Perjalanan Seorang Muttaalim

Senin, 8 Juli 2024 14:47 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Perjalanan harus diceritakan untuk orang-orang yang selalu memandang diri ini secara berlebihan. Aku bukan orang alim (itu elas), tetapi setiap hari adalah momen penting bagiku untuk terus belajar.

Hari ini, aku duduk di depan laptop melanjutkan beberapa tulisan yang sempat tertunda sebelumnya, merangkai kata-kata sebagai seseorang yang selalu merasa belum mencapai kedalaman ilmu dan kealiman. Mungkin aku belum bisa menghafal ayat-ayat yang banyak atau menyampaikan pemahaman filsafat ilmu yang mendalam, namun aku selalu mencoba untuk berusaha berjalan dengan langkah-langkah sederhana menuju pengetahuan.

Pada beberapa momen ketika memperoleh kesempatan untuk berbagi ilmu yang sedikit dihadapan orang lain. Diri ini terlebih dahulu selalu memberikan batasan-batasan ekspektasi kepada mereka, agar nasihat dan ilmu yang keluar dari mulut sang faqir ini dapat di maknai dengan baik. Dan tidak terlalu berharap banyak dengan membayangkan sosok-sosok lain yang memang kealimannya tidak perlu diragukan lagi. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tulisan ini bukanlah tentang merendahkan diri sendiri, melainkan tentang perjalanan yang harus diceritakan untuk orang-orang yang selalu memandang diri ini secara berlebihan. Aku bukan orang alim (Jelas), tetapi setiap hari adalah momen penting bagiku untuk terus belajar, sebab aku lebih kepada orang yang baru mencapai derajar mutta'alim (Orang yang sedang menuntut ilmu) dan selamanya akan tetap begitu. Terkadang, aku merasa terombang-ambing dalam lautan pengetahuan yang begitu luas, tapi itu adalah bagian dari eksistensi manusia.

Setiap hal yang aku pelajari mungkin tidak menciptakan gema di dunia ilmiah, namun bagi diriku, setiap pengetahuan adalah pijakan menuju pemahaman yang lebih dalam. Aku bukanlah orang yang menghabiskan waktu berjam-jam di perpustakaan, membaca buku, dan hal serupa lainnya, sebab itulah diri ini akan tetap menjadi faqir. 

Mungkin aku tidak akan pernah menjadi seorang yang alim sejati, tetapi aku tidak berhenti untuk mencari dan bertanya. Dalam kesederhanaan tulisanku, mungkin ada kebenaran yang terpendam. Sementara aku belum mencapai puncak ilmu, setiap kata yang kuungkapkan adalah langkah kecil menuju pemahaman yang lebih baik. Setidaknya itulah hal yang kuusahakan. 

Bagikan Artikel Ini
img-content
Wahyu Kurniawan

Penulis

0 Pengikut

img-content

Perjalanan Seorang Muttaalim

Senin, 8 Juli 2024 14:47 WIB

Baca Juga











Artikel Terpopuler