Kisah Wartawan Tertidur 'Mangap' di Depan Mendagri

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Ada sebuah cerita menarik dari medan liputan. Cerita menarik ini terjadi saat saya meliput di Kementerian Dalam Negeri.

Ada sebuah cerita menarik dari medan liputan. Cerita menarik ini terjadi saat saya meliput di Kementerian Dalam Negeri. Kementerian ini memang jadi salah satu pos liputan saya. Jadi, sehari-hari, saya banyak meliput di kementerian ini.

Saat itu yang jadi bos di Kementerian Dalam Negeri, adalah Gamawan Fauzi, mantan Gubernur Sumatera Barat. Presidennya pun belum Joko Widodo tapi masih SBY. Sekarang bos kementerian sudah berganti, Gamawan telah pensiun, diganti Tjahjo Kumolo. Pergantian menteri seiring dengan bergantinya Presiden, dari SBY ke Jokowi.

Nah, cerita yang saya tuliskan ini, peristiwanya terjadi saat Gamawan masih jadi orang nomor satu di Kementerian Dalam Negeri. Saat masih jadi Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan punya kebiasaan, kerap mampir tiba-tiba ke ruangan yang biasa dipakai para wartawan ngumpul.

Ruangan wartawan itu sendiri, ada di sebelah ruangan kerja Kepala Pusat Penerangan Kemendagri. Ruangannya tak begitu luas, tapi cukup nyaman. Ada meja besar di tengah ruangan, juga kursi-kursi yang mengelilinginya. Di pojok ada sebuah kulkas. Dan di pojok atas ruangan, tergantung sebuah televisi layar flat.

Di ruangan inilah, para wartawan yang ngepos liputan di Kemendagri kerap berkumpul, mengetik berita atau sekedar ngobrol ngalor ngidul sembari menyeruput kopi. Dan, ke ruangan ini pula, Gamawan kerap mampir. Kedatangan Gamawan, kadangkala tak terjadwal, alias mendadak saja. Dia bisa mampir tiba-tiba saat siang hari, sore, atau bahkan menjelang pulang kantor, tiba-tiba saja orang nomor satu itu nongol masuk ruangan wartawan.

Satu waktu, kala itu saya ingat sore hari, Gamawan tiba-tiba masuk ruangan wartawan. Saat itu di dalam ruangan, tak begitu banyak wartawan, hanya ada segelintir. Saya masih ingat, di sebelah saya duduk Sahlan wartawan Koran Seputar Indonesia (Sindo). Wartawan lainnya yang ada dalam ruangan saat itu, adalah Mas Tomo dari JPNN.com dan Arjuna yang saat itu masih jadi reporter Koran Jurnal Nasional yang sekarang sudah tutup.

Sahlan ketika itu, sedang tidur pulas. Saking pulasnya, Sahlan tidur dengan mulut 'mangap' alias menganga. Dengkurnya lumayan terdengar keras. Mungkin dia kecapaian. Maklum,m rumahnya ada di bilangan Depok, cukup jauh dari Jakarta.

Nah, saat Sahlan sedang tidur 'mangap' itulah, Gamawan masuk tiba-tiba. Kami yang ada dalam ruangan juga kaget, tiba-tiba saja Mendagri sudah ada dalam ruangan. Awalnya Mas Tomo hendak membangunkan Sahlan. Tapi, Menteri Gamawan melarangnya. " Biarkan saja mas dia tidur, sepertinya kecapean," kata Gamawan saat itu.

Jadilah Sahlan tetap tidur 'mangap'. Dan, posisinya tepat berhadapan dengan Gamawan yang duduk di seberangnya. Kami pun kemudian mengobrol dengan Mendagri ditemani secangkir kopi. Sementara Sahlan masih tidur 'mangap' dengan dengkurnya. Sampai kemudian, Sahlan terbangun. Tapi, ia langsung kaget, begitu diketahui di depannya duduk Mendagri. Ia kaget, dan langsung meminta beribu-ribu maaf. Mendagri sendiri hanya tersenyum, lalu berkata.

" Tidak apa-apa Mas Sahlan, tadi saya larang dibangunkan, karena kelihatannya lelah sekali. Kasihan kalau dibangunkan," kata Menteri Gamawan.

Wajah Sahlan pun, seperti kepiting rebus, saking malunya. " Kang, kenapa tak dibangunkan saya tadi, malu saya tidur depan menteri," kata Sahlan setengah berbisik pada saya yang duduk disampingnya.

" Bukan begitu Lan, tadi sudah mau dibangunkan, tapi pak menteri melarang, jadi ya dibiarkan saja kau tidur," jawab saya membela diri.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Agus Supriyatna

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua