Tanamkan Moral dan Religi Pada Remaja - Urban - www.indonesiana.id
x

wahyu awaludin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Tanamkan Moral dan Religi Pada Remaja

    Pentingnya penanaman pemahaman psikologi keluarga, termasuk memahami bagaimana perkembangan masa remaja pada anak

    Dibaca : 11.127 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Memiliki anak adalah karunia terindah yang pernah kita dapatkan. Karunia Allah ini diciptakan untuk terus tumbuh dan berkembang, mulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja, dan dewasa. Masa tumbuh kembang anak yang perlu kita diperhatikan adalah masa remaja. Apakah kali ini anak kita telah menginjak masa remaja? Jika iya, adakah perasaan tertentu yang membuat hati kita terasa selalu was-was mengenai si anak? Memang benar, remaja merupakan masa transisi.

    Jika kita saat ini sedang merasa resah, bingung, gundah gulana, dan cemas menghadapi si anak remaja merupakan suatu hal yang normal yang terjadi pada setiap orang tua. Sebenarnya merupakan suatu keharusan bahwa setiap orang tua mempelajari psikologi keluarga dan para anggotanya. Hal ini akan membuat orang tua akan semakin paham, bahwa setiap anak meskipun lahir dari orang tua yang sama akan memiliki kepribadian dan cita-cita yang berbeda. Apalagi dalam ilmu parenting islami, pengasuhan anak memiliki cara yang berbeda di setiap periode usianya.

    1. Remaja dan Lingkungannya Masa Kini

    Dalam psikologi keluarga terdapat banyak hal yang dapat dibahas, salah satunya adalah perkembangan dan psikologi pada anak dan remaja. Masa remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Pada masa ini remaja mencari identitas diri. Pornografi, penyalahgunaan narkoba, dan berbagai bentuk kekerasan seperti tawuran pelajar merupakan fenomena sosial yang terjadi pada remaja saat ini. Belum lagi ditambah dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat, informasi dan komunikasi yang juga sudah sangat sulit untuk dibatasi dan diantisipasi.

    Fenomena psikologi keluarga dalam implikasi perkembangan remaja masa kini berbeda dengan remaja generasi sebelumnya. Pada masa kini, remaja dengan mudah mengakses film porno di internet, melihat berbagai kekerasan di televisi, kasus korupsi dan kesewenang-wenangan dari berbagai media, pengerusakan lingkungan yang dilakukan demi kepentingan para konglomerat melalui berbagai media masa, dan contoh gaya hidup yang cenderung hedonis oleh para public figure dimana mereka sebagian besar diidolakan oleh remaja.

    2. Remaja, Antara Moral dan Religi

    Pada dasarnya religi atau agama merupakan bagian dari moral. Dengan memiliki dasar agama yang baik, seseorang akan melakukan perbuatan baik jika itu baik, dan akan menghindarinya jika itu buruk. Di sinilah peran parenting islami dalm sebuah keluarga dibutuhkan. Selain agama, hal-hal lain seperti sopan santun, tata krama, dan norma-norma masyarakat merupakan bagian dari moral itu sendiri.

    Dalam sebuah perkembangan psikologi keluarga, moral, dan religi merupakan bagian yang cukup penting dalam jiwa remaja. Sebagian besar orang berpendapat bahwa moral dan religi bisa mengendalikan tingkah laku pada seseorang, termasuk remaja. Dengan adanya kedua hal tersebut, seorang remaja tidak akan melakukan hal-hal yang merugikan atau bertentangan dengan kehendak dan pandangan masyarakat. Tetapi benarkah demikian?

    3. Menanamkan Moral pada Remaja

    Psikologi keluarga akan berbeda pada setiap rumah tangga, tergantung bagaimana para “punggawa-punggawa” keluarga tersebut dapat memainkan peran baik yang tidak hanya “akting” alias menjadi orang tua tetapi tidak berfungsi dengan baik, seperti hanya memberi kesenangan lahir tanpa memperhatikan batin. Setiap orang tua memiliki kewajiban menanamkan pengetahuan moral dan religi bagi anak-anaknya. Perlu diketahui bahwa masa remaja merupakan masa yang sensitif, di mana kepribadiannya sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Oleh karena itu, menanamkan pemahaman moral kepada anak remaja harus terus dilakukan.

    Pada penanaman moral dan religi akan lebih baik jika dikembangkan sejak dini, sehingga ketika remaja ia tidak akan terpengaruh terhadap lingkungan yang buruk. Sebab, ia sudah memiliki pondasi yang kuat dan akan menguat ketika dia terus mencari pemahaman tentang agamanya. Di sinilah orang tua berperan. Sosok orang tua merupakan individu yang bertanggung jawab terhadap pendidikan nilai-nilai moral dalam keluarga dan menciptakan kondisi psikologi keluarga yang stabil. Metode yang dikembangkan untuk mendidik remaja oleh keluarga pun sudah saatnya disesuaikan dengan dinamika perubahan masyarakat sehingga anak akan merasa nyaman.

    gambar dikutip dari http://www.moslemforall.com/

    Ikuti tulisan menarik wahyu awaludin lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.