Ini Yang Harus Diperhatikan Soal Wisata Indonesia

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia tentu memiliki potensi alam yang luar biasa sebagai objek wisata.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia tentu memiliki potensi alam yang luar biasa sebagai objek wisata. Dari wisata bahari hingga wisata pegunungan, Indonesia memiliki semua hal di wilayahnya.

Ribuan bahasa, suku, dan sumber daya alam sudah menjadi rahasia dunia. Tak heran, jika daerah-daerah seperti: Bali, Lombok, Belitung dan Bunaken, sudah menjadi langganan para turis baik domestik maupun mancanegara.

Lantas, apa yang membuat pariwisata Indonesia terkesan macet? Hanya beberapa daerah yang mampu menunjukkan kekayaan alamnya, sementara yang lain sulit mengembangkan potensi ini. Kenapa pula para turis masih enggan ke daerah-daerah Indonesia, selain daerah yang sudah teruji kualitasnya?

1. Kebersihan masih menjadi PR

Nyatanya, banyak daerah di Indonesia yang masih belum menyadari potensi alam yang mereka miliki. Baik itu air terjun, laut, ataupun gunung, mereka masih memperlakukan alam bukan sebagai sumber mata pencaharian, tapi hanya sesuatu yang biasa.

Alhasil, kebersihan tempat tersebut masih jauh dikatakan layak. Sebut saja, Kepulauan Seribu. Di balik indahnya, kepulauan seribu masih menyimpan polemik yang tidak kunjung selesai.

Selama perjalanan, ada sebuah pemandangan yang tak asri untuk dilihat oleh para pengunjung. Banyak sampah, yang terbawa dari tepi, mengapung dan memenuhi laut. 

Sekecil apapun sampah di laut, ini akan menjadi sebuah permasalahan besar bagi perkembangan pariwisata di Indonesia. Selain itu, para wisatawan yang telah berkunjung akan kehilangan motivasi untuk kembali karena sampah.

2. Infrastruktur, Akomodasi, dan Akses mudah menuju tempat wisata

Kontur geogafis Indonesia yang berundak-undak menjadikan beberapa tempat wisata sulit untuk dijangkau. Para pengunjung harus berjuang untuk sampai ke tempat dimana mutiara-mutiara alam tersusun dengan indahnya.

Permasalahannya, tempat wisata yang infrastrukturnya baik masih tetap menjadi primadona terbaik bagi para pengunjung. Bagaimana dengan tempat yang infrastrukturnya buruk bahkan tidak memadai?

Tentunya, para pengunjung enggan berkunjung kesana. Tak akan ada yang rela mengorbankan diri untuk sebuah liburan yang mengancam. Semua pengunjung menginginkan tempat wisata yang memiliki infrastruktur memadai. 

Oleh karena itu, pembangunan tempat wisata harus memperhitungkan infrastruktur yang memadai. Untuk wisata laut, harus ada dermaga yang baik sebagai persinggahan kapal-kapal. Untuk wisata pegunungan, paling tidak ada akses jalan yang bisa ditempuh untuk ke tempat wisata.

3. Proses Ekspos Tempat Wisata

Bagaimana orang lain akan mengetahui suatu tempat wisata dan potensi alam jika tidak ada berita? Inilah yang juga masih menjadi kendala. Banyak daerah di Indonesia bahkan gagap teknologi dan internet. Alhasil, keindahan alam itu hanya dinikmati oleh penduduk sekitar.

Pemerintah seharusnya bijak dalam menanggapi hal ini untuk membuat masyarakat setempat bersahabat dengan teknologi dan internet. Pemerintah, khususnya dinas pariwisata, harus mulai gencar melakukan sosialisasi mengenai teknologi dan internet untuk memaksimalkan potensi wisata di daerah tersebut. 

Paling tidak, pemerintah mengajak para generasi muda di wilayah tersebut untuk bersama-sama menyiarkan kekayaan alam dan potensi wisata yang ada di wilayah tersebut. Alhasil, akan ada turis domestik dan wisata yang bersedia mengunjungi tempat tersebut.

Jika ini dilakukan, tak akan lama masyarakat akan mendapatkan hasil dari ekspos tersebut. Akan ada penghasilan, terutama pada high season, dari biaya penginapan dan oleh-oleh. Ini menjadi bentuk kontribusi dan rasa cinta rakyat setempat akan negara dan alam mereka sendiri. 

Bagikan Artikel Ini
img-content
Oky Handoko

Seorang yang hobi menulis

0 Pengikut

img-content

Memimpikan Jakarta yang Bebas Macet

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua