5 Tips Efektif Tetap Produktif Bekerja di Rumah - Analisa - www.indonesiana.id
x

Wafiq Zuhair

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 8 Januari 2020

Kamis, 4 Juni 2020 14:12 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • 5 Tips Efektif Tetap Produktif Bekerja di Rumah

    Dibaca : 289 kali

    Menghadapi virus Covid-19 yang tak kunjung berakhir, terus dihadapkan berita dan kabar yang justru membuat kita semakin pesimis juga berpikiran negatif. Kebosanan mulai melanda ketika kita terus berada di rumah. Dampaknya, produktivitas menurun dan pekerjaan menjadi ikut terbengkalai.

    Padahal, bagi kita yang tetap harus bekerja di tengah Covid-19 dituntut untuk menyelesaikan tugas-tugas dan bersikap professional. Namun, dengan kita bekerja di rumah hal tersebut menjadi tidak mudah. Kita harus berhadapan dengan beragam godaan dan urusan rumah tangga yang terkadang mengganggu pekerjaan kita.

    Nah, bagaimana tips efektif agar tetap prouktif selama bekerja di rumah? Mari simak ulasannya sebagai berikut:

    1. Selalu Mengawali Hari dengan Rutinitas

    Mengawali hari dengan baik sangat penting dalam menentukan mood kita selama 24 jam ke depan. Jika kita memulai hari dengan berantakan, maka diperkirakan pekerjaan kita juga akan ikut berantakan.

    Sahabat bisa mencoba mengawali hari dengan rutinitas yang biasa dilakukan ketika pergi ke kantor di hari biasa. Seperti mandi, berpakaian rapi, ataupun bersolek serta memakai parfum.  Memang terdengar sederhana, namun dampaknya sangat efektif dalam meningkatkan mood serta konsentrasi Sahabat dalam bekerja.

    Baca Juga : 19 Kabar Baik dari Covid-19 yang Perlu Kita Syukuri

    1. Siapkan ruangan khusus

    Berbeda dengan bekerja di kantor, ketika kerja di rumah potensi gangguan itu sangat besar terjadi. Sahabat dapat mengantisipasi hal itu dengan cara menyiapkan ruangan khusus untuk dijadikan ‘tempat kerja’. Pilihlah tempat yang sama setiap hari, dengan meja, kursi, dan juga suasana yang mendukung pikiran Sahabat agar tetap tenang dalam bekerja.

    Usahakan tempat tersebut juga jauh dari gangguan yang berpotensi mendistrak pikiran kita, seperti suara TV, barang yang berantakan, ruang main anak, dan lain sebagainya.

    Baca Juga : 8 Perilaku yang Berubah Selama Virus Covid-19

    1. Mengatur Jadwal

    Tak bisa dipungkiri, kerja di rumah lebih membuat kita bosan dan kurang serius. Sahabat bisa membuat jadwal harian, kapan harus kerja dan kapan harus berhenti sejenak untuk refreshing. Dengan adanya jadwal tersebut, pikiran kita akan lebih terstruktur dan meminimalisir adanya waktu yang terbuang sia-sia.

    1. Berinteraksi dengan Teman Kantor

    Berkat kemajuan teknologi, jarak bukan jadi penghalang untuk bisa saling berkomunikasi satu sama lain. Ada baiknya Sahabat tetap berinteraksi dengan teman sekantor agar tidak stress dan malas. Mengobrol dengan orang lain juga dapat meningkatkan mood kerja kita dan memperbaiki mental yang terganggu akibat kerja di rumah.

    Sahabat bisa memanfaatkan beragam platform seperti zoom, google meet, whatsapp call, cloud X, dan aplikasi lainnya.

    Baca Juga : Cara Menjaga Mentalmu Tetap Baik-baik Saja

    1. Sempatkan Waktu dengan Orang Tersayang

    Jangan sampai pekerjaan melupakan kita dari orang-orang sekitar. Sahabat bisa memanfaatkan waktu luang untuk berinteraksi dengan istri, anak, atau anggota keluarga yang lain. Hal tersebut dapat mengurangi stress karena tekanan kerja sehingga Sahabat bisa semakin produktif lagi ketika bekerja di rumah.

    Itu tadi 5 tips yang dapat dilakukan agar bisa tetap produktif ketika bekerja di rumah. Semoga kita terus diberi kemudahan dan covid-19 dapat cepat berlalu dari hidup kita. Amiin..

    Sahabat, tidak semua orang masih diberi kesempatan untuk bekerja, ada saudara-saudara kita yang dirumahkan akibat Covid-19, mari kita bersama-sama bantu mereka, klik di sini.

     

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.






    Oleh: Napitupulu Na07

    1 hari lalu

    Keadilan Agraria dan Peningkatan Produksi Pangan Melalui Konsesi Lahan Pertanian Luasan 10 –80 ha, kepada Badan Usaha Perorangan.

    Dibaca : 87 kali

    Salah satu dari 9 masalah fundamental multi dimensi bangsa Indonesia adalah “masih rendah, terbatas dan timpang pembangunan dan kesejahteraan baik antar lapisan / strata masyarakat maupun antar daerah dan pulau”. Perwujudan sila ke 5 dari Pancasila yang tertera dalam pembukaan UUD 1945 yakni “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” masih jauh dari harapan. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9, bertajuk ‘Apa kabar Reforma Perhutanan Sosial’ Selasa 3/4/2018, Dalam paparan berjudul ‘Evolusi Kawasan Hutan, Tora dan Perhutanan Sosial, mengungkapkan: Ketimpangan pemberian lahan dan akses dari sektor kehutanan ini terdata sampai tahun 2017. Perbandingan ketimpangannya? Luas lahan di Indonesia yang yang sudah keluar ijin pengelolaanya adalah 42.253234 ha dari total 125.922.474 KH Indonesia. Dari 42.253.234 ha lahan yang diberikan ke swasta-masyarakat-kepentingan umum, 95,76 %-nya dilelola oleh swasta luas totalnya 40.463.103 ha. Perkembangan Luas Areal Kelapa Sawit, dari data peta RePPProT, pada tahun 1990 luasnya 7.662.100 ha, dari data baru tahun 2015 menjadi 11.260.277 ha, berarti kenaikan rata-rata 142.000 ha/tahun. Tahun 2016 menurun sedikit menjadi 11.201.465 ha. Tahun 2017 terhadap angka 2016 meningkat drastis 25 % lebih, menjadi sebesar 14.048.722 ha. Tahun 2018 naik menjadi 14.327.093 ha, Tahun 2019 naik menjadi 14.677.560 ha. Areal usaha perkebunan kelapa sawit tersebut didominasi oleh hanya puluhan pengusaha besar swasta. Ke depan apa yang bisa dilakukan? untuk mengurangi ketimpangan penguasaan / hak kelola Pengusaha Besar Swasta (PBS) atas tanah kawasan hutan (40.463.103 ha) dan Perkebunan kelapa sawit (14.677.560 ha), totalnya 55.140.663 ha setara 29,5 % luas daratan Idonesia 187.000.000 ha. Penulis menyarankan Solusi pengurangan ketimpangan secara bertahap, namun sekaligus bisa menangani permasalahan besar lain yaitu kemandirian pangan Indonesia yang sangat lemah / rapuh karena terkendala terbatasnya ketersediaan lahan garapan. Pada kesempatan ini diusulkan untuk Ekstensifikasi Pertanian pangan dengan membuka daerah irigasi (DI) Baru dengan Pola Pertanian Pangan UKM. Strateginya membangun Lima Pilar Pertanian Beririgasi Modern di luar P. Jawa meliputi: P1: Penyediaan air irigasi; P2: Pembangunan infrastruktur irigasi baru; P3: Pencetakan sawah baru petakan besar yang sesuai mekanisasi pertanian untuk para UKM dengan konsesi lahan 30-80 ha; P4: Mempersiapkan sistem pengelolaan irigasi; P5: Membangun sistem konsesi UKM pertanian mekanisasi padi komersial terpadu, mulai tanam, panen, sampai siap dipasarkan. Untuk keadilan agraria dan sekaligus penyediaan lahan garapan daerah irigasi baru, juga untuk lahan peternakan dan perikanan terlihat 2 kemungkinan yakni: (i) Mengatur pemberian puluhan ribu konsesi lahan luasan kecil 10 ha untuk peternakan, perikanan, hortikultur (mix farming), serta luas 30 - 80 ha untuk irigasi baru. Sebagai tahap pertama memanfaatkan cadangan areal untuk Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) seluas 4,1 juta ha, diberikan konsesi 30 tahun kepada badan usaha perorangan; dan (ii) Mengubah konsesi sawit lama yang habis masa konsesinya menjadi konsesi 30 tahun UKM sawah beririgasi 30 ha - 80 ha.