x

Iklan

Ipul Gassing

Pemilik blog daenggassing.com yang senang menulis apa saja. Penikmat pantai yang hobi memotret dan rajin menggambar
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Luwu, Tanah Durian

Luwu adalah kabupaten di utara kota Makassar Sulawesi Selatan. Kabupaten ini terkenal sebagai penghasil utama durian di Sulawesi Selatan. Salah satunya adalah durian montong yang rasanya luar biasa

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Apa aroma yang paling menyengat hampir di sekujur kota Makassar di akhir dan awal tahun? Jawabannya adalah aroma durian! Iya, menjelang akhir tahun dan awal tahun kota Makassar akan disesaki para pedagang durian. Mereka menggelar dagangan di tepi jalan, di kios atau bahkan masuk ke dalam mall. Di bulan-bulan itu aroma durian akan sangat akrab dengan hidung kita.

Sulawesi Selatan punya kabupaten-kabupaten yang jadi sentra penghasil durian dan buah-buahan lainnya. Kabupaten yang paling terkenal adalah Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur. Dulunya 3 kabupaten ini tergabung dalam 1 kabupaten; Luwu sebelum akhirnya dua lainnya memisahkan diri.

Di kabupaten yang berjarak lebih dari 300 km sebelah utara kota Makassar ini, durian dan buah-buahan lainnya melimpah ruah di musim panen. Memasuki kabupaten Luwu yang berada paling dekat dengan kota Makassar kita akan disambut oleh jejeran pepohonan durian, rambutan, manggis atau cempedak di sisi jalan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Yang paling mencolok adalah rambutan. Buah yang bernama ilmiah nephelium lappaceum ini berdiri berbaris rapat di tepi jalan. Warna buahnya yang kemerahan ketika matang benar-benar mencolok dan mengundang selera. Di Luwu rambutan sepertinya adalah buah-buahan yang wajib ada di setiap rumah penduduk, belum termasuk berhektar-hektar kebun yang juga berisi rambutan.

Di tepi jalan juga kita akan sangat mudah menemukan pedagang-pedagang buah yang berjualan di kios sederhana semi permanen. Durian disatukan dan diikat, begitu juga dengan rambutan dan buah-buah lainnya. Para pembeli bisa membawa pulang buah-buahan itu atau mampir beberapa jenak untuk mencicipi buah-buahan itu sambil beristirahat.

Untuk durian sebesar sekira bola sepak dihargai antara Rp. 25.000 s/d Rp. 35.000 per ikat berisi 3 durian. Harga bisa berubah kalau duriannya lebih besar lagi. Di antara durian yang besarnya standar itu ada juga terselip durian montong yang besarnya hampir sebesar semangka. Durian montong rata-rata panjangnya 60 cm dengan diameter 30 cm. Harga sebiji durian montong di Luwu mulai dari Rp. 50.000,-, jauh berbeda dengan harga di kota Makassar yang bisa mencapai Rp. 150.000,- per buahnya.

Durian montong memang lebih mahal dari durian biasa. Tapi percayalah, rasanya sungguh luar biasa! Dagingnya besar-besar, hampir sekepalan tangan anak kecil dengan biji yang biasanya hanya sebesar jempol orang dewasa. Durian montong (atau di Luwu biasa disebut durian otong) aromanya tidak sekuat durian yang biasa, teksturnyapun lebih halus dan tidak terlalu berserat. Rasa manisnya pas, tidak berlebih dan juga tidak kurang.

Hari terakhir di Luwu, tepatnya di Luwu Utara saya dan teman-teman disuguhi beberapa biji durian montong yang melihatnya saja sudah membuat kami berdecak. Biji-biji pertama kami santap dengan riang, rasanya mantap luar biasa. Tapi, beberapa biji kemudian perut sudah terasa penuh dan tubuh terasa panas. Memang sebelum mampir dan disuguhkan durian montong kami sebelumnya sudah mampir di rumah seorang petani dan juga mencicipi durian, jadinya efek khas durian cepat bereaksi di tubuh kami.

Walhasil 6 buah durian montong yang besarnya super itu tidak bisa kami habiskan. Hanya 3 biji yang bisa berpindah ke perut kami, sisanya hanya kami pandangi dengan gelengen kepala. Durian montong memang luar biasa!

Tanah Luwu memang tanah durian, di sana durian adalah buah yang menghidupi mereka, buah yang jadi ikon kota mereka. Di puncak musim durian mereka bahkan menyantap durian bersama nasi selain tentunya produk durian lainnya seperti lempok atau selai.

Pokoknya Luwu adalah surganya durian! Tanah yang penuh dengan durian.

Ikuti tulisan menarik Ipul Gassing lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler