Pendapat Boleh Beragam, Tujuan Tetap Sama

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Keragaman dalam tim menawarkan banyak keunggulan dibandingkan keseragaman.

Diversity: the art of thinking independently together.
--Malcolm Forbes (Publisher, 1917-1990)

 

Banyak manajer berusaha membangun tim maupun organisasi yang kompak, tapi kemudian terjebak kepada anggapan bahwa kekompakan harus dibangun di atas keseragaman. Dengan anggota yang seragam, manajer mengasumsikan bahwa tim akan lebih mudah untuk mencapai kesepakatan-kesepakatan. Manajer berharap tidak akan banyak perbedaan pandangan di antara anggota tim, sehingga konflik berada di titik terendah dan tim dapat dengan mudah dikelola.

Namun begitu, ada aspek-aspek lain yang dilupakan bila manajer menekankan keseragaman karena perbedaan pandangan dan perspektif dianggap negatif. Keragaman pandangan yang tidak menjurus kepada konflik negatif justru bermanfaat untuk memperkaya perspektif dalam melihat persoalan.

Para manajer hebat mengatakan bahwa keragaman berada di jantung organisasi untuk melakukan inovasi. Bila keragaman ditekan, tidak diberi ruang, jantung organisasi seakan tersumbat sehingga spirit inovasi tidak mengalir. Menjadi tugas pemimpin untuk mengelola keragaman agar perbedaan di antara anggota dapat memberi manfaat bagi organisasi.

Dalam The Medici Effect, Frans Johansson menyebutkan bahwa inovasi lebih mungkin terjadi manakala orang-orang dari disiplin, latar belakang, dan kompetensi yang berlainan bisa berbagi pikiran. Soal-soal yang kompleks sekalipun lebih mudah dipecahkan bila orang-orang yang berbeda ini berkolaborasi.

Studi yang dilakukan Teresa Amabile, guru besar Harvard Business School, menunjukkan bahwa keragaman lebih memudahkan lahirnya solusi inovatif. Organisasi akan memperoleh komitmen dan kontribusi penuh anggotanya bila organisasi mengakui dan menghilangkan hambatan bagi keragaman. Setiap anggota akan merasa pandangannya didengarkan dan diakui meski tidak mesti harus diterima.

Ada sejumlah keunggulan yang diperoleh apabila tim atau organisasi mengadopsi prinsip keragaman, beberapa di antaranya:

Pertama, keragaman menguntungkan brand. Tempat kerja yang beragam memiliki daya tarik bagi bakat-bakat hebat dari berbagai disiplin. Terdapat peluang untuk menarik tipe orang yang berbeda-beda ke dalam organisasi. Perusahaan yang menghargai keragaman dikenal publik punya reputasi bagus dan dianggap menjalankan praktek kerja yang fair karena tidak mengistimewakan seseorang karena, misalnya, alasan usia, gender, suku, almamater, ataupun alasan lain.

Kedua, keragaman meningkatkan kreativitas. Masuknya bakat-bakat dari latar belakang yang beragam akan mendorong munculnya berbagai perspektif dalam melihat persoalan. Ini modal yang bagus untuk menemukan solusi bisnis yang kaya perspektif dibandingkan dengan bila anggota timnya seragam.

Ketiga, keragaman mendorong pertumbuhan personal. Lingkungan kerja yang beragam membuka kesempatan bagi karyawan, khususnya yang baru dan muda, untuk mempelajari gagasan baru, perspektif baru, serta membangun koneksi secara intelektual maupun personal dengan beragam orang.

Keempat, keragaman mendorong karyawan untuk semakin mandiri. Bekerja dalam lingkungan yang beragam juga mendorong karyawan untuk berani mengeluarkan pendapat menurut perspektifnya sendiri. Perbedaan pandangan ini dapat memantik karyawan lain untuk turut berpikir beda dibandingkan biasanya; ia mungkin akan keluar dari zona kenyamanannya dan berusaha untuk lebih mandiri.

Mengelola keragaman agar organisasi tidak terjebak dalam perbedaan pandangan yang tajam dan cenderung negatif memerlukan fondasi berupa sikap saling percaya dan kesamaan tujuan. Bila fondasi ini dipegang teguh, keragaman merupakan sumber daya yang berpotensi mendatangkan manfaatbesar karena setiap anggota meyakini bahwa pandangan yang berbeda bukan dimaksudkan asal berbeda dan bahwa setiap anggota berusaha memberikan yang terbaik untuk mencapai tujuan yang sama. **

Bagikan Artikel Ini
img-content
dian basuki

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

img-content

Bila Jatuh, Melentinglah

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
Lihat semua