Mengelola Jagad Raya - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Senin, 28 November 2022 06:24 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Mengelola Jagad Raya

    Manusia memiliki tugas mulia di dunia ini. Dalam bahasa Jawa disebut hamemayu hayuning bawono. Apa itu?

    Dibaca : 1.018 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    OLeh: Bambang Udoyono

    Kita kembali lagi membahas sebuah peri bahasa Jawa yang mencerminkan kearifan nenek moyang kita.  Mungkin anda sudah sering mendengar kalimat hamemayu hayuning bawono.  Apa maksudnya?   Mari kita bahas.

     

    Hamemayu atau amemayu artinya memelihara, mengelola, mengupayakan kebaikan. Hayu  atau dalam bahasa sehari hari ayu artinya cantik, baik.  Kata ning dalam bahasa Jawa sehari hari menjadi adalah padanan kata ‘nya’ dalam bahasa Indonesia. Bawono artinya buana, alam, jagad.  Jadi kalimat itu artinya adalah memelihara, mengelola kecantikan, keadaan baik dunia.  Itulah tugas manusia di dunia ini menurut orang Jawa.

     

    Bawono  atau dunia ini meliputi alam dan manusia.  Kalau dalam bahasa Jawa ada istilah jagad ageng alias alam semesta dan ada jagad alit atau manusia.    Jadi tugas kita adalah memelihara, mengelola kebaikan, kemaslahatan bumi dan masyarakat.  Kewajiban manusia adalah memberi sumbangan positif kepada alam dan kepada masyarakat.  Itulah saya kira pandangan hidup nenek moyang kita.

     

    Pandangan hidup itu selaras sekali dengan ajaran Islam.  Di dalam Islam disebutkan bahwa setelah Allah swt menciptakan alam raya ini lalu menciptakan manusia dengan tugas sebagai pengelola bumi.  Jadi tugas kita membangun, bumi dan masyarakat, bukan merusaknya.   Semua orang memiliki kewajiban membangun sesuai dengan kompetensinya dan profesinya masing masing.  Semua pofesi, yang legal dan sah  tentu saja, diharapkan memberi sumbangan yang konstruktif.  Kalau semua profesi, semua golongan dalam masyarakat, semua negara memberi sumbangan yang maksimal tentu akan maju dan sejahtera Indonesia raya dan dunia ini.

     

    Sudah tepat sekali pembukaan UUD 45, yang dulu semasa sekolah dibacakan di setiap upacara di hari Senin, bahwa Indonesia “ikut menciptakan perdamaian dunia”.  Memang sungguh arif bijaksana para pendiri negara kita, para perintis kemerdekaan.  Mereka sudah dengan cerdas merancang negara kemakmuran, negara demokratis yang memberi sumbangan positif tidak hanya kepada rakyatnya tapi bahkan kepada dunia.   Selama ini memang Indonesia selalu memberi sumbangan positif, tidak pernah negatif.  Indonesia tidak pernah membuat ‘ontran ontran’ atau kehebohan. 

     

    Beda sekali dengan tetangga jauh kita yang sekarang justru membuat kehebohan dunia.  Mereka bahkan setelah diberi masukan malah ngeyel.  Kalau dilihat sejarahnya memang kelam.  Di masa lalu sudah banyak sekali orang yang menjadi korban penjajahannya.  Korban nyawa dan harta benda sangat banyak. Apakah itu sumbangan konstruktif kepada dunia? Sila dinilai sendiri.

     

    Itulah bedanya orang yang tercerahkan dengan yang tidak.  Meskipun masyarakat yang maju ekonominya dan pendikannya.  Dengan kata lain makmur dan cerdas tapi belum tentu memiliki kecerdasan spiritual.  Belum tentu hatinya tercerahkan. Malah hatinya gelap dan sakit.

     

    Beruntunglah kita yang mewarisi ajaran mulia dari nabi Muhammad saw dan juga pandangan kehidupan yang adi luhung dari nenek moyang bahwa tugas kita adalah hamemayu hayuning bawono, memelihara, mengelola kebaikan, kemaslahatan, kecantikan dunia ini. Bukan merusaknya.  Meskipun hanya sedikit sumbangan kita, itu masih jauh lebih baik daripada membuat kekacauan, kehebohan. 

     

    Mari kita selalu mawas diri, menyehatkan hati dengan tombo ati agar kita dibimbingNya menuju jalan yang benar, agar mampu memberi sumbangan konstruktif kepada dunia.   Dan agar kita tidak menjadi penyumbang ontran ontran kepada dunia.

     

    Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.