5 Alasan Kenapa Kamu Perlu Main ke Nusa Tenggara Timur - Analisa - www.indonesiana.id
x

Wafiq Zuhair

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 8 Januari 2020

Selasa, 14 Januari 2020 13:40 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • 5 Alasan Kenapa Kamu Perlu Main ke Nusa Tenggara Timur

    Dibaca : 1.659 kali

    Memasuki tahun baru tentu kita memiliki resolusi baru, atau mungkin target-target yang belum tercapai di tahun sebelumnya kembali direncanakan agar bisa diraih tahun ini. Salah satu hal yang menarik untuk menjadi wishlist adalah destinasi wisata yang ingin dikunjungi. Apabila Anda adalah seorang pekerja yang disibukkan oleh jadwal kerja, berlibur menjadi satu upaya untuk menghilangkan stress sekaligus menikmati kebersamaan bersama keluarga.

    Tentu kita tidak perlu repot-repot untuk mencari destinasi wisata karena sekarang banyak sekali wahana wisata baru yang dapat dikunjungi. Perkembangan teknologi juga memungkinkan kita untuk mendapatkan informasi dengan cara yang mudah dan murah.

    Namun, apabila Anda ingin mencari pengalaman baru, mengunjungi tempat wisata di luar daerah dapat menjadi solusi tepat untuk mendapatkan sensasi perjalanan yang berbeda. Dengan berkunjung ke suatu tempat yang jauh dari tempat tinggal, tentu dapat pula menjadi momentum untuk merekatkan hubungan antar anggota keluarga yang lain.

    Tidak perlu repot-repot untuk mengunjungi negara lain guna mendapatkan semua hal tersebut. Pasalnya, di Indonesia sendiri terdapat 'surga yang tersembunyi' dengan pesona alamnya yang luar biasa. Anda bisa menemukannya di Nusa Tenggara Timur.

    1. NTT Surga di Pedalaman

    Daerah itu bernama Nusa Tenggara Timur. Pesona alam daerah tersebut berhasil membuatnya dihargai apresiasi sebagai Best Value Places to Visit 2020 dari Lonely Planet, sebuah perusahaan asal Australia yang berfokus menerbitkan panduan perjalanan dan traveling.

    Penghargaan tersebut dilaksanakan untuk menyambut tahun 2020. Lonely Planet menggelar ajang Best in Travel 2020 Competition. Pemenang dari kompetisi ini dihasilkan dari pilihan pembaca Lonely Planet khusus yang sudah berusia 18 tahun ke atas.

    Dari banyaknya destinasi wisata yang ada di dunia, provinsi Nusa Tenggara Timur di Indonesia berhasil menduduki peringkat pertama. Bahkan mampu mengalahkan Bali, Lombok, dan Kepulauan Gili.

    Selain memiliki alam yang indah, di Nusa Tenggara Timur juga terdapat spot menyelam terbaik di Indonesia, yaitu di Pulau Alor. Beberapa tempat yang direkomendasikan untuk dikunjungi jika Sahabat berkunjung ke sana, yaitu Pulau Rote, Pulau Sumba, serta Pulau Rinca.

    Baca Juga : 5 Kisah Superhero yang Tidak Pernah Tayang di TV !

    2. Masih Perawan

    ‘Keperawanan’ wilayah Nusa Tenggara Timur sudah tak perlu dipertanyakan lagi. Bahkan orang lokal sana sendiri saja belum tentu pernah mengunjungi seluruh wilayahnya. Selain akses yang sulit, jumlah penduduk yang tak sepadat pulau-pulau besar pun menjadi salah satu faktor keperawanan wilayah NTT.

    Jumlah penduduk di Provinsi NTT hanya sebanyak 5,3 juta jiwa. Coba kita bandingkan dengan Jakarta yang dipadati lebih dari 10,5 juta atau daerah-daerah lain di Jawa yang memiliki kepadatan leih dari 700 jiwa/km2. Jumlah penduduk yang sedikit menjadikan NTT sebagai wilayah yang tenang dan wisata alamnya belum banyak terjamah oleh tangan-tangan manusia.

    Ketika berkunjung ke sana, Anda akan merasa tenang dan damai seperti di surga karena tidak banyak mendapat gangguan dari pengunjung yang lain. Kepadatan penduduk yang sedikit berdampak pada kondisi alamnya yang masih alami serta masih terjaga keindahannya.

    Baca Juga : Permasalahan Lingkungan di NTT, Kita Bisa Apa ?

    3. Negeri Seribu Bukit

    Nah, NTT juga cocok banget untuk Anda yang suka hiking. Tak hanya terkenal dengan keindahan lautnya, NTT juga dikenal dengan sebutan Negeri Seribu Bukit. Julukan ini disematkan karena NTT memiliki total 550 pulau yang tersebar di luas daerahnya.

    Provinsi yang beribu kota Kupang ini memiliki tiga pulau besar, yaitu Pulau Flores, Pulau Sumba, dan Pulau Timor Barat. Selain itu terdapat pulau-pulau lainnya seperti Pulau Lembata, Pulau Rote, Pulau Adonara, Pulau Komodo, dan Pulau Palue.

    Gugusan-gugusan pulau tersebut merupakan salah satu daya tarik yang menjadi perhatian dunia. Oleh orang lokal, gugusan pulau itu biasa disapa dengan berbagai macam sebutan, seperti "Sunda kecil", "Nusa Tenggara", dan "Flobamora." Sebutan itu juga memiliki makna lain, yakni terdapat banyak suku yang mendiami wilayah itu, juga sebagai pertanda kesatuan menjadi Masyarakat NTT.

    Anda bisa menjelajahi bukitnya satu per satu. Bukit paling terkenal yang bisa Anda coba salah satunya Pulau Padar. Saat mencapai di puncaknya, kamu bisa menemukan pemandangan yang luar biasa. Tiga laut berwarna bisa kamu lihat secara bersamaan. Namun, kalau ingin ke sana, Anda harus datang dari pagi-pagi sekali. Sebab kalau sudah lebih dari pukul 09.00 WITA, terik matahari di sana bukan main panasnya.

    Sebelum mendapat apresiasi internasional, keindahan gugusan pulau di NTT telah menjadi perhatian dunia. Harumnya aroma cendana yang menjadi komoditi di masa lampau telah membawa pedagang-pedagang dari Tiongkok, Timur Tengah, Eropa dan dari penjuru dunia untuk datang mengunjungi NTT. Hal ini membuatnya semakin dikenal di mata dunia.

    Baca Juga : 3 Masalah Besar di NTT yang Kita Harus Bantu

    4. Melihat Hewan Terlangka di Dunia

    Tak lengkap rasanya kalau ke NTT tapi belum mengunjungi hewan purba yang jadi salah satu keajaiban dunia ini. Ya! Sahabat bisa bertemu dengan salah satu binatang terlangka di dunia, komodo. Komodo yang disebut juga dengan biawak komodo atau ora (bahasa penduduk lokal) adalah spesies biawak besar yang terdapat di Pulau Rinca, Komodo, Flores, Gili Dasami, dan juga Gili Motang yang semuanya ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

    Komodo merupakan spesies paling besar dari familia Varanidae, juga kadal yang terbesar dengan panjangnya yang bisa mencapai 3 meter serta bisa mencapai 100 kg beratnya. Tubuhnya yang besar dan juga reputasinya yang mengerikan membuat komodo menjadi salah satu hewan yang terkenal di dunia.

    Namun, habitat komodo yang semakin menyusut membuatnya masuk ke dalam spesies yang rentan punah. Oleh karena itu pemerintah Indonesia menetapkan komodo sebagai hewan yang dilindungi dan membuat Taman Nasional Komodo sebagai wadah untuk itu.

    Kalau nanti datang ke NTT untuk lihat komodo, Anda harus hati-hati ya. Soalnya komodo kecil kadang suka manjat sampai ke pohon-pohon. Warnanya yang nyaru dengan batang pohon membuatnya tak begitu terlihat.

    Baca Juga : Nadiem Makarim dan Harapan Guru di Pedalaman Indonesia

    5. Spot Menyelam Terbaik di Dunia

    Buat Anda yang memiliki hobi menyelam atau diving, tentu sudah tidak asing lagi dengan Raja Ampat, Bunaken, Wakatobi, ataupun Karimun Jawa. Namun, tenang saja, keindahan itu juga bisa kamu dapatkan jika main ke NTT. Di sana terdapat spot diving terbaik yang disebut-sebut sebagai saingan Raja Ampat yang terkenal karena keindahan dan pesona biota lautnya, yaitu Alor.

    Alor terletak di sebelah timur Flores, Nusa Tenggara Timur. Di pulau tersebut tidak hanya keindahan bahari. Alor juga memiliki pesona di daratannya, mulai dari daya tarik alam, budaya, serta sejarah, sehingga memikat banyak wisatawan untuk berkunjung ke sana.

    Untuk diving sendiri, Alor memiliki hampir 50 titik penyelaman yang tersebar hingga ke Pulau Pantar. Spot-spot tersebut bervariasi dan memiliki tingkat kesulitan yang berbeda dari yang mudah hingga yang tersulit. Bahkan, 20 di antaranya dimasukkan ke dalam spot diving terbaik di dunia. Menarik, bukan?

    Salah satu keunggulan yang dimiliki spot diving di Alor adalah kualitas air yang bening dan dihuni biota laut yang bermacam-macam. Anda dapat melihat betapa cantiknya terumbu karang dan biota laut di sana dari jarak pandang 40 meter. Mola-mola, ikan pari, hiu, dan paus adalah beberapa di antaranya.

    Baca Juga : Status Gizi di Nusa Tenggara Timur

    5 alasan di atas membuat Nusa Tenggara Timur dianugerahi sebagai Best Value Place To Visit di tahun 2020. Nah, bagaimana? Menarik sekali bukan?

    Yuk, jadikan Nusa Tenggara Timur sebagai wishlist destinasimu yang ingin dikunjungi di tahun ini. Selagi masih awal tahun, jadi bisa mulai menabung dari sekarang.

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.









    Oleh: Napitupulu Na07

    2 hari lalu

    Bangun Jutaan Tandon Air Hujan-Padat Karya Tunai, untuk Menambah Cadangan Air Kemarau dan Mengurangi Banjir, serta Dampak Covid 19

    Dibaca : 118 kali

    Pembangunan yang terlalu mengejar pertumbuhan ekonomi berakibat terjadinya alih fungsi hutan dan ruang terbuka hijau secara masif menjadi: perkotaan, permukiman, areal industri, perkebunan sawit, kawasan pertambangan minerba dan galian C, berbagai sarana transportasi, perladangan berpindah dan lahan gundul kritis terlantar; telah berujung terjadinya banjir-banjir besar di musim hujan,diikuti kekeringan dan kelangkaan air di musim kemarau, serta air kotor / tercemar oleh limbah cair dan sampah yang menyumbat sungai dan drainase sepanjang tahun. Mengatasi masalah ini sekarang pemerintah sedang giat-giatnya membangun banyak bendungan/waduk banjir dan serbaguna bersamaan dengan merehabilitasi hutan dan konservasi lahan (gerhan). Namun upaya gerhan dan bangun waduk-waduk tersebut belum optimal menurunkan debit puncak banjir DPB) yang membesar/meningkat menjadi 5 (lima) kali debit (Q) sebelum alih fungsi tata guna tanah. Untuk mengantisipasi dampak alih fungsi tata guna lahan ini peraturan perundang-undangan terkait Penataan Ruang telah memuat persyaratan prinsip Zero Delta Q (Pertambahan Debit Nol). Tulisan ini menguraikan pentingya menerapkan prinsip Pertambahan Debit Nol ini dengan membuat/membangun jutaan tandon-tandon air hujan di seluruh nusantara; untuk melengkapi dan mengoptilakan upaya yang sedang berjalan tersebut di atas, namun sekaligus dapat menyerap tenaga kerja secara padat karya bagi penduduk yang terdampak pandemi Covid 19.