Cara Mengatasi Tidur Ngorok Pada Bayi

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

pengertian tidur ngorok, penyebab tidur ngorok, tips mengatasi tidur ngorok pada bayi

Pada fase awal bayi biasanya menghabiskan hari-harinya di tempat tidur. Selain itu, menangis pun menjadi aktivitas awalnya ketika menghirup udara di luar kandungan ibunya. Memang kita sebagai orang tua jangan kaget jika bayi kita terus tidur. Karena tidurnya bayi kita merupakan salah satu istirahat dari kelelahan dan juga membantu dalam pertumbuhan bayi.

Akan tetapi, beberapa bayi terkadang terdengar ngorok ketika tidur. Suara ngorok bayi tersebut bisa terdengar jelas oleh orang tuanya. Untuk itu, tak jarang sang ibu bertanya apa yang menjadi penyebab bayi ngorok?

Betulkah  alergi merupakan salah satu penyebab ngorok?

Terkadang orang tua pun bisa mendengar jika bayinya tersebut memiliki suara nafas seperti orang dewasa yang mendengkur. Namun, beberapa orang tua bayi menganggap wajar jika buah hatinya tersebut mendengkur. Sedangkan untuk bayi yang tidur ngorok mereka beranggapan bahwa jika buah hatinya tersebut ngorok tidur bayi pulas dan memiliki kualitas yang baik. Meskipun sebuah penelitian menghubungkan bahwa bayi yang sering kali ngorok memicu anak menjadi gelisah dan hiperaktif. Penelitian terbaru bahkan menyatakan gangguan pernafasan pada saat tidur (ngorok) akan menimbulkan gangguan perilaku dikemudian hari, bahkan pada anak 6 bulan sampai usia 6 tahun akan menyebabkan nafas terhenti dan dihubungkan dengan resiko anak yang hiperaktif. Usia bayi dapat berpengaruh terhadap kecenderungan resiko hiperaktif.

Tingkatan hiperaktif anak terjadi pada usia 7 tahun. Hal ini terjadi ketika bayi yang berusia 6 bulan sampai dengan 6 tahun ketika tidur sering bersuara. Bahkan peningkatan hiperaktif tersebut bisa mencapai 50-60%. Untuk itu, gangguan seperti ini merupakan gangguan pernapasan yang membutuhkan penanganan secepat mungkin.

Kemudian berbagai penelitian lainnya menghubungkan apabila bayi hanya mengorok dan masih bisa beraktivitas dengan baik, masih mempunyai nafsu makan yang tinggi dan tidak mengalami gangguan kesehatan lainnya maka dikatakan normal. Penyebab bayi ngorok disebabkan adanya penyumbatan pada jalan nafas, sehingga aliran udara yang masuk ke dalam tubuh bayi dan keluar melalui hidung bayi tidak lancar sehingga mengakibatkan timbul bunyi saat bayi menarik nafas ketika tidur. Penyumbatan pada saluran nafas bayi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya berat badan bayi yang berlebihan. Berat badan yang berlebihan pada bayi dapat dilihat dari indek tinggi badan dan berat badan, apabila melebihi normal dapat dikategorikan obesitas. Berat badan yang berlebihan ini yang akan menyebabkan bayi anda tidur ngorok. Selanjutnya dapat dikarenakan riwayat kesehatan bayi seperti alergi. Alergi dapat dikarenakan debu, asap rokok, binatang atau beberapa benda lainnya. Apabila penyebab utamanya dikarenakan alergi sebaiknya anda memastikan sumber utama alergi sehingga dapat mengatasinya dan menghindari pemicunya.

Tips Mengatasi Bayi Ngorok

Untuk mengatasi bayi yang ngorok adalah dengan mengubah posisi tidur bayi dengan cara memiringkannya. Dengan cara ini akan membuat bayi menjadi lancar dalam saluran nafas dan mengurangi suara ngorok.

Sedangkan untuk bayi yang ngorok dikarenakan kondisi kesehatan yang terganggu seperti flu, dapat dengan cara menegakkan tubuh bayi kemudian menyangganya dengan tangan dan mengusap dadanya secara perlahan.

Selain itu, orang tua pun bisa mengatasinya dengan cara meletakkan bayi secara tengkurap kemudian menepuk bagian punggungnya secara halus dan perlahan. Sebelum melakukan cara ini, pastikan terlebih dahulu sang bayi selesai makan. Hal ini sangat penting karena akan mengganggu proses pencernaannya. Meskipun pada dasarnya bayi yang ngorok akan sembuh dengan sendirinya akan tetapi, jika bayi ngorok disertai dengan keluhan kesehatan lainnya sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter untuk mengurangi resiko kesehatan buruk pada bayi dikemudian hari.

 

Bagikan Artikel Ini
img-content
Pevi Revina

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua