Giving Empathy

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Buku Giving Empathy bukan sekedar akan memberikan informasi tentang HIV

Ayah saya dulu bekerja sebagai pelaut.

Setelah satu tahun berlayar, ayah kembali dan menularkan HIV pada ibu.

Ibu mengandung dan saya lahir dengan penyakit yang sama. 

Ibu selalu berkata pada saya, “kalau ada yang tanya, kamu minum obat apa?, jawab saja ini vitamin.”

Saya tahu kalau ketahuan, saya bisa dikeluarkan dari sekolah.

Sejak itu saya harus terus menerus berbohong kepada teman-teman, guru-guru, hingga kepada kepala sekolah.                            

Namun  suatu  hari setelah ibu meninggal, kepala sekolah memanggil saya. Katanya pada saya “ tidak usah datang ke sekolah lagi, cari tempat belajar lain.

Si Kecil yang Anonim 

 

Anak yang terdampak atau hidup dengan HIV atau dalam tubuhnya tetap dapat hidup sehat dengan minum obat secara konsisten dan teratur.  Mereka juga dapat berumur panjang sebagaimana orang lain yang tidak hidup dengan HIV di dalam tubuhnya,  oleh karena itu sudah seharusnya mendapatkan dukungan dari lingkungannya.

Namun sayang, masyarakat pada umumnya masih takut jika anak-anaknya bergaul dengan anak terdampak HIV dan AIDS karena kurangnya pengetahuan mereka tentang virus tersebut.

Menurut penulis  hal ini wajar, karena minimnya informasi media mengenai dampak virus HIV  atau AIDS kepada anak. Banyak masyarakat secara umum  hanya mengira penularan virus itu hanya tertular dari dosa darah ( hubungan seks atau jarum suntik bergantian ). Tidak banyak yang tahu bahwa virus HIV atau AIDS dapat tertular dari ibu ke anak yang disebabkan tidak melakukan  melakukan PMTCT ( Program Pencegahan Penularan HIV dari ibu ke bayi ).

Ide Penulisan Buku Giving Emphaty ini dilakukan oleh penulis karena sulitnya mencari media informasi mengenai penanganan  anak yang terdampak atau hidup dengan HIV atau AIDS dalam tubuhnya dan bagaimana kehidupan anak- anak ini sebenarnya. Oleh karena itu sejak tahun 2011 hingga 2013 melalui observasi, pengamatan dan wawancara mendalam dengan orang-orang yang terinfeksi HIV. Penulis berusaha menuturkan penemuannya.

Selamat membaca dan Salam Empati,

Max Andrew Ohandi  

Bagikan Artikel Ini
img-content
Max Andrew Ohandi Ohandi

Saya Superhero Kocak yang berprofesi sebagai jurnalis warga

0 Pengikut

img-content

Aku HIV, Bagaimana dengan Buah Hatiku ?

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
img-content

Makna Sabang Sampai Merauke

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua