x

Gerakan Penghijauan di Bandung Utara. Foto: Istimewa

Iklan

Arinda Eka Putri

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 4 hari lalu

11 jam lalu

Gerakan Ekologi di Bandung Utara Solusi Cegah Banjir Kota Bandung

Gerakan ekologi Odesa Indonesia di Kawasan Bandung Utara jadi solusi tepat untuk memperbaiki ekologi dan mencegah banjir lumpur di daerah Kota Bandung.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Beberapa waktu lalu, banjir lumpur melanda beberapa kawasan di Kota Bandung ketika curah hujan sedang tinggi. Terjadinya banjir ini ternyata bukan hanya karena masalah sampah, tapi salah satu penyebab terbesarnya adalah masih banyaknya lahan kritis yang ada di daerah Bandung Utara.

Perbukitan di kawasan Bandung Utara memang masih banyak terdapat lahan kritis yang kondisinya sangat gersang. Kurangnya pepohonan di sana menyebabkan tidak ada resapan air yang cukup ketika musim hujan tiba, sehingga sangat rawan terjadi banjir dan erosi tanah.

Donasi Bibit Bantu Perbaikan Ekologi Bandung Utara

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Banjir memang menjadi salah satu musibah yang disebabkan oleh adanya kerusakan ekologi. Jika kondisi seperti ini tidak segera diperbaiki dari akar masalahnya maka risiko terjadinya banjir akan terus menghantui, termasuk bagi warga Kota Bandung.

Budhiana Kartawijaya, Ketua Pembina Yayasan Odesa Indonesia mengatakan bahwa air dan lumpur yang menyebabkan banjir itu juga berasal dari sungai-sungai kecil di Kawasan Bandung Utara. Apalagi di sana masih banyak area lahan yang kondisinya lebih seperti padang pasir daripada lahan pertanian.

Kerusakan ekologi yang terjadi di Kawasan Bandung Utara sudah cukup lama dibiarkan begitu saja sehingga dampaknya air dan lumpur karena erosi mengalir deras menuju daerah perkotaan Bandung. Untuk dapat segera memperbaiki kondisi lahan yang kritis, Yayasan Odesa Indonesia mengambil langkah konservasi lahan dengan memberikan bantuan bibit kepada para petani desa.

Donasi bibit oleh relawan Odesa Indonesia

"Yayasan Odesa Indonesia mengambil tempat salah satunya di Hutan Arcamanik yang kondisinya memang sudah cukup banyak pohon yang berkurang untuk menanam bibit pohon sebagai upaya perbaikan ekologi. Secara rutin kami menggalang donasi bibit dan menyebarkannya kepada para petani di sekitar area tersebut," ujar Budhiana.

Budhiana Kartawijaya juga menambahkan bahwa masalah kerusakan ekologi yang terjadi di Bandung Utara adalah problem yang harus segera kita atasi bersama. Semakin banyak pohon yang ditanam maka akan lebih banyak air yang terserap dan menahan terjadinya erosi tanah.

Yayasan Odesa Indonesia sendiri sudah bergerak menggalang donasi untuk penyebaran bibit pohon kepada petani desa sejak tahun 2016. Langkah ini diambil untuk menjalankan misi Odesa dalam memperbaiki ekologi, sekaligus memberikan sumber pangan bergizi tambahan bagi masyarakat yang bisa dimanfaatkan juga untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

Oleh karena itu, donasi bibit ini yang mungkin bukan hal besar bagi sebagian orang, tapi memiliki dampak luar biasa bagi para petani desa. Dengan kita turut mengambil peran dalam gerakan ekologi ini bukan hanya membantu menyelamatkan lingkungan, tapi sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan keluarga petani desa.

Bibit Apa Saja yang Dibutuhkan Petani Bandung Utara?

Bibit tanaman buah-buahan menjadi pilihan yang lebih banyak dianjurkan oleh Odesa Indonesia di Bandung Utara. Tentu saja karena pohon kayu yang kuat akan membantu mengurangi erosi tanah dan memperbaiki kondisi ekologi.

Selain itu, hasil panen buah-buahan juga dapat dijadikan sebagai sumber pangan bergizi sekaligus menjadi tambahan penghasilan bagi para petani. Untuk dapat menyediakan bibit berkualitas bagi para petani, Odesa Indonesia mengadakan kegiatan filantropi atau menggalang partisipasi dari masyarakat luas. 

Terutama bagi warga Bandung, dengan ikut mengambil peran dari kegiatan donasi bibit di Bandung Utara maka artinya sudah ikut bergerak mencegah bencana banjir terjadi lagi. Bukan hanya untuk saat ini, tapi donasi bibit ini dapat membuat perubahan besar jangka panjang pada perbaikan ekologi.

Bibit yang siap dibagikan ke petani lokal

Dari penggalangan donasi tersebut, bibit yang diberikan kepada para petani desa tentu tidak sembarangan. Semuanya sudah disesuaikan dengan kebutuhan petani dan kondisi lahan yang ada. Berikut beberapa jenis bibit yang dibutuhkan para petani desa.

  • Bibit kopi

Tanaman kopi dapat menjadi solusi untuk mencegah lahan pertanian di lereng-lereng mengalami erosi apalagi saat musim hujan. Namun budidaya kopi ini harus dibarengi dengan tanaman yang pohonnya lebih tinggi seperti buah-buahan sebagai pelindung karena tanaman kopi tidak boleh terlalu banyak terkena sinar matahari.

  • Tanaman buah-buahan

Pertanian di Bandung Utara sebelumnya memang banyak didominasi oleh tanaman sayuran, sehingga perlu jenis tanaman lain yang lebih tinggi untuk mencegah erosi tanah. Tanaman buah-buahan adalah solusi terbaik dalam memperbaiki kondisi lahan pertanian Bandung Utara.

Bibit tanaman buah yang sering dibagikan Odesa Indonesia kepada para petani adalah jeruk, alpukat, pepaya, mangga, nangka, sawo, dan durian. Bahkan saat ini sudah banyak yang menghasilkan buah dan dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat sekitar.

  • Tanaman kelor

Dalam praktik konservasi lingkungan yang dilakukan oleh Odesa Indonesia, budidaya pohon kelor adalah salah sayu progtam utamanya. Pohon kelor ini selain menghasilkan pangan bergizi dengan sejuta manfaat bagi masyarakat, juga memiliki peran yang sangat penting untuk memperbaiki kondisi lahan di sekitarnya.

  • Bibit dengan standar terbaik untuk proses penanaman

Untuk memudahkan proses penanaman maka bibit yang dibagikan tentu harus pilihan terbaik. Usia bibit minimal 1 tahun dengan tinggi yang sudah mencapai setidaknya 1 meter, sehingga nantinya ketika ditanam tidak akam mudah mati. Sedangkan untuk bibit kelor, setelah disemai harus melalui proses perawatan selama 6-8 bulan. Kemudian bibit tersebut baru bisa ditanam di ladang pertanian.

Bibit jenis okulasi adalah pilihan terbaik karena dapat mempercepat hasil panen. Contohnya bibit durian yang masih biji baru bisa panen setelah 9-11 tahun, tapi untuk jenis bibit okulasi hanya membutuhkan waktu 4-5 tahun.

Odesa Indonesia selalu memperhatikan setiap detailnya agar upaya konservasi lingkungan ini bisa berhasil. Bukan hanya mencegah kerusakan yang lebih parah, tapi juga mencegah terjadinya bencana seperti banjir dan longsor.

Oleh karena itu, warna Kota Bandung tidak boleh sampai ketinggalan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan filantropi ini. Bergerak bersama menyelamatkan lingkungan bukan hanya untuk kehidupan kita saat ini, tapi juga untuk generasi-generasi berikutnya.

Ikuti tulisan menarik Arinda Eka Putri lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler