Kancil & Kelinci

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kelinci bosan dengan kehidupannya. Dia ingin sekali ada perubahaan dalam kehidupan. Hingga suatu hari datanglah !

Si kelinci sudah puluhan tahun hidup di kota besar. Tepatnya 2 tahun jadi sapu jalan, 3 tahun jadi tukang parkir, dan 7 tahun jadi kuli bangunan. Kelinci bosan dengan kehidupannya. Dia ingin sekali ada perubahaan dalam kehidupan. Hingga suatu hari datanglah ! 

 

“…Pamanku dari desa.

Dibawakannya rambutan,pisang

Dan sayur mayur segala rupa

Bercerita paman tentang ternaknya

Berkembang biak semua…,” lirik Lagu Paman Dari Desa  

 

Pamannya mengajak kelinci untuk tinggal di desanya. “Kelinci, kamu tinggal bersama dengan paman di desa, mau gak ? Meskipun di sana sederhana, tetapi Enak lho ! Kamu bisa berenang di air sungai yang jernih, turun ke sawah yang hijau, dan menggiring kerbau sambil bermain suling,” ajakan pamannya. 

“Mau !,” jawaban Kelinci. 

Kelinci akhirnya tinggal di desa. paman memberikan kepercayaan kepada Kelinci untuk mengelolah kebun ketimun milikinya. Ketika si kelinci sedang menabur benih ketimun, datanglah ! 

 

“Si Kancil anak nakal

 

Suka mencuri-curi ketimun….,” lirik lagu si Kancil 

Ayo lekas ditangkap

Jangan diberi ampun,” Lagu anak : Si Kancil Nakal 

 

“Hei kamu.. !,” memanggil kelinci. 

“kamu memanggil saya ?, “ tanya kelinci 

“Iya, kamu ! saya baru pertama kali lihat kamu di desa ini ? Nama kamu siapa ?,” balas kancil. 

“Saya kelinci, kamu siapa ?,” jawab kelinci. 

“Saya kancil., kamu mau gak jadi anak buah saya  dalam mencuri  ladang-ladang ketimun miliki petani ?,” bujukan Kancil.

“Gak Mau aah ! Saya takut ke tangkap !,” kata kelinci. 

“Tenang saja, saya di sini terkenal cerdik dan di juluki pencuri ulung di sini ! Nanti bisa saya ajar kamu trick-trick di jamin kita gak akan pernah ke tangkap deh !,” rayuan kancil.

“Selain itu, buat apa cape-cape menanam benih ketimun berbulan-bulan. Belum tentu hasil bakal panen banyak ? Bagaimana kalau nanti ada hama atau banjir bandang merusak kebun kamu ?,” tambahan kata kancil. 

Untung ada suara adzan berkumandang. “ Saya mau Sholat dulu, kancil mau ikutan gak ?,” ajakan kelinci. 

“Tidak ! Terima kasih, lalu bagaimana mau ikutan gak ?, ’ balas kancil. 

“Tidak mau ! Kata paman kunci keberhasilan dari panen ketimun ialah berdoa dan berusaha,” Jawab kelinci. 

“Yaudah kalau begitu !,” jawab kancil dengan sambil kesal meninggalkan kelinci. 

Setelah 6 bulan kemudian, “Aduuuuh…….,” Teriakan Kancil kena perangkap petani. Warga desa berkumpul. “Akhirnya, kamu kancil kena juga batunya ! enak di apa nih ?,” Tanya salah satu warga desa. 

“Bakar..Bakar..,” seruan warga. 

“Tolong….Tolong….. Ampuh..ampuh,” melas si kancil. 

“ Ingat jangan main hakim Sendiri kita ! Lebih baik kita bawa saja ke kantor polisi. Biar hukum yang nanti memberikan sangsi agar si kancil bertobat !,” celetukan salah satu warga. 

Akhirnya si kancil di tangkap. Di sini lain si kelinci menikmati hasil panen berlimpah-limpah. Sebagai ucapan syukuran kepada Tuhan. Sebagian hasil kebun ketimun diberikan untuk warga yang miskin dan lapar. 

Pesan moral dari cerita kancil dan kelinci  ialah banyak orang di negeri ini orang-orang yang cerdas tetapi tidak takut akan Tuhan. Sehingga mereka suka korupsi. Kita harus berani menolak ajak untuk berbuat korupsi atau mencuri !      

Bagikan Artikel Ini
img-content
Max Andrew Ohandi Ohandi

Saya Superhero Kocak yang berprofesi sebagai jurnalis warga

0 Pengikut

img-content

Aku HIV, Bagaimana dengan Buah Hatiku ?

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
img-content

Makna Sabang Sampai Merauke

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
Lihat semua