Hablumminallah wa Hablumminannas dalam Satu Bingkai Wisata - Travel - www.indonesiana.id
x

Dyah Prabawa

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 21 Mei 2020

Kamis, 21 Mei 2020 17:26 WIB
  • Travel
  • Berita Utama
  • Hablumminallah wa Hablumminannas dalam Satu Bingkai Wisata

    Dibaca : 409 kali

    Secara geografis Kabupaten Tulang Bawang Barat terletak di 104°55’ - 105°10’ BT dan 3°35’ - 4°15’ LS yang berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan. Kabupaten Tulang Bawang Barat memiliki luas wilayah 1.201 km2 dan beribukota di Panaragan Jaya. Jarak Kabupaten Tulang Bawang Barat dari Kota Bandar Lampung sekitar 135 km.

    Hal menarik di Kabupaten Tulang Bawang Barat yaitu salah satu tempat wisata yang sekaligus menjadi ikon Tulang Bawang Barat yaitu Islamic Center. Karena keunikan arsitekturnya, Islamic Center ramai dikunjungi wisatawan baik masyarakat sekitar maupun dari luar daerah.

    Dalam kawasan Islamic Center terdapat masjid yang unik karena bentuknya tidak seperti masjid pada umumnya yang memiliki kubah dan menara. Selain itu, masjid ini bernama Baitus Shobur yang dibangun bersanding dengan rumah adat Lampung yaitu Nuwo Sessat Agung Bumi Ghayou.

    Masjid Baitus-Shobur

    Islamic Center Tulang Bawang Barat dibangun atas prakarsa Bupati Tulang Bawang Barat, Bapak Umar Ahmad. Diresmikan pada tanggal 11 Oktober 2016 oleh Menteri Agama Republik Indonesia Drs. H. Lukman Hakim Saifudin.

    Terdapat masjid unik yang berbeda dari masjid pada umumnya, tanpa kubah dan menara yaitu Masjid Baitus-Shobur yang artinya rumah untuk orang yang sabar. Masjid ini dirancang oleh arsitek bernama Bapak Isandra Matin Ahmad yang mendapatkan penghargaan tertinggi yaitu “Venice biennale architectur” di Venice Italy atas karyanya ini.

    Konsep dasar pembangunan Masjid ini menggunakan angka-angka dalam ajaran Islam. Masjid dengan bentuk seperti gedung yang menjulang tinggi memiliki ukuran 34x34 meter bermakna banyaknya jumlah sujud ibadah sholat wajib. Tinggi Masjid 30 meter bermakna 30 Juz dalam AlQuran. Masjid berbentuk persegi lima tak beraturan yang bermakna 5 rukun islam serta memiliki 5 sisi bermakna 5 waktu sholat sehari semalam.

    Jarak lantai masjid ke plafon yaitu 2,5 m yang menunjukkan 25 jumlah nabi dan rosul. Tiang masjid terdiri dari 114 pilar beton yang bermakna 114 Surat dalam AlQuran. Di bagian dalam masjid, sinar matahari akan masuk melalui 99 lubang atap masjid yang melambangkan 99 Asmaul Husna.

    Selain itu, atap juga dihiasi oleh ukiran arab bertuliskan Asmaul Husna. Lorong menuju masjid berbentuk tiang tiang penyangga dan terdapat kaca berukirkan surat- surat dalam Al Quran. Pada bagian dalam masjid, arah kiblat langsung mengarah ke danau dan taman buatan. Masjid ini mampu menampung 2500 jemaah.

    Jika dilihat dari nama yaitu Islamic Center yang berarti pusat keagamaan, maka istilah Islamic Center dapat dimaknai lebih jauh lagi. Dalam Islam, umat Islam tidak hanya membangun hubungan vertikal saja kepada sang pencipta (Hablumminallah) , tetapi juga membangun hubungan secara horizontal keapada sesama manusia (Hablumminannas).

    Maka dari itu bangunan sakral masjid Baitus-Shobur dibangun bersandingan dengan rumah adat yang dihubungkan dengan jembatan bernama Shirat al-Mustaqim yang berarti jembatan menuju jalan yang lurus sesuai syariat Islam. Bagi orang Lampung, adat istiadat sangat dijunjung tinggi dengan tetap melaksanakan syariat Islam. Hal ini sangat relevan dengan Islamic Center yang menggambarkan makna lahir dikandung adat, mati dikandung amal dan iman.

    Wisata Kerohanian Islamic Center

    Islamic Center menjadi salah satu objek wisata kerohanian di Tulang Bawang Barat. Banyak acara keagamaan diadakan di sini. Apalagi di saat hari besar umat islam. Pada tanggal 27 April 2019 diselenggarakan acara pembukaan MTQ (Musabaqoh Tilawatil Quran) ke 47 Provinsi Lampung.

    Tak lupa, pihak pengelola mengemas konsep acara keagamaan ini dengan balutan budaya Lampung. Hal ini terlihat pada jalan menuju panggung berupa lorong panjang dan besar dari bambu berbentuk bubu. Bubu merupakan alat tradisional masyarakat Lampung pada zaman dahulu untuk menangkap ikan.

    Bubu dipilih sebagai simbol menjerat wisatawan dalam hal kebaikan yaitu menikmati acara MTQ. Acara ini mampu menarik wisatawan bahkan dari luar kota. Selain itu, hal yang bisa dilakukan wisatawan yaitu merasakan sensasi shalat di dalam masjid Baitus Shobur yang sangat menenangkan.

    Desain masjid yang terbuka dan arah kiblat yang langsung menghadap ke danau buatan menjadikan ibadah semakin khusyuk. Konsep arsitektur yang penuh makna filosofis seperti adanya jembatan Siratul Mustaqim yang menghubungkan rumah adat dengan masjid mengingatkan wisatawan bahwa selain kehidupan duniawi, manusia hendaknya mempersiapkan perjalanan menuju kehidupan abadi yaitu Akhirat.

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Admin

    3 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 675 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).