Kenapa Parpol Masih Diam Seribu Basa - Analisis - www.indonesiana.id
x

Thamrin Dahlan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Kenapa Parpol Masih Diam Seribu Basa

    Pilkada Jakarta menjadi semakin seru dengan prediksi kemenangan calon jalur independen. Tentu saja Parpol tidak mau berdiam diri, pasti nanti ada gebrakan

    Dibaca : 4.198 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Dinamika Politik Indonesia akhir-akhir ini semakin menarik untuk di ulas terkait dengan perseteruan antara jalur indpenden dengan partai politk. Pengajuan Ahok sebagai calon Gubernur Jakarta periode 2017-2022 oleh sebagian Warga Ibukota yang menamakan dirinya Teman Ahok menimbulkan sedikit gejolak di tubuh Parpol.

    Isu yang berkembang saat ini bukan lagi sosok siapa Ahok.  Isu panas kini telah bergeser ke pertarungan head to head antara calon jalur Independen vs calon tunggal Parpol. Parpol tentu bersepakat tidak ingin sejarah perpolitikan Indonesia  mencatat mereka di pecundangi di Pilkada Jakarta.  Apalagi Jakarta sebagai barometer politik nasional yang dampaknya diperkirakan akan merembes dan menular aura independent ke Pilkada Daerah se nusantara. .  

    Walaupun petinggi parpol masih malu-malu berkolaborasi, nampaknya perkerabatan itu akan terjadi juga seiring semakin dekatnya jadual Pilkada 2017.  Memang perlu satu orang penggagas dari internal parpol untuk mengumpulkan tenaga nan terserak.  Seandainya parpol mau bersatu maka akan muncul satu kekuatan maha dahsyat karena pengamalan mengikuti Pilkada sejak kemerdekaan.  Sebaliknya dapat dipastikan calon independen akan unggul seandainya parpol bersikeras mengusung calon masing-masing.

    Senjakala Parpol? Inilah kemungkinan yang akan terjadi.  Senjakala Parpol Indonesia ketika  parpol tidak mau bersatu padu. Seharusnya Parpol mau sejenak menghilangkan arogansi partai masing masing di Jakarta. Tentu saja ujung ujungnya kepentingan sejati itu bisa dijadikan rujukan utama untuk berkolaborasi setelah mampu mengabaikan perseteruan antara sesama parpol.  Yes senjakala itu akan berubah menjadi pagi nan cerah. ketika Parpol bersepakat melawan jalur independent.

    Ray Rangkuti (RR) - pengamat politik - pada satu kesempatan wawancara di TVRI mengatakan sebenarnya Parpol bisa saja berdiam diri.  Berdiam diri tidak peduli dengan apa yang terjadi di Pilkada Jakarta. Menurut RR Parpol memiliki legitimasi dalam sistem ketatanegaraan Indonesia karena memiliki regulasi syah Undang Undang Nomor 2 Tahun 2011 Tentang PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG PARTAI POLITIK yang berlaku mulai tanggal 15 Januari 2011.  Tidak ada satu kekuatan  yang bisa membubarkan Parpol kecuali DPR sendiri mereformasi regulasi tersebut.

    Sementara itu status hukum jalur independen terkadang masih ada para pihak yang mempertanyakan terkait masalah juridis formal Menanggapi hal tersebut Komisioner KPU Ida Budhiati mengungkapkan bahwa calon kepala daerah dari jalur independen maupun diusung oleh partai politik (parpol) atau gabungan parpol sama-sama konstitusional. Calon kepala daerah bebas menentukan cara saat maju dalam pilkada 2017 mendatang karena Undang-Undang melindungi hak para calon.  "Baik jalur independen atau parpol sama-sama dilindungi undang-undang. Kedua jalur diperbolehkan menurut konstitusi supaya ada kesetaraan. Warga negara yang akan maju dalam pilkada mendatang boleh menentukan mana jalur yang dipilih," ujar Ida di Jakarta, Sabtu (12/3). (ref : Berita Satu) 

    Semakin Seru.  Jalur independen di era pilkada Jakarta 2012 memang sudah mengusung Faisal Basri dan Biem Benyamin.  Namun apa daya Faisal Basri kurang mendapat dukungan baik finansial maupun dukungan lainnya.  Agak beda dengan Ahok dalam kapasitasnya sebagai petahana (incumbent).  Untuk sementara Ahok berkibar karena dia mempunyai panggung. Sebagai Gubernur yang didukung oleh Birokrat tentu saja Ahok semakin semangat bekerja guna menunjukkan bahwa dia tidak main main membenahi Jakarta.

    Jakarta Metropolitan sebagai barometer segala aspek hidup dan kehidupan di Indonesia menjadi pertaruhan hidup mati bagi siapa saja yang berkepentingan merebut predikat nasional. Pertarungan antara Parpol dan Jalur Independent akan semakin seru karena menyangkut masa depan sesama pihak.  Malah Jalur Indpendent pun mengatakan inilah momentum untuk megalahkan Parpol.   Dilain pihak dari sisi kader parpol mengatakan inilah momentum untuk menggalang kekuatan semua parpol agar bisa bersatu dan kemudian unggul di Jakarta.  

    Siapa pemenang biarlah nanti kita buka lembar demi lembar takdir di sore hari 15 Februari 2017. Point yang ingin saya sampaikan disini adalah apa yang dikerjakan hari ini akan menjadi sejarah kelak di esok hari. Petinggi Parpol tidak akan berdiam diri berpangku tangan di Pilkada Jakarta.  Kita tunggu saja dinamika politik nasional, siapa yang akan muncul sebagai calon tunggal parpol guna menghadapi Ahok yang nampaknya semakin percaya diri maju melalui Jalur Independen.  

    Dan tulisan senjakala ini tidak lain hanya bermaksud agar Parpol kembali kepada jati dirinya sebagai kendaraan politik yang mengusung kepentingan rakyat jelata saudara kembar wong cilik.

    Salamsalaman

    TD 

     

     

    Ikuti tulisan menarik Thamrin Dahlan lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.