Mengubah Hidup dengan Network - Perjuangan Seorang Perempuan dalam Menghidupi Keluarganya - Hiburan - www.indonesiana.id
x

cover buku Goenarni Goenawan

Handoko Widagdo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 20 Juli 2022 15:25 WIB

  • Hiburan
  • Topik Utama
  • Mengubah Hidup dengan Network - Perjuangan Seorang Perempuan dalam Menghidupi Keluarganya

    Goenarni Goenawan menghadapi situasi dimana sang suami tidak seperti yang diharapkannya. Justru sang suami membuat keluarganya menjadi berantakan secara ekonomi. Tetapi Goenarni Goenawan berhasil mengambil alih tugas suami sebagai pencari rejeki. Goenarni Goenawan berhasil mengubah kehidupan keluarganya dari jurang kemelaratan menjadi sebuah keluarga teladan.

    Dibaca : 1.052 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Judul: Mengubah Hidup Dengan Network

    Penulis: Goenarni Goenawan

    Tahun Terbit: 2011

    Penerbit: Guru Publishing

    Tebal: xiv + 210

    ISBN: 978-602-19341-0-4

     

    Seorang perempuan tangguh yang bernai mengambil alih tanggungjawab terhadap keluarganya adalah luar biasa. Apalagi kalau dia adalah seorang single parent. Seorang yang harus menafkahi dirinya sendiri dan anak-anaknya akibat suami yang gagal. Buku “Mengubah Hidup dengan Network” ini adalah kisah tentang Goenarni Goenawan berjuang sendirian sampai mencapai sukses ketika suaminya mengecewakan. Ia tidak mengeluh. Ia tidak meratap. Ia memilih untuk berjuang demi menyelamatkan keluarganya.

    Goenarni lahir di sebuah desa di Kabupaten Jember, Jawa Timur pada tanggal 24 November 1960. Ayahnya, Tan We Goen adalah seorang pejuang kemerdekaan yang menerima bintang jasa dari Pemerintah Indonesia. Anak kedelapan dari 12 bersaudara ini dibesarkan dalam suasana pedesaan yang penuh toleransi antaretnis.

    Masa sekolah sampa kuliah Goenarni dijalani dengan lancar. Sejak SMA ia sudah harus meninggalkan keluarganya di Jember supaya bisa bersekolah di SMA yang bermutu. Goenarni kuliah di Universitas Airlangga di Surabaya.

    Selepas kuliah dia menikahi pemuda pilihannya. Meski keluarga sebenarnya tidak menyetujui, tetapi Goenarni nekat. Awal pernikahan mereka begitu bahagia. Apalagi dari perkawinan itu lahirlah anak pertama mereka.

    Namun prahara rumah tangga segera saja datang. Sang suami kembali pada kebiasaan masa lalunya, yaitu mabuk-mabukan. Sang suami sering membawa kawan-kawannya ke rumah. Bahkan akhirnya Goenarni tahu bahwa sang suami dan kawan-kawannya terlibat narkoba. Sang suami yang diingatkan malah melakukan kekerasan. Kelakuan suami yang mengkonsumsi narkoba membuat ekonomi keluarga ini hancur. Meski Goenarni bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia berusaha apa saja, termasuk jualan ayam goreng. Tetapi karena suaminya sering meminta uang untuk membeli narkoba, maka hasil kerja Goenarni tak pernah cukup untuk membesarkan keluarganya. Padahal mereka memiliki 3 anak.

    Sampai akhirnya sang suami dipenjara karena kasus narkoba. Kondisi ini membuat Goenarni harus mengambil tindakan radikal. Goenarni harus berjuang sendiri untuk menghidupi keluarganya. Ia memutuskan untuk bekerja di Jakarta. Di Jakarta inilah ia mulai mengenal pekerjaan networking. Ia bekerja dengan orang Philippina yang membimbingnya mengenal bisnis networking.

    Setelah cukup berhasil, ia memboyong ketiga anaknya ke Jakarta. Keputusan memboyong anak-anaknya ini adalah untuk menebus rasa bersalah karena ia selama ini tidak sempat memperhatikan anak-anaknya. Ia terlalu sibuk bekerja.

    Dengan bimbingannya, ketiga anak Goenarni bisa menempuh pendidikan tinggi di luar negeri. Satu di Kanada dan dua di Australia. Goenarni memberi kebebasan kepada anak-anaknya untuk menentukan masa depannya sendiri.

    Setelah mempunyai banyak pengalaman dalam berbisnis secara online. Goenarni bergabung dengan bisnis online w.w.w.tvexpress.com.  Perusahaan network pariwisata ini berpusat di London. Goenarni berhasil mengembangkan network ini di Indonesia. Bahkan ia berhasil menjadi supplier merchandise di bisnis jaringan ini.

    Bisnis network adalah bisnis yang tidak memerlukan modal besar tetapi memerlukan kerja keras. Bisnis ini mempunyai prinsip gotongroyong. Bahkan Guruh Soekarno Putra menjuluki bisnis ini sebagai bisnis yang sesuai dengan prinsip-prinsip Pancasila. Guruh adalah salah satu teman Goenarni dalam mengembangkan bisnis networking di Indonesia.

    Sebagai seorang pebisnis yang sukses, ia tak lupa untuk berbagi. Ia selalu menyisihkan pendapatannya untuk bersedekah kepada mereka yang miskin. Goenarni selalu menyisihkan 20% penghasilannya untuk beramal sebagai ungkapan rasa syukur karena telah ditolong Tuhan.

    Telah terbukti bahwa kerjakeras, gigih dan mau berbagi adalah kunci untuk mencapai sukses dalam bisnis. Kesuksesan tidak tergantung kepada berapa besar modal yang anda punya.

    Goenarni, seorang perempuan yang harus menghidupi keluarganya karena sang suami gagal, telah membuktikan bahwa perempuan pun bisa sukses dan bisa menjadi Kepala rumah tangga. Goenarni adalah teladan. Ia menjadi inspirasi bagi mereka yang ingin sukses melalui kerja keras dan kerja gigih. Pantaslah kalau berbagai penghargaan diberikan kepadanya. 691

    Ikuti tulisan menarik Handoko Widagdo lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.