Puisi untuk Negeri

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Puisi tentang negeri

Aku buatkan puisi lirih untuk negeri, 

dimana kebaikan sulit merajam,

tapi yang jahat terus diberi jiwa.

Entah kenapa.

 

Aku menuliskan puisi perih untuk negeri,

perih melihat kekayaan hanya terjual murah,

tapi aku harus membelinya lagi dengan harga mahal,

sebesar itukah tanggunganku sebagai rakyat?

 

Aku suarakan puisi gundah untuk negeri,

diambang hilangnya kearifan lokal,

tergerus eksodus globalisasi dan maraknya penyebaran ekstasi,

Jangan marah ketika budaya hilang dicuri orang,

memang salah kita tak melulu menghidupkan.

Ya, biarkan.

 

Lalu, sebegitu bodohkah aku?

Sebegitu tak berdayanya aku melihat budayaku hancur,

bahasa daerahku terlupakan,

dan bangsaku tak lagi jadi bijak?

 

Inilah puisiku,

puisi yang dibuat diujung parit kekelaman politik,

puisi yang dibuat dengan todongan senjata ekonomi,

aku hidup, aku masih hidup

hidup dengan jeratan kehidupan ekonomi morat marit

hidup dengan tujukan keserakahan penguasa masa kini.

 

Bagikan Artikel Ini
img-content
Oky Handoko

Seorang yang hobi menulis

0 Pengikut

img-content

Memimpikan Jakarta yang Bebas Macet

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua