23 dan 24 Tahun SSB Sukmajaya dalam Salah Kaprah - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

rassroots

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Selasa, 17 Mei 2022 07:43 WIB

  • Sport
  • Topik Utama
  • 23 dan 24 Tahun SSB Sukmajaya dalam Salah Kaprah

    Semoga, sebelum SSB Sukmajaya berusia setengah abad, 25 tahun pada 10 Juni 2023, PSSI dan Pemerintah tergerak hati membenahi SALAH KAPRAH wadah sepak bola akar rumput.

    Dibaca : 1.104 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Berteman, bersahabat, berkekeluargaan, berpaguyuban, bekerjasama, dan lain sebagainya dengan yang sehati sepemikiran sevisi semisi setujuan saja belum tentu berhasil, maka hindari atau singkirkan yang menjadi duri dan menyakiti agar langkah lebih ringan dan mudah, wadah terus bertahan sukses berkah. (Supartono JW.14052022)

    Di tengah salah kaprahnya wadah sepak bola akar rumput di Indonesia, sejatinya saya malu masih menjalankan Sekolah Sepak Bola (SSB) Sukmajaya hingga jelang usia ke 23 dari tanggal berdiri 16 Mei 1999 dan menjelang 24 tahun dari tanggal lahir 10 Juni 1998, padahal hingga saat ini, wadah SSB dan sejenisnya belum ada payung hukum yang resmi dari PSSI dan bantuan Pemerintah (stakeholder terkait).

    Tetapi, SSB Sukmajaya masih saja saya gulirkan. Karenanya, SSB Sukmajaya tetap membumi. Terus berupaya tertib menjalankan roda pendidikan dan pelatihan sesuai peraturan yang seharusnya terjadi di wadah yang pakai embel-embel sekolah.

    Berdiri secara resmi, ada Anggaran Dasar/Rumah Tangga (ADART), ada perizinan wilayah dan rekomendasi Pengcab (saat itu). Ada struktur organisasi (institusi). Ada Kurikulum. Ada Mars SSB. Pelatih=praktisi sepak bola (Lisensi pelatih) dan pendidik sekolah formal (D3, S1, S2). Ada tempat pendidkan dan pelatihan teknik, intelegensi, personality, dan Speed (TIPS) yang disesuaikan, dan lainnya yang menyerupai keberadaan sekolah formal. Sebab, pakai embel-embel nama sekolah di depan kata sepak bola.

    Sehingga, sebelum SSB Sukmajaya lahir dan dapat berdiri, semuanya diproses dan disiapkan secara matang, bukan untuk sok-sok-an. Apalagi gaya-gaya-an. Sayang, harapan agar SSB ada payung hukumnya, hingga kini tinggallah harapan. PSSI terus tak berdaya dan tak mau berdaya membikin wadah sepak bola akar rumput menjadi resmi keberadaannya, ada payung hukumnya.

    Agar tak ikut-ikutan salah kaprah, SSB Sukmajaya terus mencoba mendidik dan melatih siswa di rel yang benar dan tetap berpatokan dengan apa yang pernah saya ajukan ke PSSI, 21 tahun yang lalu. Saat itu, keresahan saya menyoal wadah sepak bola akar rumput ini, banyak saya tulis di Tabloid GO, Harian TopSkor, dan lainnya.

    Namun, sebelumnya, Majalah Garda yang saat itu juga konsen terhadap sepak bola akar rumput, menjadi pelampiasan saya pertama. Redakturnya bahkan meminta saya menulis surat terbuka untuk PSSI dan untuk Pemerintah. Hasilnya saya tulis Surat Terbuka dengan judul DILEMA SEKOLAH SEPAK BOLA, tayang di Majalah Garda No. 101/Th. III - 21 Februari 2021.

    Yah, 21 tahun saya sudah tulis agar wadah sepak bola akar rumput di Indonesia tak salah kaprah. Nyatanya, sampai detik ini, masih dibiarkan salah kaprah, bahkan sampai jamuran , karena terus menjamur.

    HUT diubah dari tanggal lahir di 25 tahun

    Atas kondisi yang memiriskan untuk wadah sepak bola akar rumput Indonesia ini, SSB Sukmajaya tetap bersyukur, sebab tanggal 16 Mei 2022 (tanggal berdiri), usianya genap menjadi 23 tahun. Kemudian, pada 10 Juni 2022 (tanggal lahir), usia SSB Sukmajaya akan berusia 24 tahun, meski tak ada payung hukum.

    Bila selama ini, Hari Ulang Tahun (HUT) SSB Sukmajaya di peringati sesuai tanggal berdiri, alasannya sudah diulas dalam HUT-HUT sebelumnya. Namun, perlu diungkap kembali bahwa, pilihan merayakan HUT di tanggal berdiri, bukan di tanggal lahir yang lazim, pangkal sebabnya karena SSB Sukmajaya ada di wilayah Depok, sementara Kota Depok saja baru lahir pada 27 April 1999.

