x

Cover Puisi

Iklan

Silivester Kiik

Penulis Indonesiana.id, Guru, Penulis, Founder Sahabat Pena Likurai, Komunitas Pensil, dan Pengurus FTBM Kabupaten Belu. Tinggal di Kota Perbatasan RI-Timor Leste (Atambua).
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 11 Februari 2022 09:24 WIB

Ayat 1 - Seperti Kerang yang Terdampar di Pantai

Tuhanku—aku ingin mendengar percapakan-percakapan yang hening dan ramai seperti Taman Firdaus. - Silivester Kiik

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Saat membagi sore yang berkabung,

tidak ada yang memprediksi,

selain hujan—yang jatuh menangisi bumi,

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

bukan pertolongan—tetapi ritual kegilaan. 

 

Mulai dari tanah yang dilukai,

pohon-pohon meraung tangis,

burung-burung terkapar membusuk di ranting kering,

ikan-ikan terapung dengan bebas,

lebih lagi—kematian yang menyedihkan. 

 

Mereka yang bertahan tidak tahu,

tempat mana yang diatur untuk tidur

seperti denyut nadi—pasang surut—langit malam

yang rumahnya selalu menghidupkan,

atau seperti kerang yang terdampar di pantai. 

 

Oh dewa—kapan tiba waktunya,

dengan wajah pucat—bertabur noda-noda dosa,

merunduk ke batu—memohon ke langit,

Tuhanku—aku ingin mendengar percapakan-percakapan,

yang hening dan ramai seperti Taman Firdaus. 

 

Atambua, 01 Februari 2022

 

--- Aku Tidak Pernah Berpikir Bahwa Mereka Akan Bernyanyi Untuk Bumi ---

Ikuti tulisan menarik Silivester Kiik lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler