Pembunuhan Karyawati dengan Gagang Cangkul: Ini 3 Setan Pemicunya - Analisa - www.indonesiana.id
x

Gendur Sudarsono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Pilihan
  • Pembunuhan Karyawati dengan Gagang Cangkul: Ini 3 Setan Pemicunya

    Dibaca : 174.186 kali

    Betapa mudah pemuda kita memperkosa dan membunuh lawan jenis.  Hampir setiap hari, kejahatan yang paling kuno ini mengisi halaman koran dan situs berita. Kali ini publik tercengang sekaligus prihatin terhadap tragedi yang dialami seorang wanita muda bernama Enno Farihah, 19 tahun.

    Karyawati  sebuah pabrik plastik di Kota Tangerang itu dibekap  diperkosa, lalu dibunuh dengan tusukan gagang  cangkul di bagian penting tubuhnya oleh   tiga pemuda pada Kamis malam, 12 Mei 2016, sekitar pukul 23.30 WIB.  Salah satu pelaku bahkan  masih belajar di SMP.

    Kenapa peristiwa yang memilukan seperti itu terjadi lagi?  Dari keterangan saksi, tersangka, dan  penjelasan polisi, setidaknya ada 3 hal yang patut disoroti, bahkan bisa dianggap sebagai "setan" pendorong kejahatan ini:

    1.Kemudahan komunikasi

    Masyarakat, termasuk kaum remaja, kini menghadapi pola komunikasi yang begitu mudah.  Dengan gampang remaja saling berkenalan,  tukar menukar nomor  telepon genggam, kemudian bisa ngobrol secara intensif, bahkan gratis.  Terungkap, salah satu tersangka, RA,  yang baru berusia 14 tahun,  berkomunikasi  lewat hand phone dengan korban sebelum peristiwa itu.   RA dan korban  disebut-sebut sedang pacaran.(Baca :Karyawati Dibunuh Pakai Gagang Cangkul, Ini Kronologinya)

    Pola komunikasi yang mudah itu memungkinkan  RA mendatangi korban di mess pabrik  pada malam hari.  Mereka sempat bercumbu, tapi RA kesal ketika korban  tak mau mau diajak berhubungan badan.

    2. Hasrat seksual

    Kenapa  seorang remaja seperti RA tak sanggup menahan dorongan seksual lalu nekad menyalurkannya secara liar?  Problem ini juga muncul pada dua pemuda lain yang bertemu RA di luar mess.  Nyatanya, ketiga pemuda yang tak  saling kenal itu kemudian sepakat mendatangi RA di kamar mess, memperkosa, lalu membunuhnya. 

    Para pelaku itu memang sudah mengenal  korban sebelumnya. Bahkan ada yang sakit hati karena cintanya ditolak. (Baca:  Ini Motif Pembunuh Enno Farihah Versi Polisi) Hanya, besarnya keinginan kaum muda untuk melampiaskan hasrat seksual seketika tetap perlu dicermati. Banyak kasus pemerkosaan  yang dilakukan oleh remaja dipicu oleh video porno yang mudah diakses lewat telepon genggam. Tapi dalam kasus Enno, belum ada pengakuan tersangka mengenai hal ini.

    3. Keamanan Lingkungan

    Sebuah mess karyawati seharusnya memiliki standar keamanan yang cukup.  Kenapa RA dibiarkan masuk ke kamar Enno?  Mengapa pula, RA dan dua pemuda lain, kemudian juga leluasa memperkosa dan membunuh korban? Bahkan salah satu tersangka sempat mencari cangkul buat membunuh  sang karyawati. (Baca: Pembunuhan Karyawati : 31 Adegan, Pelaku Sempat Bercumbu)

    Mencermati  faktor pemicu  pemerkosaan dan pembunuhan  yang belakangan semakin merajalela sungguh penting.  Pemerintah  bersama  masyarakat semestinya berupaya menghilangkan, setidaknya mengurangi  berbagai faktor pendorong yang menyebabkan remaja kita  berperilaku amat keji. *

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.