    Bila Sukmajaya merayakan HUT di tanggal lahir, maka usianya akan lebih tua dari Kota Depok. Namun begitu, sudah diniatkan bila SSB Sukmajaya masih mampu bertahan hingga tahun 2023, maka SSB Sukmajaya akan mengubah perayaan HUT menjadi lazim, yaitu sesuai tanggal lahir.

    Sehingga, di tahun 2022 ini, SSB Sukmajaya akan bersyukur sampai di usia 23 tahun pada 16 Mei 2022. Lalu, bersyukur menginjakkan kaki di usia 24 tahun pada 10 Juni 2022. Untuk itu, bila diberikan kelancaran dan keberkahanNya, SSB SSB Sukmajaya masih diberikan umur bertahan hingga 10 Juni 2023, maka itulah usia setengah Abad (25 tahun) SSB Sukmajaya berkiprah di sepak bola akar rumput Indonesia.

    Dan sejak itu, SSB Sukmajaya akan mengubah rasa syukur dan merayakan HUT berdasarkan tanggal lahir, yaitu 10 Juni.

    SSB pelopor

    Selain itu, SSB Sukmajaya juga bersyukur, bahwa dengan kondisi wadah SSB yang terus tak ada payung hukumnya, sebagai satu di antara 16 SSB Pelopor di Indonesia, dengan segala keterbatasan, SSB Sukmajaya masih tetap dapat berdenyut urat nadinya hingga sekarang.

    Sejak menjadi peserta turnamen resmi SSB pertama di Indonesia yang diselenggarakan oleh PSSI, yaitu Kid' Soccer Tournament pada 1999 yang diselenggarakan di Jakarta, hingga kini SSB Sukmajaya tak terpengaruh dan silau dengan keberadaan SSB lain yang tumbuh menjamur. Tak silau dengan ambisi menjadikan siswanya berprestasi menuju timnas, tetapi tetap ada yang akhirnya berjersey Timnas. (Mengalir saja)

    SSB Sukmajaya tetap sebagai SSB pembinaan murni, siswa yang dibina dan dilatih di SSB Sukmajaya tak ada prasyarat khusus. Semua siswa yang bisa atau belum bisa bermain bola tetap ditampung. Pada saatnya ikut program festival/turnamen/kompetisi, semua siswa juga mendapat hak yang sama, diikutsertakan, meski lawannya SSB yang pemainnya pilihan/cabutan dll.

    Kiprah SSB Sukmajaya selain mendidik dan melatih, di antaranya menjadi Pendiri Utama Asosiasi Sekolah Sepak Bola Depok (ASSBD). Menciptakan turnamen tingkat kota, festival SSB bernama 3Wulan SSB Sukmajaya tingkat Jabodetabek dan sekitarnya. Membuat Liga SSB Sukmajaya. Membuat Festival antar Provinsi (FAP), hingga Turnamen Sepak Bola Nasional (TSN).

    Di sisi lain, SSB Sukmajaya juga terus memiliki tiket berkompetisi di wadah yang representatif, terutama yang digagas pihak swasta, juga memberikan kesempatan kepada siswa SSB lain yang ingin ikut merasakan ketatnya kompetisi resmi swasta, namun dengan syarat ketat. Ada proses seleksi dan aturan yang jelas antara manajemen SSB bersangkutan atau dengan orang tua siswa. Setelah kompetisi usai, siswa dari SSB lain kembali ke SSB asal.

    Berikutnya, tetap konsisten pada visi misi dan tujuan sebagai perkumpulan SSB sosial, nonprifit. Meski begitu, SSB Sukmajaya juga tak mengubah atau membikin badan semacam Yayasan atau berubah bentuk menjadi PT, karena wadahnya sendiri belum ada payung hukum.

    Sepanjang lahir dan berdiri, SSB Sukmajaya sepenuhnya dibiayai oleh pendiri/pemilik, manajer, dan disokong oleh orang tua siswa dan donatur, karena niatnya. Beberapa kali ada sponsor yang logo perusahaan/instansinya nempel di jersey home-away SSB Sukmajaya, itu pun atas dasar perjanjian kerjasama semiprofesional, lebih condong kekeluargaan.

    Semoga, sebelum SSB Sukmajaya berusia setengah abad, 25 tahun pada 10 Juni 2023, PSSI dan Pemerintah tergerak hati membenahi salah kaprah wadah sepak bola akar rumput, sehingga SSB Sukmajaya tak terus menjadi bagian dari wadah sepak bola akar rumput Indonesia yang salah kaprah.

    Saya sudah menunggu selama 21 tahun, sejak Surat Terbuka saya tulis di Majalah Garda, lho. Apa akan terus diabaikan? PSSI-Pemerintah?

    Ikuti tulisan menarik Supartono JW lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.