jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Nama brand Finetabs sendiri diambil dari kandungan tanaman yang dimanfaatkan. FI (Flavonoid) dan NE (Asam amino triptofan), sedangkan TABS (Tablets) sebagai wujud produknya. Kata FINE jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris juga bermakna in a good health atau dalam keadaan sehat. Kandungan flavonoid dan asam amino triptofan yang ada di dalam produk Finetabs mampu berkontribusi meningkatkan serotonin yang efektif sebagai antidepresan, mengurangi kecemasan, memberikan perasaan bahagia, serta menjaga kesehatan mental.

“Keunggulan Finetabs dengan produk lain adalah bernilai ekonomis, aman dikonsumsi apabila dibandingkan dengan obat kimia sejenis yang memiliki dampak buruk dalam jangka panjang, memiliki kemasan praktis yang dilengkapi dengan QR Code yang dapat mengarahkan konsumen ke akun media sosial FInetabs yang menyediakan edukasi bagi konsumen mengenai gangguan mental, gejala, dan cara mengelolanya.” terang Umar Surya, Senin (03/06/2023). 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Umar Surya menambahkan, produk Finetabs terbuat dari daun bandotan, jeruk nipis, zat asam, Na Bikarbonat (zat basa), laktosa, dan zat pengikat sehingga mampu membentuk tablet effervescent yang mudah larut dalam air dan dapat menjadi alternatif bagi konsumen yang mengalami kesulitan menelan tablet dan kapsul. Finetabs dapat dikonsumsi dari range umur 15-64 tahun. Cara penggunaan tablet effervescent cukup mudah, yaitu dengan melarutkan 1 tablet ke dalam 200 ml (1 gelas) air dengan dosis 1 tablet effervescent per harinya. 

Produk Finetabs dengan taglinelet’s build a healthier and happier Indonesia” bukan merupakan produk abal-abal, melainkan produk legal yang aman untuk dikonsumsi karena secara resmi telah terdaftar dan tersertifikasi, dibuktikan dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) 2205240054109 dan P-IRT.

“Finetabs berharap kedepannya dapat dikenal luas dan dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia yang berpotensi mengalami gangguan mental sehingga mampu menurunkan prevalensi gangguan mental di Indonesia dan menciptakan Indonesia yang lebih sehat dan bahagia untuk menunjang Indonesia Emas 2045,” tutur Umar Surya.

Ikuti tulisan menarik Rahma Annisa Dewi lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler