Zaskia Gotik Duta Pancasila? Yang Benar Saja

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Zaskia Gotik ditunjuk PKB jadi duta Pancasila sebagai penebus dosa kesalahan melecehkan lambang negara. Sesederhana itu? Yang benar saja.

Zaskia Gotik makin poluler rupanya. Belum lagi kasus penghinaan terhadap Pancasila selesai, kini Fraksi PKB MPR malah mengganjarnya sebagai duta Pancasila. Lho kok bisa ya. Jangan-jangan besok akan banyak orang yang menghina simbol-simbol negara untuk cari popularitas, akan diangkat jadi duta juga. Yang benar saja.

Adalah Sekjen PKB Abdul Kadir Karding yang melemparkan pernyataan kontroversial itu di acara “Sosialisasi 4 Pilar dan Talkshow: Pancasila Hidup Kita”  (Kamis, 7 April 2016). Karding menilai Zaskia mau belajar setelah kasus penghinaan lambang negara yang menerpanya. Penunjukan itu dinilai menjadi penebus dosa atas kesalahan Zaskia Gotik sebelumnya. Sesederhana itu?

Penyelesaian secara hukum pidana, dinilai PKB tidak tepat karena memiliki ruang dialog dan persuasif. Penunjukan jadi duta adalah pilihan PKB yang tepat menyikapi hal itu. Sebagai artis, Zaskia bisa mensosialisasikan Pancasila ke masyarakat. Sebagai artis, akses ke media relatif mudah dan ini bisa dipakai untuk menyebarkan virus positif Pancasila.

Sebenarnya, Zaskia Gotik hanyalah satu dari 62 pekerja seni yang hadir di acara itu yang tentunya juga diharapkan menularkan virus positif Pancasila. Tetapi karena Zaskia baru terlibat kasus penghinaan terhadap Pancasila, dengan ‘’bebek nunggingnya itu,” Karding agaknya lebih tertarik padanya (lepas dari itu semua, penyanyi dangdut itu memang cantik, seksi, dan menarik….). Dan. Jadilah Zaskia Gotik duta Pancasila versi PKB untuk menebus dosanya itu.

Kata ‘duta’ berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti ‘yang dipercaya’. Dalam Kamus Bahasa Indonesia, kata ‘duta’ maknanya yaitu utusan dan wakil diplomatik di negeri asing. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online, ‘duta’ bermakna ‘orang yang diutus oleh pemerintah (raja dan sebagainya) untuk melakukan tugas khusus, biasanya ke luar negeri; utusan; misi.

Di KBBI, duta juga bermakna orang yang mewakili suatu negara di negara lain, untuk mengurus kepentingan negara yang diwakilinya; membantu dan melindungi warga negaranya yang tinggal di negara itu, dan sebagainya.  Melihat pengertian kata ‘duta’ itu, Zaskia Gotik mungkin ya sekedar utusan PKB untuk mensosialisasikan Pancasila. Alasannya seperti yang diutarakan Sekjen PKB Abdul Kadir Karding tadi.

Tepatkah langkah PKB ini? Sebagai sikap partai dalam memandang kasus penghinaan lambang negara yang melibatkan Zaskia Gotik, boleh-boleh saja. Pendekatan persuasif dan dialog memang bisa ditempuh. Terlebih dengan kenyataan kasus Zaskia ini setidaknya mengingatkan kita, betapa abainya kita kepada dasar negara kita. Karding menyebut satu survei di Jatim, menemukan ada enam wakil bupati tak hafal Pancasila pada 2008 lalu.

Tetapi patut juga diingat, seabai-abainya kita, tindakan pelecehan atas Pancasila tidak akan pernah bisa dibenarkan. Tindakan Zaskia bisa saja mencerminkan realitas yang ada di masyarakat, memandang dan menilai lambang negara dengan perasaan sinis. Iwan Fals pernah mengingatkan kita lewat lirik lagu Bangunlah Putra Putri Pertiwi.

“……Bangunlah putra putri Ibu Pertiwi; Mari mandi dan gosok gigi; Setelah itu kita berjanji; Tadi pagi esok hari atau lusa nanti; Garuda bukan burung perkutut; Sang Saka bukan sandang pembalut; Dan coba kau dengarkan; Pancasila itu bukan rumus kode buntut; Yang hanya berisikan harapan: Yang hanya berisikan khayalan…”

Lepas dari realitas sinisme yang ada di masyarakat terhadap lambang-lambang negara kita, sikap membenarkan pelecehan atas dasar khilaf, pendidikan minim, dan tak tahu tentang makna lambang negara, terlalu sulit diterima.  Ada undang-undang yang harus ditaati. Saat ini perkara itu masih bergulir di Bareskrim Polri. Biarkan hakim yang nanti akan memutuskannya.

Ini sekaligus menjadi pembelajaran agar masyarakat selalu ingat, agar tak mudah melecehkan lambang negara dengan alasan apa pun. Sebagai manusia kita bisa menerima permintaan maaf Zaskia Gotik. Namun, jangan pula sikap pemaaf itu mengabaikan hukum yang ada. Jika tidak, jangan heran jika nanti akan muncul kasus serupa dengan berbagai alasan, yang ujung-ujungnya untuk menarik perhatian publik.

Terkait Zaskia  Gotik sebagai artis yang punya potensi lebih dalam mensosialisasikan Pancasila, tidak sepenuhnya salah atau benar. Zaskia memang bisa mensosialisasikan Pancasila,  sebagaimana juga  Yulia Perez, Inul Daratista, Dewi Persik, Juwita Bahar, Iis Dahlia, dan sederet artis dangdut lain. Masalahnya apa yang akan disosialisasikan, sekedar hafalan bunyi kalimat dalam Pancasila, atau contoh perilaku yang Pancasilais.

Misalnya saja, duta aksara Indonesia adalah orang yang dipercaya bisa mengikis buta aksara di Indonesia. Dia datang ke berbagai provinsi mengkampanyekan dan mendorong masyarakat belajar membaca dan menulis. Yang pernah terpilih sebagai duta, di antaranya Nurul Qomar pelawak dan anggota DPR dan Sundari Sukotjo, Ada juga, duta keasrian lingkungan  yang pernah disematkan oleh KLH kepada Dewi Sandra, Ebiet G Ade, Lula Kamal, Mona Ratulliu.

Itu hanya contoh. Banyak duta lain yang mengemban tugas sesuai yang disandangnya. Kalau lingkungan hidup berarti dia harus konsen dengan lingkungan hidup. Kehidupannya yang dijalani sang duta menggambarkan kepeduliannya kepada lingkungan hidup.  Duta aksara pun demikian, duta perdamaian tak jauh berbeda.

Dengan demikian, duta Pancasila seharusnya juga mengemban tugas mensosialisasikan Pancasila. Tak hanya isi kalimat sila per sila dalam Pancasila. Dia juga harus bisa memahami apa Pancasila itu, dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Mampukah Zaskia Gotik melakukan hal itu?

Saya tak berburuk sangka akan keseriusan Zaskia untuk belajar dan belajar Pancasila, suatu kebaikan yang kita harapkan ditiru banyak orang. Namun, kehidupan artis termasuk penyanyi dangdut yang penuh gemerlap hedonis, gossip, pakaian seksi, dan yang lainnya, memunculkan keraguan.  Bisakah mereka menjadi contoh perwujudan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari? Atau mungkin PKB memandang kehidupan artis itu sudah sesuai dengan nilai-nilai Pancasila? Kalau memang ya, silakan jadikan duta Pancasila versi PKB saja.

Yang pasti, Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, tak sekedar kalimat dalam sila-silanya. Kalimat itu sangat sarat makna dan menjadi dasar serta acuan perilaku hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia. Menyederhanakan pemahaman Pancasila sekedar pada hafal tidaknya  bunyi kalimat sila-sila Pancasila, jelas tidak tepat. Saya sendiri ragu, apakah ada manusia Indonesia yang sudah mampu menjadi Duta Pancasila.

 

Salam.

Bagikan Artikel Ini
img-content
mohammad mustain

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

img-content

Ormas Intoleran Pasca Ahok Kalah

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua