SMPIT Roudlatul Jannah Bogor Adakan Pelatihan Menulis Intensif, Karya Peserta akan Diterbitkan

Rabu, 10 Juli 2024 05:57 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

SMPIT Roudlatul Jannah akan menyelenggarakan pelatihan menulis intensif di Aula Sekolah Islam Terpadu Roudlatul Jannah (SIT RJ) pada 26 Juli 2024 mendatang, hasil karya peserta akan diterbitkan dalam bentuk buku antologi.

Kabupaten Bogor -- SMPIT Roudlatul Jannah akan menyelenggarakan pelatihan menulis intensif di Aula Sekolah Islam Terpadu Roudlatul Jannah (SIT RJ) pada 26 Juli 2024 mendatang. Rencananya, hasil karya peserta akan diterbitkan dalam bentuk buku antologi. Demikian simpulan informasi dari Kepala Sekolah SMPIT Roudlatul Jannah, Sarwono, ketika dikonfirmasi di Ciawi Kabupaten Bogor, Kamis silam (27/6/2024).

“Untuk pelatihan di sekolahan kami itu alokasikan di tanggal 26 Juli 2024 ini. tempatnya kemungkinan kita akan menggunakan Aula masjid. Semua (karya peserta-red) pasti masuk, cuma mungkin ada bagian editing, di kalimat, teks dan sebagainya. Baru kemudian nanti dikumpulkan untuk kemudian diterbitkan oleh mereka (penerbit-red), ” tutur Sarwono.

Pelatihan ini diselenggarakan bekerjasama dengan penerbit Pena Hexa. Direktur Pena Hexa Septian Eka Pradana membenarkan telah menandatangani MOU dengan SMPIT Roudlotul Jannah dalam program Sekolah literasi.

“Nama programnya sekolah literasi, di sini kerjasamanya adalah di program literasi. Kami sudah menyampaikan ke mitra sekolah, salah satunya Roudlatul Jannah, yang sudah berkeinginan untuk bermitra. Jadi kami support seluruh aktifitas literasinya, untuk semua sivitas yang ada di sekolah tersebut,” ungkap Septian.

Peserta Pelatihan

Sarwono mengungkapkan, pelatihan wajib diikuti seluruh siswa. Namun guru yang berminat juga diberikan kesempatan menjadi peserta dan diterbitkan karyanya.

“Kami, sih, mengharuskan semuanya, ya, dan semua anak untuk ikut. Kalau semuanya Ikut berarti akan ada 200 orang, mungkin ditambah gurunya jadi 200 orang lebih,” ucap Sarwono.

Selain siswa dan guru SMPIT Roudlatul Jannaha, Direktur Pena Hexa menambahkan, orang tua siswa juga dapat mengikuti pelatihan ini.

“Kalau orang tua, atau guru itu jika berminat, gitu, kami support seluruh aktifitas literasinya, untuk semua sivitas yang ada disekolah tersebut. Jadi guru, orang tua pun kita support. Selama sekolah tersebut bermitra dengan kami,” kata Septian, ketika diwawancarai via Whatssapp Kamis silam (27/6/2024).

Alasan dan Tujuan Pelatihan

Kepala Sekolah SMPIT Roudlatul Jannah mengungkapkan minat baca siswanya masih rendah. Selain itu kemampuan para siswa untuk membaca berita, menganalisa data, serta mengambil fakta dari berita juga masih belum memenuhi harapan. Hal ini menjadi salah satu alasan diadakannya pelatihan.

“Tingkat kemampuan untuk membaca, menulis dan analisa data sangat kecil atau rendah.. Jangankan analisa data, untuk minat membaca saja itu sangat rendah. ...kemampuan membaca soal berita atau mengambil fakta dari sebuah berita itu sangat kecil,” ungkap Sarwono.

Ia berharap kegiatan pelatihan menulis, para siswa dapat termotivasi untuk menumbuhkan minat dan meningkatkan kemampuan membaca dan menulis mereka dan melahirkan penulis-penulis muda.

“Harapannya dengan pelatihan ini .anak-anak akan mampu untuk membuat karya tulis sendiri. Bagi yang sudah bisa (menulis) akan membuat karya sendiri. Bagi yang belum bisa menumbuhkan minat baca dan menulisnya,” tutur Sarwono.

Biaya Pelatihan

Mengenai biaya pelatihan, Direktur Pena Hexa Septian Eka Pradana menyatakan, tidak ada biaya yang dikutip dari siswa ataupun sekolah alias free. Peserta hanya disyaratkan membeli satu buah buku hasil karyanya sesuai harga pasaran buku, Rp 85 ribu, sebagai bentuk komitmen untuk mengikuti pelatihan serta penghargaan terhadap hasil karyanya sendiri.

“Khusus untuk program sekolah literasi itu free, semua rangkaian program itu free..kita tidak bebankan itu ke pihak sekolah. Bahkan ke siswapun kita tidak membebankan ... untuk mengikuti pelatihan ini. Itu bener-bener gratis. Tapi mereka harus komitmen untuk memiliki karyanya sendiri sebanyak satu ekslempar atau satu buku. Dan mereka membeli karyanya sendiri pun diharga normal, harga buku pasaran digramedia pada umumnya itu, 85 ribu di harga itu,” Jelas Septian.

Septian juga menambahkan, selain pelatihan gratis, Penerbitannya pun akan memberikan hibah berupa perpustakaan digital lengkap dengan buku digital senilai Rp 15 juta kepada sekolah

“Sekolah dikasih hibah dalam bentuk perpustakaan digital, yang nanti atas nama sekolah tersebut. Dan itu kalau seandainya dirupiahkn, sekolah harus mengeluarkan budget 15 juta untuk perpustakaan digital secara mandiri. Tapi diprogram ini kita kasih gratis, termasuk sudah ada buku digitalnya di perpustakaan tersebut atas nama sekolah tersebut,” tutur Septian.

Timeline Pelatihan

Terkait detil waktu dan kegiatan pelatihan, Septian membagikan timeline pelatihan via Whatssapp:

Hari pertama, peserta akan mengikuti workshop dasar-dasar kepenulisan dan peluang karir menjadi penulis selama 3 jam.

Hari ke 2 – 4, semua peserta mengikuti arahan teknis dari tim trainer Pena Hexa sebelum mulai menulis intensif. Kegiatan dilakukan secara online melalui whatsapp group.

Hari ke 5 – 12, semua peserta mulai menulis di bawah bimbingan intensif tim trainer Pena Hexa melalui whatsapp group.

Hari ke 13 - 29, proses penerbitan yang mencakup kegiatan-kegiatan editing, layout, dan desain sampul.

Hari ke 30, launching buku karya para peserta.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Juni Aldy Permata

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler