BM PAN: 8000 Posko Melawan Gubernur Tukang Gusur Rakyat - Analisis - www.indonesiana.id
x

Abdul Munir A.S

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • BM PAN: 8000 Posko Melawan Gubernur Tukang Gusur Rakyat

    Melawan calon gubernur kejam dan tukang gusur rakyat di Pilkada DKI Jakarta, Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) akan menyiapkan 8000 posko yang

    Dibaca : 8.795 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Melawan calon gubernur kejam dan tukang gusur rakyat di Pilkada DKI Jakarta, Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) akan menyiapkan 8000 posko yang tersebar di beberapa titik di DKI Jakarta. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum BM PAN Ahmad Yohan di Markas DPP BM PAN Jalan Tebet Timur Dalam Raya Tebet-Jakarta Selatan, Selasa (20/9/2016).

    Pernyataan Yohan itu seirama dengan seruan tokoh reformasi Amien Rais beberapa waktu lalu, terkait penolakannya terhadap calon gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dinilainya diktator dan kejam terhadap rakyat kecil di Jakarta dalam kebijakan pembangunan. Oleh tokoh Muhammadiyah itu, Ahok adalah musuh nomor satu demokrasi yang harus dilawan. Olehnya itu, ia bersama partai yang pernah dibesutnya; Partai Amanat Nasional (PAN), akan membentuk “8000 Posko anti gubernur kejam dan tukang gusur rakyat.”

    Menyambut sikap tegas Amien Rais itu, Yohan dalam keterangan persnya akan mengkonsolidir seluruh kader-kader BM PAN yang ada di Jakarta untuk membentuk 8000 Posko anti gubernur kejam dan tukang gusur rakyat.“Setelah pengumuman pengurus DPP BM PAN kemarin, kami punya agenda perdana dan prioritas, salah satunya pembentukan 8000 posko anti gubernur gejam dan tukang gusur rakyat. Ini sikap kami untuk memperjuangkan demokrasi dan melawan calon gubernur fasis dan diktator seperti Ahok, Selama ini Ahok cenderung menampilkan corak politik yang anti demokrasi. Ia lebih membela pengembang dan pemodal daripada membela rakyat kecil yang hidup di pinggir ibukota. Perangai Ahok yang sedemikian brutal dan bengis ini sebagai musuh kolektif yang harus kami lawan bersama rakyat Jakarta.” demikian jelas Yohan ketika menyampaikan sikap politiknya terhadap Ahok di Markas DPP BM PAN.   

    Di tempat terpisah, Ketua DPW BM PAN DKI Jakarta Satria Chaniago pun memberikan statemen tegas terkait penolakan BM PAN DKI Jakarta terhadap sosok Ahok yang bengis selama memimpin Jakarta. “Saat ini kami sudah mengkonsolidir seluruh kekuatan elementer untuk membuat Posko perlawanan terhadap calon gubernur Jakarta anti rakyat kecil bernama Ahok. Ini gerakan kesadaran kami, agar demokrasi di negeri ini tidak dibusuki oleh perangai politik yang culas dan kejam seperti Ahok. Jelas-jelas Ahok itu anti rakyat kecil kok, untuk apa didukung? Kami tidak ambil pusing dengan pilihan politik partai manapun, musuh utama kami adalah siapapun calon gubernur yang anti demokrasi, dan kejam terhadap rakyat kecil di Jakarta. Dari semua calon gubernur DKI Jakarta yang ada saat ini, Ahok lah yang 100 persen mewakili kata-kata anti demokrasi, fasis dan diktator. Jadi yang kami lawan ini adalah musuh kolektif rakyat dan demokrasi. Kita ini negara yang tengah membangun demokrasi, jadi jangan sampai agenda demokrasi ini rusak di tangan orang-orang fasis seperti Ahok,” demikian tegas Satria.

    Setelah terlunta-lunta secara politik, kini Ahok resmi didukung PDIP sebagai calon gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Jarot. Sebelumnya, Ahok sesumbar mencalonkan diri dari jalur independen berpasangan dengan Heru, namun setelah mengumpulkan KTP warga Jakarta, rencana Ahok itu kandas lantaran disadarinya akan gagal saat verifikasi. Pasca itu, Ahok terlihat seperti memelas ke beberapa partai, terutama kepada PDIP yang masih tarik ulur mendukungnya. Setelah dibiarkan terlunta-lunta, akhirnya Ahok kembali dipungut sebagai calon Gubenrnur Jakarta dari partai yang berlambang banteng bermoncong putih itu. *** 

    Ikuti tulisan menarik Abdul Munir A.S lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.