Hidup Ramah Lingkungan, Gaya Hidup Aktris Agni Pratistha Bisa Jadi Contoh - Humaniora - www.indonesiana.id
x

sangpemikir

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 Oktober 2021

Senin, 15 November 2021 08:54 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Hidup Ramah Lingkungan, Gaya Hidup Aktris Agni Pratistha Bisa Jadi Contoh

    “Huh, panas,” gumam saya dalam hati saat siang kemarin beranjang untuk makan siang di jam istirahat kerja. Padahal, jarak matahari dan bumi tempat kita tinggal tak mendekat. Kekinian, cuaca makin panas dan tidak menentu. Perubahan iklim begitu cepat, pola hidup ramah lingkungan sepertinya memang sudah harus diterapkan di semua lapisan masyarakat. Biar tidak terjadi kasus seperti tadi, kepanasan, padahal jarak matahari segitu gitu aja.. heheee.

    Dibaca : 156 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Seperti kita ketahui, suhu terus mengalami peningkatan. Bencana alam dimana-mana, sampah kerap menjadi biang keladi banjir. Tapi, meskipun banyak masyarakat yang tahu mengenai hal ini, namun kesadaran masyarakat dalam menerapkan hidup sehat dan tidak membuang sampah semabarangan masih sangat minim.

     Pernah dengar nama Agni Pratistha?. Wanita cantik yang satu ini sudah malang melintang di dunia hiburan tanah air. Kendati sudah menjadi public figure  yang dikenal cantik, aktris yang jago akting juga seorang ibu tak membuat seorang Agni abai terhadap lingkungan loh!. Justru, meski di tengah kesibukannya menjadi ibu rumah tangga, Agni memperhatikan perubahan iklim yhang kian terpuruh akibat gaya hidup masyarakat yang tidak ramah terhadap alam.

    Hal itu dibuktikan oleh Agni dengan menerapkan Green Living Lifestyle. Kalau diartikan, kira-kira gaya hidup ramah lingkunga.  Agni mengaku telah menerapkan gaya hidup ini selama lima tahun menerapkan gaya hidup ramah lingkungan ini. Tak hanya diri sendiri, tetapi gaya hidup ini Agni tularkan pada keluarga terutama pada anak-anak. “Aku selalu merasa seorang ibu atau seorang perempuan bisa menggerakkan satu keluarga, jadi aku suka kasih anak-anak di sekolahan straw masing-masing stainless,” kata Agni Pratistha.

    Gak cuam itu aja kawan, Agni gak segan-segan membagikan tips hidup ramah lingkungan. Dan ternyata, dimulai dari hal-hal kecil. Seperti membawa rantang dan tumblr saat beraktivitas di luar rumah, merawat perlengkapan rumah, mengganti kapas dan tissue dengan kain, mencucuci dengan lerak dan tea tree oil.

    Agni Pratistha rela untuk membawa barang yang cukup banyak kemanapun ia pergi. Ia selalu membawa tas khusus untuk perlengkapan rantang, tumblr, sendok, garpu dan sedotan dari stainless steel agar mengurangi penggunaan kantong plastik ketika membeli makanan dan minuman. Tak bisa dipungkiri bahwa perlengkapan rumah masih banyak yang terbuat dari plastik. Hal ini sebenarnya tidak masalah, asalkan perabot rumah tangga benar-benar dijaga.

    Ibu yang sedang mengandung anak ketiga ini sengaja untuk mempelajari banyak hal seperti belajar menjahit dan memasak. Tujuannya agar lebih kreatif dalam memanfaatkan sesuatu. Agni Pratistha selalu membuat sendiri kain khusus sebagai pengganti kapas dan tissue. Agar tetap aman digunakan untuk kebutuhan kulit wajah dan kulit bayi, ia menggunakan kain flanel karena mudah terserap dan lebih lembut.

    Untuk sehari-hari seperti membersihkan mulut, anak-anaknya sudah dibekali kain sapu tangan yang terbuat dari handuk kecil yang tak terpakai. Cara seperti ini juga ia terapkan sebagai pengganti tissue basah.

    Pembuatan tissue basah berasal dari bahan kain flanel kemudian direndam air matang yang dicampur dengan sabun. Khusus membersihkan bekas popok bayi, ia campurkan sedikit minyak. Agni Pratistha juga sudah lama menggunakan menstrual cup atau menstrual pad (terbuat dari kain) sebagai pengganti pembalut. Ia juga membiasakan untuk memakaikan popok bayi kain pada anaknya. Untuk mencuci bersih kain-kain seperti menstrual pad dan popok bayi kain, Agni Pratistha menggunakan lerak yang merupakan bahan pembersih alami. Selain itu, ia juga biasanya membersihkan noda popok bayi dengan tea tree oil, agar tidak bau dan sebagai anti bakteri.

    Nah… Keren bukan, kalua sudah begini, siapa yang mau ikutan menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Memang benar loh, keluarga bisa menjadi basis perubahan gaya hidup masyarakat. Yuk ah, ubah gaya hidup kita lebih ramah lingkungan. Mulai dari kita, untuk kita. Kalau bukan sekarang, kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi. Gaskeun… !

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.