Merdeka Berpikir! - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Firman Pratama

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 21 September 2022

Minggu, 25 September 2022 06:36 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Merdeka Berpikir!

    Keinginan manusia ada dalam “pikiran”. Memiliki keinginan artinya berani untuk berpikir. Berarti kekuatan pendorong kemerdekaan yang kedua ini adalah kekuatan pikiran.

    Dibaca : 476 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Bulan Agustus adalah bulan yang sakral bagi bangsa Indonesia karena ada hari peringatan kemerdekaan. Tanggal 17 Agustus, adalah hari dimana proklamasi kemerdekaan di tahun 1945 pertama kali dibacakan. Hari itu itu, 77 Tahun yang lalu merupakan titik awal bangsa Indonesia disebut sebagai bangsa yang merdeka.

    makna kemerdekaan seutuhnya

    Merdeka untuk menjadi sebuah bangsa dan negara dalam mengatur sendiri hidupnya. Mengatur sendiri semua aspek kehidupan masyarakatnya. Sadarkah kita, apa yang menjadi kekuatan bagi bangsa Indonesia sehingga mampu memproklamasikan kemerdekaanya? Jangan menyebut bambu runcing ya. Saya geli saja ketika disebut perjuangan bangsa kita bisa merdeka hanya karena bambu runcing. Kalau hanya bambu runcing maka bangsa ini tidak akan pernah merdeka.

    Kekuatan Bangsa Indonesia untuk Merdeka

    Untuk melihat kekuatan bangsa Indonesia dalam mewujudkan kemerdekaan bisa dibaca di pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. “Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”. Dari kalimat tersebut, ada 2 kekuatan yang membuat bangsa ini menjadi bangsa yang bebas merdeka. Pertama adalah tentu Rakhmat Allah yang Maha Kuasa. Yang kedua adalah Keinginan luhur. Saya ingin membahas yang kedua. Yaitu “keinginan luhur”. Keinginan untuk bebas, keinginan untuk merdeka.

    Keinginan manusia ada dalam “pikiran”. Memiliki keinginan artinya berani untuk berpikir. Berarti kekuatan pendorong kemerdekaan yang kedua ini adalah kekuatan pikiran.

    Merdeka Berpikir !

    Jika kita mundurkan waktu, maka pada tahun 1908 adalah awal bangsa kita merdeka untuk berpikir. Memiliki keberanian untuk menunjukkan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia itu ada. Dengan dibentuknya organisasi Budi Utomo sebagai perkumpulan dari berbagai suku dan organisasi lain yang ada di penjuru Indonesia. Merdeka Berpikir adalah kemerdekaan yang menjadi awal kemerdekaan sebuah bangsa. Karena jika berpikir untuk merdeka saja tidak berani, lantas bagaimana bergerak untuk mewujudkan kemerdekaan. Merdeka berpikir adalah kemerdekaan masing-masing individu. Sebuah bangsa yang merdeka harus menjamin kemerdekaan setiap individunya untuk bebas berpikir.

    merdeka-berpikir-untuk-kaya

    Saat ini bangsa kita sudah merdeka secara penuh. Sehingga berpikirnya bukan lagi untuk merdeka dari penjajah, tapi bagaimana merdeka dari kesusahan, merdeka dari kebodohan, merdeka dari kemiskinan. Konsepnya sama dengan berpikir untuk merdeka dulu. Yaitu harus berani untuk berpikir kaya. Memiliki kemerdekaan untuk berpikir kaya. Faktanya tidak semua orang memiliki “keberanian” untuk berpikir kaya.

    Baca juga ini : Ini Makna dari Kemerdekaan yang Sebenarnya

    Berpikir Tanpa Batas

    Berpikir itu tidak ada batas. Setiap orang memiliki hak asasi untuk berpikir. Bahkan hak asasi ini tercatat di piagam hak asasi yang dikeluarkan oleh Persatuan Bangsa Bangsa. Jika berpikir itu bebas, maka memiliki keinginan juga bebas. Memiliki impian juga bebas. Tidak ada yang menghalangi setiap manusia untuk membangun impiannya. Temasuk keinginan untuk menjadi pribadi yang kaya. Bagaimana seseorang menjadi kaya jika untuk berpikir kaya saja takut. Kenyataannya, dalam kelas AMC, saya sering bertemu orang yang d imulutnya mengucap ingin kaya tapi di pikirannya ternyata banyak ketakutan untuk kaya. Ketakutan ini muncul akibat akumulasi atau kumpulan dari pemahaman yang didapat sejak kecil.

    buku solusi masalah hidup

    Berpikir yang bebas, berpikir yang merdeka adalah kunci utama untuk mendapat keinginan. Dan seharusnya di dalam negara yang merdeka ini setiap manusia juga bebas untuk membuat keinginan. Termasuk ketika ingin membuat keinginan untuk kaya. Negara kita sudah merdeka selama 77 tahun dan terus merdeka. Maka seharusnya kita juga menjadi pribadi yang merdeka.

    Ikuti tulisan menarik Firman Pratama lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.